Le prime 200 righe.
KEJADIAN YANG DIGAMBARKAN SEPENUHNYA FIKSI DAN TIDAK BERHUBUNGAN
DENGAN INDIVIDU ATAU PEMERINTAH ASLI. SEMUA YANG DI FILM INI TIDAK MEWAKILI,
ATAU MENCERMINKAN POSISI, KEBIJAKAN,
ATAU CARA PANDANG PEMERINTAHAN INDIA TERHADAP NEGARA MANA PUN.
Israel dan Iran.
Permusuhan mereka sudah berlangsung puluhan tahun.
Israel percaya bahwa Iran adalah ancaman bagi mereka.
Untuk mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir, Israel selalu
menyingkirkan ilmuwan nuklir penting Iran, dari waktu ke waktu.
Kisah ini dimulai pada 13 Februari 2012,
saat Iran menargetkan para diplomat Israel
di Georgia,
Thailand, dan yang terakhir,
India.
TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA.
Hei, cepat!
Makan siang.
Beri dia makan siang.
Chote, cepat bersihkan mejanya.
Ambilkan garam.
Juga, ghee.
Apa…
Vijay…
Kau mengancam keluargaku?
Kakak iparnya.
Lalu, siapa yang kirim surat ke rumahku?
Dia.
Pak, kau terlambat. Kasus ini sudah diurus polisi.
Jangan ajari ayahmu cara menjadi ayah.
Kriminal kelas kakap gang Makwana.
Dia menembak duluan.
Buat laporan.
Pak, istrimu.
- Putar balik. - Ponselnya senyap.
Apa gunanya punya ponsel?
Sudah jemput dia?
Aku sudah kirim orang.
Tenang, kue dalam perjalanan.
Rajeev, di mana kau?
Lewat Gurgaon.
Kau tak ke sana.
Siapa yang cek ejaannya?
Tidak akan ada salah ejaan.
Tolong,
tepat waktu.
Aku janji.
- Apa? - Pak, ponselku.
Pesan siapa ini? Aku mau lihat.
Pak, tolong. Kau mengalihkanku.
Ibumu punya dua nama?
Aradhana. Kalpana.
Kau pikir lucu, Pak Gopal?
Jual bunga!
Jual bunga segar!
Paman! Belilah bunga ini.
Jual bunga segar!
Jual bunga!
Jual bunga segar!
TANGGAL 13 FEBRUARI, 2012
Ayah!
Selamat ulang tahun!
Berapa usiamu?
Tujuh tahun.
KEPOLISIAN DELHI
Kau tahu tekananku, 'kan?
Gunakan seluruh sumber daya dan usut tuntas ini.
Baik, Pak.
Di mana Rajeev?
Rajeev?
Kau yakin?
Dia sedang terobsesi dengan Gang Makwana.
Dia bukan terobsesi, Pak.
Makwana mengancam keluarganya.
Kau salah paham.
Obsesi itu bagus.
Cuma polisi yang terobsesi yang bisa menyelesaikan kasus ini, Neeraj.
Tapi, Pak…
Kau tahu dia temperamen.
Dia gila, Pak.
Masalah ini bisa menjadi keuntungan dalam kasus ini.
- Bisa dilihat… - Berita terkini!
Banyak keributan setelah ledakan itu.
Ambulans lalu lalang,
tapi sejauh ini belum ada informasi korban luka.
Kami belum mendapatkan respons dari kepolisian.
PASUKAN PENJINAK BOM
Apa yang R&AW lakukan di sini?
Ini kendaraan Kedubes Israel.
Istri Duta Besar, dua anak,
sopir, pengawal, dan dua pejalan kaki.
Tujuh luka, dua kritis.
Anak-anak?
Untungnya tak ada yang serius.
Tapi istri Dubes mengalami luka bakar 50 persen.
Pak, minta dia menjauh dari Fazlur.
Dia sulit ditangkap.
Dia tak berguna untukmu.
Kirim Baluchi kembali Baluch.
