Le prime 200 righe.
English Sub by DramaFever -♥ Ruo Xi ♥-
=Diterjemahkan oleh Wicaksono= ENJOY
[Karakter, kelompok, tempat, dan situasi dalam drama hanyalah fiksi belaka.]
Dalam beberapa bulan kau bisa jadi spesialis, kenapa keluar?
Tidak cocok dengan karakterku.
Aku beda dengan dokter lain. Aku menjadi dokter bukan untuk menyelamatkan orang.
Tapi untuk membunuh orang, untuk membalas dendam.
Semua organnya sudah diekstraksi. / Hei, keparat! Hei!
Kembalikan ayahku! Kembalikan ayahku!
Kau pasti tahu tindak kejahatan yang kulakukan.
Bisnis pengiriman. Yang kumaksud perdagangan organ, nyuk.
Dokter, tolong selamatkan adikku.
Oke, ayo masuk. Ayo.
Bagaimana cara agar aku bisa jadi dokter? Aku ingin jadi dokter sepertimu.
Apa kau ingin menghancurkan hidupmu dengan balas dendam?
Lagipula hidupku sudah hancur.
Semenjak ayahku tewas, dan In Joo pergi selamanya...
Kenapa kau mendonorkan organnya tanpa persetujuanku? Kenapa?
Alasan kenapa kau buru-buru melakukan operasi. Motif tersembunyi dibalik mengadopsi kami.
Kang In Kyu! / Sipir!
Aku takkan memaafkan orang yang telah membunuh ayahku...
aku juga takkan memaafkan perbuatanmu terhadap In Joo.
Aku akan balas dendam dengan cara paling keji dan paling menyakitkan.
Aku ingin dia tetap hidup, meski dengan tubuh orang lain.
Ingat betapa In Joo dan ayahmu ingin kau menjalani hidup dengan baik.
Dan alasan utamamu ingin menjadi dokter.
Tolong! Ada wanita hamil dan anak kecil di mobil ini!
Dia sedang mengandung anak kedua.
Ini putriku.
Dan anak kecil ini adalah cucuku.
Hari ini putriku akan datang berkunjung.
Setelah dia sampai di sini, akan kuceritakan semuanya
dan bilang ke dia agar jangan terlalu sedih.
Hei, Sadarlah! Sadarlah!
Toong jangan bergerak! Tunggu sebentar, jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Pak, kau bisa menggerakkan kakimu? / Bisa.
Tolong jangan bergerak dan tunggulah sampai ambulan tiba.
Sa... sayang, kau baik-baik saja?
Tolong jangan bergerak!
Kau suaminya? / Ya.
Apa istrimu punya riwayat sakit jantung? / Tidak.
Bagaimana dengan asma? / Tidak.
Tolong tunggu sebentar dan jangan bergerak.
Dia kejang-kejang.
Dia kenapa? / Bagaimana ini? Bagaimana ini?
Tolong beri dia airway.
Apa kau dokter? / Ya.
Bagaimana dengan saturasi oksigennya? / Sekitar 80 persen.
Ini bukan pneumothorax ataupun hemotoraks
tapi kenapa detak jantungnya semakin lemah?
Tekanan darahnya menurun.
Vena jugularisnya membengkak.
Ini cardiac tamponade. di perikardium, menyebabkan fungsi jantung terganggu.)
Kita bawa dia ke ambulans.
Tolong rawat dia.
Kalau begini, dia takkan selamat.
Ini cardiac tamponade. Beri aku jarum hipodermik 16 gauge.
Kau mau melakukannya sekarang? / Ya.
Tidak boleh. Kau bekerja di RS mana?
Kenapa? Apa ada masalah?
Sudah regulasinya kalau pasien harus dibawa ke RS dan bukan kami yang bertanggung jawab.
Kami harus mengantarkannya ke institusi medis, bukan dokter.
Kita harus melakukan perikardiosentesis sekarang juga!
Apa ini cardiac tamponade?
Kau yakin?
Tekanan darah menurun, jugular vena membesar, suara detak jantung melemah.
Gejalanya sesuai dengan kriteria Beck's triad , ini cardiac tamponade. (*cara mendiagnosis tamponade jantung, meliputi hipotensi, suara jantung menjauh, peningkatan vena sentral)
Dia putri Baek Gyu Sang, yang mendaftarkan diri jadi pendonor organ.
Bawa dia ke RS Sunrim sekarang.
Aku yang akan tanggung jawab.
Kau bisa melakukannya di perjalaan, kan?
Kita tidak punya banyak waktu!
Ya, ini Go Ji In dari bag. transplantasi,
melaporkan ada pasien TA wanita hamil.
Pendaharannya banyak dan tampaknya mengalami cardiac tamponade.
Tekanan darahnya tidak stabil.
Segera hubungi C.S. dan OBGY (*C.S = bedah jantung ; OBGY = obstetri dan ginekologi / dokter kandungan)
dan siapkan ruang operasinya setelah selesai pemeriksaan.
Tekanan darahnya naik.
Stetoskopnya tolong.
Bagaimana dengan bayinya?
Kurasa baik-baik saja.
Kepala Choi. / Ya?
Putriku belum datang?
Kelihatannya begitu. Aku belum dapat kabar dari bawah.
Tunggulah sebentar lagi.
Masih ada waktu buat jam berkunjung.
Ayah.
Selamat atas cucuku keduanya.
Kami akan selalu berada di sisi Ayah.
Ayah, aku menyayangimu.
