Le prime 200 righe.
Ayo pergi.
Apa yang kalian lakukan?
Gae Chi Soo! Dasar...
Apa-apaan kau ini?
Setelah kau melakukan ini,
kau pikir aku akan menutup mata dan menerimanya?
Aku masih belum selesai.
Hei, kau...
Gae Chi Soo.
Katakan sesuatu.
Baik. Aku mengerti.
Aku mau. Aku mau bicara, jadi... Tunggulah sebentar saja.
Sekarang ini...
kau sedang marah padaku karena situasi ini?
Tidak, aku tidak marah.
Aku juga terkejut dengan apa yang kulakukan, aku tidak bisa mempercayainya...
Jadi... tunggu sebentar saja.
Tapi... kenapa kau memakai motor?
Apa kau lagi syuting film?
Kita bahkan tidak di tahun 80-an.
Benar. Karena kau aku juga jadi orang 80-an.
Seperti film-film norak di tahun 80-an,
kau terus-terusan muncul di depan mataku.
Ketika aku berjalan, atau makan, atau bahkan ketika aku pergi ke klub.
Mengenakan seragam bola voli kekanakanmu itu,
kau selalu memukul bola ke dalam sini.
Mengikat rambutmu dengan gaya yang aneh,
dan kau selalu mengenakan pakaian yang norak.
Dengan tahi lalat yang terlihat seperti jajangmyeon menciprati wajahmu, wanita yang seperti itu.
Dan lebih dari itu...
wanita yang lebih tidak menarik daripada aku.
Tapi kau terus muncul di depan mataku.
Jadi...
tetaplah berada di sampingku.
Sampai aku mengembalikan kesadaranku.
Sekarang ini...
kau...
ini yang namanya menyatakan cinta, kan?
Ya.
Apa?
Terima kasih dengan tumpangan motornya.
Kau mau kemana?
Aku tidak tahu apakah kamu menyadari ini atau tidak...
Tapi aku sedang berkencan.
Jadi, kamu mau kembali pada Bawang?
Ya. Aku sudah membuat dia menunggu terlalu lama.
Di matamu itu hanya ada Bawang?
Bagimu, aku yang matanya sudah terbakar, sama sekali tidak terlihat?
Lalu, bagaimana denganmu?
Kau tidak melihatku?
Apa? Hei, guru magang!
Sudah sejak lama aku mengatakannya, aku hanya melihatmu.
Tidak! Kau tidak melihatku di matamu.
Di matamu, yang bisa kau lihat hanyalah dirimu.
Apa maksudmu?
Bukannya sudah kubilang aku menyukaimu?
Lalu, apa yang harus kulakukan?
Mengenai pengakuanmu itu,
hatiku di sini sama sekali tidak berpacu.
Kau sudah ada di sini?
Kalau mau tahu aku pergi ke mana, sebenarnya...
Kau pergi membeli obat, kan?
Apa?
Kelihatannya tidak mudah karena kau tidak bisa mengatasi pencernaanmu yang tidak lancar.
Aku mengerti.
Di bagian dalamnya seorang wanita, lebih rumit dibandingkan seorang pria.
Meskipun kau sedang mencoba untuk membersihkan di dalam, kau tetap harus makan.
Cepat makan. Nanti makanannya dingin.
Hei!
Kau mau ke mana sendirian?
Terus kau bagaimana?
Kau pergi ke mana?
Terlebih lagi di hadapanku.
Tidak, itu karena Cha Chi Soo bilang kalau dia menyukai Noona.
Apa hubungannya itu denganmu?
Apa maksudmu? Cha Chi Soo itu,
memilikimu saja tidak cukup, sekarang dia juga menginginkan Eun Bi Noona.
Ba Wool, kau seharusnya peduli juga sama aku.
Kenapa kau mengkhawatirkan guru magang itu?
Dia bahkan bukan Noona kandungmu!
Itu karena....
dia Noona yang aku sukai.
Karena dia Noona yang aku kenal.
Noona yang kau kenal? Apa kamu punya Noona yang seperti itu?
Kenapa? Kau juga,
punya Oppa yang kau kenal di setiap daerah.
Tapi kau...
sekarang sedang marah padaku?
Aku? Kapan aku marah padamu?
Jika saja kita tidak tinggal bersama...
aku bisa bilang hati-hati di jalan dan memberimu ciuman perpisahan.
Itu... tentang yang tadi. Terima kasih.
Untuk sudah menungguku dan tidak pergi ke manapun.
Untuk datang kembali...
Aku berterima kasih.
Dan juga...
orang itu, jika kau kembali dia juga kembali.
Kau mau tahu kenapa aku di sini?
