Le prime 188 righe.
Hatiku hampa dan gersang, dunia yang keruh terengah-engah.
Hanya bulan yang kesepian pada tengah malam
yang layak dikenang.
Jangan biarkan dia kabur, Kagura.
Hei, Goryomaru.
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa Naraku mengurungmu di sini?
Jika kau ingin tahu, maka lepaskan dia.
Hakudoshi?
Begitu momen penentu tiba, kau jadi takut pada Naraku, ya?
Jadi, kau berani mengkhianati Naraku?
Pilihlah, Kagura.
Dikekang begitu saja sampai mati oleh Naraku,
atau kabur dari sini dan memperoleh kebebasan?
Kebebasan?
Benar, kebebasan.
Jika ingin sepenuhnya terbebas dari cengkeraman Naraku,
tidak ada cara lain selain membunuhnya.
Ah...
(adalah jantung Naraku yang dia keluarkan saat berada di Gunung Hakurei.)
(Lalu, dibelah menjadi dua bagian oleh seorang biksu aneh)
(dan akhirnya menjadi Hakudoshi dan sang Bayi.)
Bagaimana, Kagura?
Jika momen itu sungguh tiba,
aku akan mengambil kembali jantungmu sebelum Naraku mati.
Jadi, setelah membebaskan Goryomaru,
apa lagi yang harus kulakukan?
Saat ini, kemampuan kami belum cukup untuk melenyapkan Naraku,
makanya harus mendapatkan kekuatan itu.
Begitu rupanya.
Pecahan Shikon no Tama, ya?
Apa begini saja sudah cukup, Miroku?
Wah, ini cukup hebat, Shippo.
Dilihat bagaimanapun, ini sungguh kembaranku.
Kau pakai wujud ini saja saat bersama Sango.
Apa termasuk selama Inuyasha pergi ke rumah Kagome?
Benar.
Aku akan bersenang-senang dulu.
Ini sungguh bukan salahku!
Aku tahu.
(Tidak paham. Benar-benar tidak paham bagian mana yang tidak kupahami.)
Apa hanya Kagome sendiri yang ikut kelas tambahan?
Mungkin karena belakangan sering izin.
Sebentar lagi ujian, apa tidak apa-apa?
Oh, rupanya kalian.
Eh? Kau datang menjemput Kagome, ya?
Perhatian sekali!
Tidak, tidak.
Tadi sepertinya ada suara retakan.
Mungkin itu suara dari konsentrasi yang terpecahkan?
Kadang-kadang memang ada.
Duduk!
Kagome! Kenapa kau melakukan ini lagi?
Cukup. Bukankah sudah kubilang, kau tunggu di rumah saja?
Ini gara-gara kau lambat.
Maka itu, aku sedang berusaha agar bisa pulang lebih cepat.
Namun, gara-gara kau...
rumus yang susah payah kuingat, sekarang sudah lupa semua.
Seram sekali. Kagome seram sekali.
Jadi, yang mendominasi dengan memberi tekanan besar itu Kagome, ya?
Semuanya salah.
Kalau begini, kau akan sulit masuk ke sekolah idamanmu.
Kau tidak apa, 'kan, Kagome?
Ha...
Bagaimana? Untung aku datang, 'kan?
Manis sekali.
Kami tidak ingin mengganggu kalian. Kita berpisah di sini saja.
Sampai jumpa.
Ah, tunggu sebentar...
Yah, lupakan saja.
Aku pulang!
Selamat pulang kembali, Kagome... Eh?
Kakak langsung pergi sekarang?
Memang tidak berubah, selalu terburu-buru.
Di sana juga bisa menyiapkan diri untuk ujian.
Ayo, Kagome.
Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
Semangat, ya.
Hei, Kagome.
Baik sekolah idaman atau ujian apalah itu,
akan kuatasi untukmu!
Lupakan saja, itu tak akan mungkin.
Huh, lagi pula semuanya hanya siluman lemah.
Baik itu ujian maupun Jaken,
semua nama-nama itu terdengar lemah.
Jaken-sama, apakah Anda flu?
Tidak apa-apa.
Apa jangan-jangan ada yang membicarakanku dari belakang?
Jaken, apa tidak ada perubahan pada kristal?
Sekarang aura silumannya belum hilang.
Artinya, Fuyoheki yang digunakan Naraku untuk menyembunyikan aura silumannya
tidak ada di sekitar sini.
