Informazioni sulla release

Angolmois: Sejarah Invasi Mongol - 06
Un commento di Inisial ZA
06. Ke Mana Kematian Itu Membawa Kita

Tag

other
Pubblicato il: 2018-08-25
Download: 19
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 138 righe.

Suara yang mengerikan.

Suara ini pernah kudengar saat di Sasu.

Dikatakan itu merupakan bahan peledak.

"Bahan peledak?"

Oi, Tuan Putri.

Pikiran Anda jangan teralihkan.

Masing-masing dari kita punya tugasnya sendiri.

Aku tahu.

Jauhkan mereka dari para pemanah apa pun yang terjadi!

Kalau mereka jatuh dari tebing, pasti mereka akan mati!

Baik!

Hoi, lihat!

Gawat!

Lumayan juga si anak adopsi itu.

Kau mulai terlihat seperti seorang jenderal, ya.

Matamu saja baru menyadarinya.

Musuh berhasil bertahan di sana.

Meski jumlahnya tak banyak.

Mau coba pakai Shintenrai lagi dan lihat hasilnya?

Kalau boleh kusarankan, Tn. Uriyan Edei,

Shintenrai kita yang berharga tak sepatutnya kita gunakan di sini.

Kita tambah pasukan juga beres.

Antara Shintenrai dan para saudara kita...

Mana yang lebih penting?

Akan segera kuambil!

Manusia itu, semakin tua umurnya

semakin sering mereka perhitungkan berdasarkan biaya.

Tn. Uriyan Edei.

Pakai Shintenrai boleh saja

tapi aku punya saran lain.

Prajurit Pasukan Uriyan Edei Karaun

Saran apa, Karaun?

Jadi, diakah jenderal pasukan Mongol?

Kita tembak mereka berdua dan lari.

Kalau Anda menembak seperti sebelumnya pasti bisa.

Atau mungkin yang sebelumnya hanya kebetulan.

Mau kutembak kepalamu itu?

Tenanglah.

Kalau jenderal itu bisa dibunuh, penyerangan mereka akan tertunda.

Ayo.

Tenanglah, jantungku.

Harus kutebus kesalahanku yang sebelumnya.

Saat aku dikuasai amarah dan buat semua dalam bahaya...

Jangan lihat targetnya.

Lihatlah jalur dari anak panah dan bayangkan mengarah ke sana.

Tembak!

Bagus!

Aku beruntung punya rekan sepertimu.

Gagal, ya.

Ya sudahlah, kita juga hanya ulur waktu.

Ayo pergi.

Tuan Putri, ayo cepat!

Cantiknya.

Hebat! Dia jangan sampai kita bunuh.

Eh, adakah cara bagi kita untuk menangkap tanpa melukainya?

Dia akan jadi hadiah perang terbaik dari pulau ini.

Baik. Serahkan padaku.

Kita akhirnya berhasil juga.

Mereka sudah kelelahan, dan sepertinya pasukan Mongol juga mulai diam.

Tidak. Ada pasukan lain yang menuju ke lembah.

Mereka menyusuri sungai dan berniat kepung kita dari belakang.

Jenderal, waktunya mundur.

Baik.

Seluruh pasukan, kita mundur sekarang!

Kalian sudah bertarung dengan baik!

Baik!

Aku selalu tahu kalau dia seseorang yang ahli memanah.

Ya, sekarang dia terlihat berbeda.

Kalau saja tuan kita ada di sini, pasti dia akan bahagia.

Kerja bagus, Pemula.

Soalnya aku tak bisa biarkan para orang buangan dapat kejayaan.

Peledak lagi, ya.

Sudahlah.

Perintahkan mereka untuk segera mundur.

Aku akan di sini dan incar mereka di saat lengah.

Benda apa itu?

Tn. Yajirou!

Begitu, ya.

Jadi, ini yang namanya senjata api.

Ya, kita masukkan bubuk mesiu agar bisa menembak.

Aku pernah dengar soal ini.

Biasa digunakan untuk melawan suku liar di Eropa.

Ya, meski sulit untuk membidik

dan agak berat digunakan.

Benar-benar rumit cara kerjanya.

Tapi orang-orang Cina tak sabar untuk mencobanya.

Jangan biarkan mereka lupa diri.

Kena!

Bagus. Ingatlah baik- baik perasaan barusan.

Mereka mundur!

Tn. Yajirou! Tn. Yajirou!

Yajirou.

Jangan tertawa, Jinzaburou.

Meski sejujurnya yang kurasakan saat ini...

Aku masih merasa ragu.

Apa artinya perang ini?

Apa yang akan terjadi pada Tsushima?

Kematian ini akan membawaku ke mana?

Hanya kau sendirilah yang bisa putuskan apa arti perang ini.

Tapi...

Yajirou!

Kematianmu ini

takkan aku sia-siakan.

Padahal hidupnya masih panjang.

Tuan Putri.

Syukurlah kalian semua selamat.

Kudengar suara seperti guntur barusan.

Oh, apa kau sudah bunuh jenderalnya?

Aku gagal.

Begitu, ya. Kita juga kehilangan seorang jenderal.

Tn. Yajirou Abiru.

Bawalah ini bersamamu.

Dia seorang kesatria yang pemberani.

Begitu, ya.

Akan segera kumakamkan dia.

Tak seperti ayah dan kakakku...

Dia masih terasa hangat.

Kenapa ada banyak darah berceceran?

Jadi licin!

Kau mau apa, Bocah?

Oh, kalian kesal ya, Paman sekalian?

Aku kan disuruh mengawasi tadi!

Hoi, Kuchii! Pasukan Mongol dari Sasu sudah tiba.

Pasukan Mongol dari Sasu?

Tentara Goryeo itu?

Ya.

Mereka datang dari arah barat dan sebentar lagi akan tiba.

Pertama mereka kejar kita dari timur, sekarang dari barat.

Kita terjepit, ya.

Kita bagaikan ikan yang berenang di dalam panci bernama Tsushima.

Mau lari ke mana pun, pada akhirnya akan dimasak dan dimakan.

Tidak, ini mungkin berkah dari surga.

Apa maksudnya, Jinzaburou?

Dua pasukan Mongol berbeda mengejar kita yang lari ke arah utara.

Apa yang terjadi kalau mereka bertemu?

Jumlah yang kejar kita jadi banyak, 'kan?

Tidak, pasukan Mongol yang kita lihat di ibu kota

berbeda dengan pasukan yang di Sasu.

Angolmois: Record of Mongol Invasion subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Angolmois: Record of Mongol Invasion

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left