Le prime 102 righe.
Aku rasakan energi api yang besar!
Apa si pengkhianat itu ingin bunuh semua orang?
Ignia.
derita setiap hari dan napas yang tersengal-sengal
beokchan hoheupgwa hime gyeoun haruharuga
meyakinkanku bahwa ku masih hidup
ohiryeo nal sara issda malhago isseo
walaupun setiap orang memaksaku 'tuk menyerah
geureohge da pogihara dageuchyeossjiman
namun ku masih punya impian
naegen ajik kkumi isseo
sedikit demi sedikit berlari semakin kencang
jogeum deo sokdoreul nopyeobonda
dekat dan semakin dekat dengan cahaya dunia
jeomjeom deo dareun biccui segyero
berlari sampai napasku sesak
sumchage dallinda
dengan setiap langkah
georeum georeum mada
ku bermimpi akan hari esok
naeirui kkumeul kkunda
genggamlah tanganku
nae soneul japneunda
lihatlah diriku dari sini
unmyeonge majseol geunal
pada saat kuhadapi takdir
cheoeumcheoreom igoseseo
seperti yang kaulakukan dulu
nareul jikyeobwa jwo
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Arti Persahabatan
Itu baru namanya Pendeta Api!
Kurasa kami sudah menyuruhmu untuk letuskan gunung dan hancurkan semuanya, 'kan?
Aku tak bisa melakukannya semudah itu. Berikan aku waktu sedikit lagi.
Mencoba untuk berikan waktu pada manusia untuk bisa melarikan diri?
Bodoh sekali!
Kau berani menipu kami?
Lepaskan saja dia. Tindakan seperti ini sudah kuduga sebelumnya.
Bagaimanapun juga, hal itu takkan bisa gagalkan rencana kita.
Memperpanjang hidup manusia yang menyedihkan itu takkan ada artinya.
Terutama si bocah berambut merah itu yang sudah abaikan keinginanmu.
Mereka pasti akan datang ke sini.
Saat mereka tiba, kaulah yang akan lenyapkan mereka semua.
Tapi, kalau kau berani halangiku lagi, aku akan lenyapkan kalian semua.
Memang benar, ya.
Aku sudah tak punya pilihan lain.
Waktunya sudah dekat.
Pada saat Dewa Iblis bangkit dari abu,
tak ada seorang pun di Elrios yang bisa hentikan kita.
Tentara iblisku akan hancurkan kedamaian di muka bumi ini!
Benar-benar kekuatan yang dahsyat!
Tadinya kukira kuilnya akan hancur menimpa kita.
Apa menurutmu Elsword selamat?
Aku bisa rasakan sinyal kehidupannya. Dia pasti baik-baik saja.
Kehadiran iblis terasa kuat di sini.
Tempat persembunyian mereka pasti ada di sekitar sini.
Sebentar lagi Lu pasti bisa menemukannya.
Lu, bisakah kau rasakan kehadiran para monster?
Aneh sekali.
Aku bisa mencium baunya, tapi keberadaannya tak bisa kutemukan.
Mengandalkan cara-cara primitif seperti itu benar-benar tak dapat dipercaya.
Apa katamu?
Ah. Bukan apa-apa!
Bersabarlah.
Kata Lu dan Ciel mereka rasakan keberadaan para monster di sekitar sini.
Pasti mereka akan menemukannya.
Meskipun pelayannya setengah manusia, tetap saja bocah itu adalah iblis.
Aku tak sangka kau begitu bodoh mau berteman dengan iblis.
Aku tahu iblis adalah musuh kita.
Tapi, kita butuhkan bantuan Lu untuk temukan Scar.
Aku merasa Lu berbeda dari iblis lainnya.
Pemikiran bodoh seperti itu selalu buatmu memercayai orang yang salah.
Pasti ada alasan tersendiri di balik kerja sama antara Ignia dan para monster.
Aku tak mengerti alasanmu membela seseorang yang berkhianat padamu.
Aku percaya padanya karena dia sahabatku.
Ignia bisa saja lenyapkan kita sewaktu-waktu.
Tapi, dia tak melakukannya.
Karena itulah kita bisa selamatkan pendeta lainnya beserta penduduk desa.
Sahabat, katamu? Benar-benar perkataan yang bodoh!
Dia tak menganggapmu sebagai sahabat!
Dia hanya manfaatkanmu untuk raih tujuannya!
Sikapmu yang lemah lembut itu buatmu jadi sasaran empuk, tahu!
Apa Add juga seperti itu?
Apa?
Elsword benar-benar orang yang baik.
Dia langsung percaya padaku tanpa curiga sedikit pun.
Itu karena Elsword sangat bodoh.
Apa kakakku ada di sana
ketika kita temukan tempat persembunyian para monster?
Kalau ada di sana, beranikah kau menghadapinya?
Ya! Supaya orang-orang yang tak berdosa tak disakiti.
Aku akan hentikan kakakku dengan tanganku sendiri.
Kami ada di sini bersamamu. Jangan tanggung bebanmu sendiri.
Ah, tidak. Aku sudah menyusahkan kalian semua!
No comments yet. Be the first to leave one.