Le prime 200 righe.
------------------------ Diterjemahkan oleh RuoXi ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Ibu...
Ibu...
Tidak bisa transplantasi darurat,
cuci darah terus dilakukan.
Karena ini penyakit turunan,
DNA pendonor juga harus dites.
Apa peluangnya akan meningkat jika dia pindah ke rumah sakit lebih besar?
Dia tidak bisa dipindahkan dalam keadaan ini.
Kondisinya bisa menurun di jalan.
Kami akan menguji DNA donor dan penerimanya.
Perawatan lain juga akan dilakukan.
DETEKTIF KIM
Tapi saat ini, dia membutuhkan keajaiban.
Keajaiban tidak ada.
Hal seperti itu tidak terjadi di hidupku yang menyedihkan.
APAKAH KEAJAIBAN BISA TERJADI?
Yang berhak hidup atau mati ditentukan oleh takdir.
ARKADE
EPISODE 39
Aku sedang tak ingin main gim.
Hei, awas!
Astaga.
Sekarang bukan waktunya main gim.
Kurasa ini kali pertama kau dipukul oleh seseorang selain keluargamu.
Ini kali pertamaku memukul seseorang selain keluargaku juga.
Lagi pula, aku takkan memukulmu jika kau orang tak dikenal.
KONFERENSI PERS KANG JONG-RYEOL TENTANG PERNIKAHAN JESSICA
Dia istriku dan ibu dari putri kecilku.
Aku minta kalian tidak menyakiti
keluarga tak bersalah dengan menyebarkan rumor tak berdasar.
Kenapa istrimu berbohong dan berkata ini pernikahan pertamanya?
Kau tidak tahu dia pernah menikah, 'kan?
Kenapa kalian ucapkan seperti catatan kriminal?
Hei.
Apa dia berbuat kejahatan?
Mereka mungkin cuma tinggal bersama.
Apa istriku
merampok bank atau menyerang seseorang dengannya?
Dasar bodoh.
Dia bukan calon presiden,
jadi, kenapa dia harus melaporkan status pernikahannya kepada publik?
Aku, suaminya, sudah tahu soal itu.
Dia tak berbohong kepadaku, jadi, kami baik-baik saja.
Kurasa ini bukan sesuatu yang membuatnya pantas dirundung.
KANG JONG-RYEOL YANG AROGAN, RATA-RATA PUKULAN JELEK DAN PRIBADI BURUK
PENGGEMAR JONG-RYEOL GERAM
KONFERENSI PERS KANG JONG-RYEOL DARI SC LIGERS
Cukup permohonanku kepada kalian.
Jadi, aku akan memberi kalian peringatan.
Jangan sampai komentar jahat kalian
menjadi karma suatu saat nanti.
Berhenti bertindak kelewatan, ya?
Jika keluargaku dilukai lagi,
kutuntut kalian semua untuk fitnah.
Kang Jong-ryeol akhirnya dewasa.
Jessica selamat dari bahaya.
Kini semua panah mengarah pada Kang Jong-ryeol.
Sang-mi, baca ini.
KANG JONG-RYEOL MEMBELA ISTRINYA
Astaga.
Dia pasti sudah gila.
Tampaknya kau lebih baik dariku.
Seleramu soal pria lebih baik.
Pil-gu akan menginap di rumah Jun-gi.
Sementara, kau harus memasang tanda...
DETEKTIF KIM
Sebaiknya kau pergi. Sepertinya kau sibuk.
Sial. Kenapa dia terus meneleponku?
Kau sudah berbuat lebih dari cukup.
Aku hanya bisa terima sampai di sini.
Sekarang bukan saatnya.
Setidaknya saat ini, andalkan saja aku.
Aku hanya tidak ingin ini menjadi kebiasaan.
Mungkin karena kau terlalu memanjakanku,
aku lupa cara menjaga diriku.
Jadi, pergi saja.
Dengan begitu kau membantuku melupakannya.
Kenapa kau terus menelepon?
Ada apa? Apa aku penting untuk investigasi?
Apa?
Kenapa?
Aku tidak tahu.
Dia terus meminta putranya membawakan kacamatanya.
Datanglah dan bicara dengannya.
Dia hanya bicara satu menit, lalu dia diam saja.
Jadi, ukuran sepatumu adalah...
Ya, 260 mm.