- Aduh... ada di mana sebenarnya? - Jaken-sama, kami akan meninggalkanmu.
Ah! Sesshomaru-sama, tunggu...
Ah, tunggu sebentar.
Aku bawa terlalu banyak.
Dasar, ada apa denganmu?
Jangan hanya melihat saja, cepat bantu!
Saimyosho!
Apakah itu... Naraku?
Haha... Lama tidak berjumpa.
Sekian lama tidak melihat kalian sungguh membuatku khawatir.
Menyebalkan!
Kagome!
Pecahan Shikon no Tama diambil!
Kagome-sama!
Jangan buka Lubang Angin-mu, Pendeta.
Racun Saimyosho bisa membahayakanmu.
Pecahan Shikon no Tama juga akan tersedot!
Asalkan mendapatkan ini, aku tidak perlu buang waktu lagi dengan kalian.
Jangan harap kau bisa kabur! Angin Penyayat!
Sampai jumpa, Inuyasha.
Sial, dia berhasil kabur.
Tidak apa, aura Shikon no Tama belum hilang.
Masih bisa dikejar.
Tunggu sebentar, Koga!
Tidak mau.
Kenapa kau begitu terburu-buru?
Kita sudah sangat dekat, aromanya semakin bau.
Haha... Akhirnya datang juga, pecahan Shikon no Tama.
Kohaku, burulah siluman-siluman kuat.
Apakah itu wujud asli siluman ini?
Di sana, ya?
Ada apa, Taichi?
Ayah...
Itu... apakah lenganmu baik-baik saja?
Apakah lukanya masih sakit?
Tidak, sudah tidak apa-apa.
Ini sudah cukup.
Terima kasih.
Ah, Taichi!
Jangan! Tunggu!
A... Ayah.
Berhenti!
Taichi, ada apa?
Dia sudah dikendalikan. Hanya dikendalikan.
Taichi!
Tidak apa, aku pasti bisa menolongnya!
(Kisah tragisku tidak boleh terulang lagi.)
Tarian Pedang Angin!
Hei.
Kagura?
Aku sudah tahu keberadaan jantung Naraku.
Sungguh?
Ya.
Namun, Kohaku,
Naraku bukan lawan yang bisa kau kalahkan.
Jadi... matilah di sini!
=Inuyasha: Aksi Terakhir=
=Inuyasha: Aksi Terakhir=
Kali ini pasti...
Apakah berhasil?
(Sial. Berapa kali pun tetap bisa tumbuh kembali.)
Oh, ya! Pantas saja dari tadi rasanya mencurigakan.
Kau pasti komplotan Naraku, 'kan?
Kalau benar, memangnya kau mau bagaimana?
Akan kubantai kau! Akan kubalaskan dendam anggota sukuku!
Aku akan menelanmu bersama dengan pecahan Shikon no Tama!
Apa?
Apa ada pengganggu?
Aku akan membuatmu membayar utang ini!
Apakah yang tadi itu Panah Suci?
Berarti yang tadi itu kakak Kagome?
Bukan.
(tapi kekuatan spiritualku langsung terkuras banyak.)
Kalau tahu keberadaan jantungnya, maka beritahu aku!
Sebelum itu, aku harus mengambil pecahan Shikon no Tama-mu dulu.
Setelah pecahan itu dikeluarkan, kau akan mati.
Setidaknya aku akan membuatmu mati dengan lebih menyenangkan di sini.
Kau tidak bisa kabur lagi, apa kau sudah sadar soal ini?
Soal sadar, aku sudah sadar sedari awal.
Namun, aku tidak berniat mati di sini!
Jika kau butuh pecahannya, kau bisa membawaku kembali ke sana.
Pada saatnya, aku bisa menghunjam jantung Naraku!
Sekalipun nyawaku taruhannya.
Kagura, bukankah kau memberikanku kristal karena alasan yang sama?
Meski dikendalikan oleh Naraku,
tetap saja aku membunuh ayah dan semuanya dengan tanganku sendiri.
Sebelah sana.
Tidak apa, Hakudoshi belum pergi terlalu jauh.
Ada apa?
Aku merasakan ada aura pecahan Shikon no Tama lain.
Pecahan lain?
Apakah itu Koga?
Tidak, bukan aura darinya.
Berarti itu Kohaku?
Aku menuruti perintah Naraku, dan terus berbuat jahat.
No comments yet. Be the first to leave one.