Aku datang untuk mengakui perasaanku kepadamu. Dengan benar.
Aku pergi bertemu dokter pribadiku.
Terus?
Dokter bilang aku terpesona padamu.
Kalau yang begitu...
lepaskan dulu helm-mu, lalu kau bicara.
Aku tidak bisa.
Karena masih ada yang ingin kukatakan, yang bahkan lebih memalukan dan mengerikan.
Aku sudah menjadi seperti ini,
kau juga pasti akan terpesona padaku.
Jadi...
jangan pergi memungut kotoran lain.
Episode 11 Bolehkah kau melukiskan cinta?
Cha Chi Soo itu, terpesona padamu? Itu masuk akal?
Ya. Karena ini tidak masuk akal makanya aku bertanya padamu.
Itu kan memang tidak masuk akal.
Apa kurangnya Cha Chi Soo untuk jatuh cinta padamu?
Umurmu saja sudah tua.
Uang, tidak punya.
Orang yang hanya punya kekuatan.
Kau sedang membicarakan aku sekarang?
Ini tidak bagus. Coba baju yang ini. Cepat, cepat!
Bagaimana bisa jadi seperti ini?
Karena itulah, bukankah aku datang bertanya padamu?
Level 7 menolak pria. Level 9 merayu pria.
Guru hubungan percintaan, Kang Dong Joo.
Aku mengerti. Aku mengerti.
Masalahnya, ini yang terjadi, Sunbaenim.
Kau cantik.
Kau cantik.
Kau cantik.
Apa-apaan ini, Yang Eun Bi? Apa kau gila?
Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?
Diam.
Aku cuma mau menyiram bunga.
Seseorang melakukan ini padaku...
kau adalah yang pertama.
Jadi dia bukannya terpesona padamu.
Dia merasa marah.
Aku yakin, pasti seperti itu.
Tentu saja.
Jika tidak, itu sama sekali tidak bisa dijelaskan.
Sunbaenim tidak punya tubuh yang bagus seperti Song Hye Kyo.
Ataupun wajah seperti Goo Hye Sun.
Bagaimana menurutmu?
Terlalu suram.
Coba ganti yang ini.
Kau yang akan menikah, bukan aku.
Kenapa kau tiba-tiba mau membelikanku pakaian?
Biasanya kalau ingin menikah, kau harus memberikan pakaian untuk orangtuamu.
Memangnya aku ayahmu?
Kau benar-benar...
Kau sungguh sudah selesai dengan pelatih?
Sunbae sendiri...
apa benar-benar tidak punya perasaan pada Cha Chi Soo?
Perasaan apa yang harus kumiliki untuk dia?
Dia masih anak SMA,
dan bahkan belum pergi wajib militer. Apa yang harus kulakukan dengannya?
Aku sudah menjadi seperti ini...
kau juga pasti akan terpesona padaku.
Jadi...
jangan pergi memungut kotoran lain.
Hei! Lepaskan tanganku.
Lepaskan!
Kau merasa seperti itu?
Kenapa kau tidak cepat-cepat memberitahuku?
Dokterku bilang padaku...
waktu itu, aku....
menyangka bahwa aku bisa jatuh cinta dengan wanita seperti ini.
Untuk bisa menerima kenyataan yang tidak terbayangkan ini, aku butuh waktu.
Benarkah?
Kalau begitu cobalah.
Jika kau pria yang lebih baik dariku...
Aku akan mengijinkannya.
Kenapa aku harus mendapat ijin darimu?
Itu karena aku masih penjaga istriku.
Dan juga aku harus memperhatikan kalian berdua sebagai Bos.
Suara hati mana yang harus aku dengarkan?
Ini kejam sekali.
Meskipun aku keren...
Aku tetap bukan Romeo.
Bukan begitu, Ibu?
Dia juga...
tidak apa-apa jika dia menjadi Goliath.
Dia juga bukan Juliet.
Apa-apaan ini?
Apa kau akan menyerah semudah itu?
Setelah bilang kau memegang tanganku, maka kau juga memiliki hatiku.
Apa? Mengatakan padaku untuk mencobanya?
Apa aku ini bahan tertawaan?
Apa dia pikir aku ini perempuan gampangan?
Aku gampangan.
Kau wanita gampangan.
Ini bukan cuma gampangan.
Sembrono.
Kau wanita yang sembrono, Yang Eun Bi.
Noona!
Kau mengagetkanku.
Coba lihat ini.
Ini mengejutkan, bukan?
Kau tetap akan berpura-pura tidak tahu?
- Cha Chi Soo si brengsek itu... - menyukaiku.
No comments yet. Be the first to leave one.