Le prime 196 righe.
Planet yang sangat indah.
Berapa kali pun aku melihatnya, rasanya tetap mengagumkan.
Apa kau juga merasa rindu dengan planet kelahiranmu?
Slaine?
Eh... Kurasa begitu.
Tak perlu malu-malu.
Aku sendiri baru pergi selama dua bulan,
tapi aku sudah merindukan Vers.
Bumi.
Tempat kelahiran seluruh umat manusia.
Aku selalu memimpikan untuk melihatnya secara langsung.
Be-Begitu, ya.
Ceritakan padaku, Slaine. Katanya langit di sini berwarna biru, begitu juga dengan lautnya.
Aku selalu penasaran dengan hal itu.
Apa udara dan air di Bumi berwarna biru?
Tidak, udara dan air itu tak berwarna.
Tapi, pada lapisan ketebalan tertentu bisa membuat cahaya yang dipantulkan
menyebabkannya terlihat berwarna biru.
Aku yakin seperti itu.
Air dan udara dalam jumlah besar sampai bisa membelokkan cahaya.
Bukankah itu menakjubkan? Aku bahkan tak bisa membayangkannya!
Ternyata Anda di sini.
Panglima Cruhteo!
Waktu sudah larut malam.
Tolong kembalilah ke kamar tidur Anda,
Tuan Putri Asseylum.
Oh, sudah larut malam, ya?
Pemandangan dari beranda ini membuatku sampai lupa waktu.
Kalau begitu cukup dulu, Slaine. Besok kita lanjutkan lagi, ya.
Te-Tentu, dengan senang hati.
ZAINUDDIN.ARI
V
V
.
.
.
.
.
MEMPERSEMBAHKAN
Kunjungan perdamaian Asseylum Vers Allusia, Putri Kekaisaran Vers,
tinggal tiga hari lagi.
Tapi, di saat dunia menyambut kedatangannya,
ketegangan mulai meningkat.
Pendapat para ahli terbagi pada maksud dari kunjungan kerajaan ini,
yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan antara Mars dengan Bumi.
Pagi, Nao.
Pada sudut pandang optimis, diharapkan hubungan antara dua dunia ini dapat membaik.
Selamat pagi, Kak Yuki.
Mana yang lebih kausuka, telur gulung atau telur orak-arik?
Tapi, dilihat dari pandangan sudut pesimis, apa itu hanya sekadar permainan politik
Aku pilih telur gulung saja.
yang digunakan untuk memudahkan perjanjian perdagangan antarplanet?
Maaf, hari ini aku buat telur orak-arik.
Apa kau tak sarapan, Nao?
Aku sudah makan.
Bagaimana denganmu sendiri, Kak Yuki? Bukankah hari ini giliranmu jadi instruktur latihan?
Kenapa kau tak bangunkan aku?
Aku sudah membangunkanmu berkali-kali, Pembantu Letda Kaizuka.
Tunggu dulu!
Jangan khawatir. Kalau kau bergegas, kau pasti bisa naik bus berikutnya.
Kalau dari pengalaman, sih.
Oh ya, taruh piring kotornya di wastafel, ya.
Kejamnya.
"Jadi, penemuan artefak milik peradaban kuno Mars,
Astronaut Eugene Cernan di Permukaan Bulan
"Gerbang Hiper" di Bulan oleh Apollo 17,
Penggalian Gerbang Hiper
membuka jalan bagi kolonisasi manusia dan pengembangan Mars.
Mars Sebelum Kolonisasi
Artefak Kuno Ditemukan di Mars
Tapi, hal itu mengakibatkan munculnya Kekaisaran Vers
yang mengklaim kepemilikan terhadap peninggalan Mars serta Aldnoah, teknologi kuno mereka,
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Teknologi Mars Kuno "Aldnoah"
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
dan menimbulkan konflik berkepanjangan."
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Prof. Reiregaria Berbicara kepada Koloni
Hoi, Inaho!
Selamat pagi.
Eh, kak Yuki tak bersama denganmu?
Kakakku ketiduran.
Ya, kalau dia bergegas, dia pasti bisa tepat waktu dalam latihannya.
Bagaimana bisa kau melalaikan tugas untuk mengawal Dewi Selasa kita?
Mungkin dia itu Penivia.
Siapa itu?
Dewi Kemalasan.
Aku setuju!
Orang yang berencana untuk masuk ke perguruan tinggi tak perlu khawatir dengan latihan.
vMau masuk ke perguruan tinggi? Padahal di ujian tengah semester saja nilaimu merah semua, Okujo.
Lihat dirimu sendiri, Calm. Kau malah dapat C-minus di ujian manuver terakhir kita.
Aku sedang buat catatan untuk hal-hal kecil, lo.