Itu dari sepatu bot yang kujual.
Kenapa kau
memasukkan serbuk gergaji ke dalam mulut korban?
Untuk membuatnya diam.
Kututup mulut mereka agar mereka diam.
Lalu kenapa kau memasukkan yang satu lagi?
Kau tahu, benda kuning yang ditemukan di tenggorokan korban.
Kenapa kau tak berkata apa-apa lagi?
Kenapa aku tak boleh dikunjungi?
Minta putraku membawakan kacamataku.
Kacamataku.
- Kacamata! - Dia terus menyebutkan kacamatanya
dan hanya itu.
Kita akan biarkan...
dia mendapatkannya.
Aku minta Heung-sik, bukan kau.
Kenapa?
Kau punya perintah untuknya?
Tuan Kim, Tuan Park, masuklah.
- Halo. - Selamat pagi.
Heung-sik.
KAPAL CHUNGNAM
Aku mengerti situasimu,
tapi ini membuat semuanya tidak nyaman.
Aku mengerti.
Siapa ingin bekerja dengan putra pembunuh?
CATATAN
Aku mati kelaparan saja.
PERSIMPANGAN KUE BERAS
Tentu aku akan membayar.
Aku baru saja berpikir untuk memberikannya langsung.
Benar.
Heung-sik,
kau sungguh tak tahu?
Kau tinggal dengannya.
Entah dia tak tahu atau punya firasat.
Siapa tahu?
Mana aku tahu dia hanya menjual minuman atau menjual yang lain juga?
Heung-sik.
Bagaimana jika hidup beretika?
Dongbaek, mari hidup beretika.
Halo.
- Dongbaek. - Dongbaek, itu kau.
Halo. Boleh kubawa Heung-sik denganku?
Aku juga harus membayar.
Ini waktunya makan, jadi, setidaknya makanlah sesuatu.
Kau pelanggan, jadi, anggap ini rasa terima kasihku.
Kau menyelamatkanku
dari para wanita lainnya?
Kita berdua menderita karena orang tua kita, 'kan?
Tapi,
pendapat orang lain
tak berarti jika kau abaikan.
Kau memberiku saran?
Aku merasa seperti melihat diriku sendiri.
Aku bersyukur
atas yang kau lakukan untukku
dan aku menyesal.
Tapi boleh aku tanya sesuatu
yang selalu membuatku penasaran?
Hyang-mi dikremasi.
Aneh rasanya
- itu membuatnya tampak lebih tenang. - Pergi.
Pergi saja.
Aku kelelahan,
jadi, sudahi ini.
Kudengar
dia benar-benar hancur.
Tubuhnya...
di dalam air...
Lem yang ada di tenggorokannya butuh tiga hari untuk dilepaskan semua.
Kau tahu, benda kuning yang ditemukan di tenggorokan korban.
Selain itu,
plankton ditemukan
di hati Hyang-mi.
Kau tahu artinya itu?
Saat kau membuangnya ke dalam air,
dia masih hidup.
Lalu kenapa?
Apa?
Kenapa kau mengoceh soal itu?
Kau tak hanya menenggelamkannya,
tapi juga masukkan serbuk kayu dan lem.
Kenapa dia pantas menerimanya?
Teriakannya membuatku kesal,
jadi, kumasukkan itu untuk membuatnya diam.
Dia mati karena mengantarkan pesanan.
Kenapa...
Kenapa dia...
Kenapa...
Aku ingin tahu kau penasaran soal apa.
Kenapa kau
selalu memberiku barang gratis?
Begini...
Heung-sik, kenapa tidak makan sebelum pergi?
Heung-sik, kau harus makan sebelum pergi.
Ya, harus.
Kacang gratis untuk para pelangganku.
Ini.
Astaga, sepatumu...
Pada 9 Juli, hari pertama kejahatannya,
- dia menggunakan pemadam api di TKP. - Tampaknya berlumuran tepung.
Penyidik menduga
dia melakukannya untuk menghancurkan barang bukti,
DONGBAEK
DONGBAEK, KAU JUGA JANGAN USIL
Begitu?
Kenapa ini tak berfungsi?
Bahan-bahan akan segera dikirimkan.
Setelah telur tiba,
kubuatkan kau telur kukus.
Santai saja.
No comments yet. Be the first to leave one.