Apa yang terjadi? / Tangannya membengkak.
Benarkah?
Sakit?
Aku akan menggunakan sonografi. / Baik. (*teknik diagnostik menggunakan gelombang suara untuk memeriksa organ dan pembuluh)
Darurat! Ada pasien TA wanita hamil.
Dokter Yoon ada?
Apa ada dokter kandungan di RS ini?
Dokter, bagaimana dengan pasien ini?
Segera siapkan operasi ortopedi darurat.
Baik, akan kulakukan.
Aku akan mencoba menghubunginya lagi. / Dokter Yoon sedang melakukan operasi.
Terus bagaimana ini? Kita tak punya waktu buat menindahkan dia lagi.
Kita lakukan intubasi dan hubungkan dia ke ventilator. (*tind. medis memasukan tabung endotrakeal lewat mulut/hidung utk menghubungkan udara luar dg kedua paru)
Kau dokter? / Ya.
Dia ada di TKP kecelakaan.
Bagian apa? / Dokter bedah umum.
Kau yang melakukannya?
Dia mengalami tamponade jantung, perutnya juga mungkin terluka,
denyut jantung bayinya masih ada, tapi kami tidak begitu yakin.
Kalau begitu kita lakukan ekokardiogram. (*tind. medis menggunakan gel. suara utk memeriksa aliran darah ke bilik-bilik jantung, katup jantung, pembuluh darah)
Syukurlah, dia kelihatannya tidak mengalami perdarahan aktif...
tapi detak jantungnya masih lemah.
Aku akan cek bayinya.
Bayinya berusia 32 bulan.
Dokter, dia mengalami pendarahan!
Beri aku epinefrin! Cepat! / Baik.
Lakukan CPR! / Baik.
Ini.
Kita harus segera lakukan C-section. Cepat!
Ayah, cepat ke UGD.
Ada pasien TA wanita hamil mengalami cardiac arrest.
Saat ini dokter kandungannya sedang melakukan operasi!
Yang lainnya tidak ada masalah? Oke, aku akan segera ke sana.
Dia lari ke mana?
Kelihatannya ke UGD.
Tunggu, kenapa Kepala Pusat Transplantasi ke UGD?
Apa mungkin...
pasien TA?
Mati otak?
Kau siapa? Aku belum pernah melihatmu.
Apa yang terjadi?
Anu, dia dokter yang ada di TKP kecelakaan...
Kau siapa berani melakukan praktek di RS lain?
Apa itu penting saat ada pasien sedang sekarat?
Kalau bukan staff medis, silakan keluar. / Tunggu, siapa yang kau suruh keluar?
Orang itu yang harusnya keluar.
Keluar sekarang! / Keluar kalian sekarang!
Keluar!
Kenapa diam saja dan tidak menyeret dia keluar?
Keamanan!
Keluarkan dia dari sini!
Sudah 2 menit dia mengalami henti jantung akibat trauma TA,
kalau dia tidak segera mendapat laparotomi, ibu dan bayinyan bisa mati!
Tunggu apa lagi, keluarkan dia. / Baik.
Tunggu!
Seperti katamu, dia harus segera mendapat laparotomi.
Kau bisa membantu? / Ya.
Kita bawa dia ke atas. Cari ruang operasi buat dia.
Baik.
Yeon Hee, dia bukan dokter sini.
Kalau nanti terjadi sesuatu... / Aku yang akan bertanggung jawab...
Ayah.
Haruskah kita ke dalam?
Tampaknya dia terlilit utang.
Aku pergi dulu.
Kondisinya masih lemah, tapi karena detak jantungnya sudah normal, kita mulai sekarang.
Dia terlibat kecelakaan apa?
Bagaimana dengan bayinya? / Baik-baik saja?
Lakukan laparotomi dan keluarkan bayinya.
Aku?
Kurasa kau yang harus melakukannya... / Cobalah.
Aku akan membantumu.
Dan beri tahu mereka agar menyiapkan persetujuan pengambilalihannya.
Baik.
Dan ambilkan RBC sebanyak mungkin dari UGD.
Baik.
Tekanan darahnya akan langsung turun setelah laparotomi,
jadi jangan gugup.
Scalpel.
Apa yang harus kulakukan?
Pertama, buka rahimnya, dan keluarkan bayinnya.
Bagaimana dengan hatinya? Kelihatannya terluka.
Keluarkan bayinya dulu sebelum kita mengoperasinya.
Scalpel.
Arteri mesenterikanya juga sobek.
Cepat. Kita tak punya banyak waktu lagi.
Kelly Clamp.
Bukankah kau kordinator transplan organ?
Aku juga punya banyak pengalaman melakukan operasi.
Aku pernah bekerja di ruang operasi selama beberapa tahun.
Gunting.
Kita harus cepat. Tekanan darahanya tidak mau naik.
Baiklah, beri dia norepinefrin. (*red: noradrenalin, homon katekolamin utk meningaktkan denyut jantung, tekanan darah)
Baik, aku mengerti.
Sponge forceps.
Bagaimana?
Benarkah? Keduanya? Baiklah.
Bagaimana operasinya? / Ibu dan bayinya selamat.
Apa Yeon Hee tidak punya rasa takut?
Bagaimana dengan Nyonya?
Dia akan segera kemari.
Kita harus menggunakan metode lain.
Apa... / Putranya.
Putra Anggota Kongres Noh.
Oh, Nyonya.
Tekanan darahnya naik. Tekanan darahnya naik!
Aku sudah menghentikan pendarahannya.
Bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.