Aku akan ambil kembali mahkotaku sebagai murid terbaik di kelas kita.
Kau sungguh bersemangat untuk mengalahkan Inaho, Inko.
Pemulihan bencana, ya?
Bahkan di Shin-awara sekalipun, begitu tinggalkan wilayah perkotaan, masih dilakukan pembangunan.
Sudah 15 tahun sejak "Jatuhnya Langit".
Para bajingan Mars itu benar-benar gila, ya?
Kondisi Jepang jauh lebih baik daripada tempat di mana Nina dan aku berasal.
Tapi, sekarang kita punya kebijakan kooperatif dengan Mars, 'kan?
Bahkan ada duta besar perdamaian yang akan berkunjung.
Oh, maksudmu Tuan Putri Vers? Siapa namanya, ya?
Assay? Asse?
Pantas saja nilaimu merah semua!
Diam kau!
15 Tahun Setelah JATUHNYA LANGIT
Pada tahun 1999, Kekaisaran Vers akhirnya menyatakan perang terhadap Federasi Bumi.
Akibat pertempuran sengit di permukaan Bulan,
Gerbang Hiper hilang kendali dan menghancurkan Bulan.
Benda astronomis yang telah menjadi satelit Bumi selama 4,5 miliar tahun
Maaf atas keterlambatanku.
telah tercerai-berai jadi batuan yang tak terhitung jumlahnya dan sekarang terus mengorbit sebagai Sabuk Satelit.
Hoi, Pembantu Letda yang tukang molor.
Akibat dari kejadian itu, Bumi mengalami bencana global.
Letnan Marito!
Tabrakan meteor dan gelombang gravitasi menyebakan deformasi kerak,
Aduh!
gempa bumi, tsunami dan cuaca tak normal.
Aku sudah bilang kepada Anda untuk tak mabuk pada hari latihan militer, Letnan!
Luka dari bencana "Jatuhnya Langit" yang diikuti dengan rusaknya Bulan,
Ini hanya permainan.
masih terlihat dengan jelas di seluruh dunia.
Jangan terlalu serius.
Pasukan Kekaisaran Vers yang jalan pulangnya telah terputus
Hari ini kita akan melakukan latihan menembak.
karena hancurnya Gerbang Hiper, akhirnya tinggal di Sabuk Satelit.
Meski telah memungkinkan untuk lakukan perjalanan antara Bumi dan Mars tanpa Gerbang Hiper...
To-Tombol senjata utama. Kontrol tembakan.
Turunkan peredam, lalu mengunci.
Mengonfirmasi target.
Te-Tembak!
Oke, ganti pilot.
Skuadron B, berlindunglah di kursi stadion.
Tolong bimbing mereka, Pembantu Letda Kaizuka.
Tolong jangan banyak minum, Pak.
Ketika guru berbau alkohol, murid akan kehilangan rasa hormat kepadanya.
Jangan mengkhawatirkanku. Aku sudah terbiasa direndahkan.
Tidak.
Anda sebenarnya adalah prajurit yang hebat, Letnan Marito.
Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk berhenti minum alkohol, Letnan?
Senang bertemu denganmu, Dokter Yagarai.
Tak biasanya kau datang ke sini.
Membuat alasan untuk bisa datang ke sini, ya?
Pasienku memang tak bisa diajak kerja sama.
Aku tak bisa jalankan pekerjaanku tanpa minum.
Hari ini juga merupakan hari latihan bagi mereka.
Pekerjaan yang kaulakukan memang penting.
KG-6 Sleipnir.
Kataphrakt yang dikembangkan oleh Federasi Bumi
untuk mempersiapkan diri dari ancaman Mars yang akan datang.
Senjata berawak manusia.
Sekarang pelatihan militer merupakan bagian dari kurikulum mereka.
Mereka menembakkan meriam 75 mm seperti sedang bermain,
dan kalian mengatakan pada mereka kalau mereka bisa pertahankan tanah air mereka.
Mengisi kepala anak muda dengan omong kosong seperti itu kausebut pekerjaan?
Yang benar saja.
Letnan.
Lima belas tahun yang lalu,
para petinggi menutupi apa yang terjadi di Tanegashima.
Takkan ada yang percaya kalau aku mengatakannya sekarang.
Tapi, meski tak seorang pun yang mengingatnya, aku takkan lupa.
Aldnoah.
Mereka yang berada di Mars punya kekuatan yang seperti Dewa.
Kumpulan dari peninggalan peradaban 30.000 tahun yang lalu.
Kekuatan hebat yang mampu membuat Bulan jadi puing-puing.
Siapa yang mampu melawan kekuatan seperti itu?
Tak ada yang menganggap ini serius.
Mereka percaya perdamaian semu ini akan bertahan selamanya.
Katakan padaku, Dok.
No comments yet. Be the first to leave one.