Butuh ikan kecil untuk tangkap ikan besar.
Begitu muncul, dia akan ditembak mati.
Tidak aman untuknya.
Ayolah. Berdebatnya nanti saja.
Kita fokus pada kasus ini, ya?
Kasus?
Apa maksudmu?
Ini serangan pada orang asing,
yang juga seorang diplomat. Ini kasus penting.
Tapi aku menangani kasus IM dan Makwana.
Makwana,
yang mengancam keluargamu?
Ada anak gadis berusia enam tahun sedang sekarat di ICU.
Sayangnya, ayahnya bukan polisi
yang bisa tangkap pelaku dan mengadilinya.
Terserah kau.
Kukira ini keuntungan,
tapi sepertinya aku salah.
Aku tahu dia memang gila,
tapi sampai sejauh ini?
Aku baru sadar kemudian.
RUMAH SAKIT PRIMUS, NEW DELHI
Polisi senior.
Sangat senior.
Bagaimana dia?
Sudah operasi, tapi masih di ICU.
Kau punya informasi?
Ini serangan pada Israel.
Di India.
Israel punya musuh di mana-mana.
Aku mau bicara dengan Dubes.
Nanti.
Sebenarnya, tak perlu.
Biar kami yang urus.
Di mana gadis itu?
Di Safdarjung. Bangsal luka bakar.
Gadis usia enam tahun sedang kritis.
Jadi, kami yang urus.
- Hati-hati. - Apa kata dokter?
Ya. Hati-hati.
- Baik, Perawat. - Mundur sedikit.
- Mundur. - Hati-hati.
- Bisa septikemia. - Hati-hati kakinya.
- Baik. - Beri antijamur.
- Keluarkan tandu. - Ya.
Hati-hati.
Luka bakarnya 70 persen.
Organ vital juga terkena.
Kami mau keluarkan asapnya.
Keluarganya?
Kakaknya duduk di luar.
Jual bunga! Jual bunga indah!
Paman! Belilah bunga ini.
Terima kasih.
Dokter!
Cepat!
Ruangan 305.
Kode Biru, kamar 305.
Kode Biru, kamar 305.
"Piyo", RK?
SELAMAT ULANG TAHUN PIYO
Serius?
Kau datang, 'kan?
Aku sampai 40 menit lagi.
Kau lapar?
Selamat ulang tahun!
- Selamat ulang tahun, Piyu! - Selamat ulang tahun, Piyu!
- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!
Mau apa?
Mau ini atau ini?
Pak, aku baru bicara dengan Sukoon NGO.
Akan ada orang yang menjemput anak itu.
Gadis berusia enam tahun sedang kritis di ICU.
Sayangnya ayahnya bukan polisi
yang bisa menangkap pelaku dan mengadilinya.
Kode Biru, kamar 305.
Untuk meyakinkan Rajeev, tak cuma perlu negara,
tapi juga emosi murni yang lugu.
- Mereka di sana. - Itu dia.
Baik.
- Rihaan. Kemari. - Hai.
- Halo. - Apa kabar?
- Baik. - Mau sesuatu?
- Jaga diri, ya? - Tidak usah.
- Bilang terima kasih. - Terima kasih.
- Pamit. - Dah.
Ayo, Nak. Ayo.
Hari ini, bisa saja Piyu yang celaka.
Fragmen magnetik ditemukan.
Bomnya dipasang di mobil.
Campuran nitrogliserin dan kalium klorida dengan jejak TNT.
Jadi, apa intinya?
Bomnya bukan untuk ledakan besar.
Apa maksudmu…
Pak.
Duduklah.
Tetangga kita tak akan berubah, ya?
PENYELIDIKAN LANGSUNG OLEH AHLI DAN PENGUMPULAN BUKTI
Ini jelas aksi terorisme.
Boleh aku bicara?
Ini bukan aksi teroris biasa.
Mungkin berhubungan dengan militer.
No comments yet. Be the first to leave one.