Le prime 200 righe.
Kamala Khan!
SEBELUMNYA DI
Kita tidak jadi ke AvengerCon?
Kompetisi cosplay Carol Danvers
di acara fan terbesar tahun ini.
Kostumku hampir sempurna, kurang sentuhan akhir.
Ini keren banget. Ini punya Nani?
Itu cuma sampah.
Semua gurumu bilang kau menggambar seharian,
di negeri khayalanmu.
Bukan gadis cokelat Kota Jersey yang menyelamatkan dunia.
Ada acara namanya AvengerCon.
yang merayakan pahlawan hebat di masa kita.
Kau mau ke pesta? Ini lelucon, ya?
Coba lihat ini.
Seorang gadis remaja di AvengerCon.
-Belum pernah lihat. -Bawa dia ke sini.
Kau mau jadi siapa di dunia ini?
Ibu sudah lihat apa yang terjadi saat orang terobsesi dengan khayalan.
Kau Kamala Khan.
Mau menyelamatkan dunia? Kau akan selamatkan dunia.
Kosmik.
Apa kabar?
Hei.
-Pagi, Camelia. -Pagi.
Sudah lama aku mau bilang,
namaku dibacanya "Kamala."
-Apa kabar? -Hei.
Hei, Teman-teman. Minggir. Terima kasih.
Yang aku suka dari AirPod itu
kita enggak perlu berdiri sedekat ini.
Aku sayang kalian! Aku mendukung kalian!
Pasangan favorit. Ya!
Aku minta maaf!
Santai saja.
Maaf. Aku mau lihat.
Videomu isinya cuma cahaya pink, aku enggak lihat apa-apa.
Enggak lihat apa-apa? Kucoba menyusut, terbang,
bicara dengan semut. Gagal.
Kenapa berpikir punya kekuatan Ant-Man?
Kami berdua menarik, dan kelihatan awet muda.
Itu benar-benar gila.
Semua bilang seharusnya kutayangkan langsung,
tapi aku cuma mau merasakan momennya, mengerti?
Katanya follower Zoe naik empat kali lipat akhir pekan ini.
Karena dia kontak fisik dengan pahlawan super.
Pasti orang-orang akan tertarik.
Aku mau tahu apa karena dia tahu kalau
aku akan jadi orang yang bisa.
Bayangkan saja berapa follower perempuan yang menyelamatkannya.
Ada alasannya identitas rahasia itu rahasia.
Sejuta follower ?
Ya, tapi aku boleh lihat?
Teater, habis makan siang.
-Kenapa lompat-lompat? -Zoe terkenal.
-Jijik. -Kejadiannya cepat sekali.
Awalnya, aku berpose untuk difoto,
lalu tiba-tiba semua orang teriak,
dan aku terlempar ke lantai.
Lalu ada cahaya putih yang indah di atasku tubuhku.
Aku merasakan aura tenang, seolah-olah aku tahu aku aman.
Ada masalah pahlawan super lagi, dan dia malah,
pamer soal diselamatkan Kapten Marvel versi murah.
Terima kasih.
-Apa? -Terima kasih. Ya.
Ya. Akhirnya ada yang bilang.
Zoe itu, dia tidak bisa berhenti mengoceh.
Ya sudah, tenang.
Jadi, siapa dia?
Night Light.
Ya. Night Light.
Tapi dia benar-benar enggak cari perhatian.
Tapi, itu mengubah hidupku.
Karena itu Jumat ini aku mau mengadakan pesta.
Untuk merayakan rapuhnya hidup ini.
Juga untuk setengah juta follower
tetapi terutama soal kerapuhan.
Dia merayakan rapuhnya hidup.
Kita enggak akan datang ke pesta itu.
Hai, kau anak senior yang baru itu, bukan?
-Kamran. -Ya.
Aku mengadakan pesta Jumat ini, datanglah.
Ya, sepertinya itu seru juga.
-Ya -Terima kasih.
-Oke. Nanti kuberi detailnya lewat DM. -Ya.
Kita harus ke pesta itu.
Apa?
-Aku enggak mau ke rumah Zoe. -Pasti seru.
Itu...
Keren banget.
Bagaimana rasanya?
Kayak ide yang jadi nyata.
Kayaknya tenaga super enggak termasuk, ya.
Harusnya aku lebih rajin saat jam olahraga.
Aku yang menolongmu.
Kau dahulu yang hampir mencelakaiku.
Oke, mungkin aku harus melatih ini.
Oke, enggak ada tenaga super. Aku cuma punya ini.
Kayaknya kekuatanmu bukan dari gelang itu.
Tapi dari dalam dirimu.
Gelang itu seperti membuka sisi manusia supermu.
Jadi, aku ini orang Asgard atau apa?
-Apa aku kerabat Thor? -Aku enggak bilang begitu.
-Bruno! -Mungkin?
Terima kasih.
Ya!
Itu semacam tulisan, bukan?
Sulit dibacanya.
Mungkin bahasa Arab atau Urdu? Enggak tahu.
Oke. Fokus ke yang kita tahu.
Tanganmu ada cahaya dan jadi keras.
Kita sebut saja Hard Light.
Menggetarkan.
Hati-hati, pegangan.
Tolong lepaskan aku.
Kau harus melepaskanku.
Ya!
Kalian berdua selalu saja telat.
Yang benar saja!
Cepat minggir.
Foto lagi. Yang tadi jelek.
-Tagar, dunia masjid. -Atau tagar Deen.
-Hei! -Ayo!
Dilarang Snapchat di masjid!
Ini Instagram!
Masjid ini harus direnovasi.
Enggak, maksudmu area perempuan yang harus direnovasi.
Pasti area laki-laki bagus sekali.
Kebaikan kecil tiap hari...
Karpet kita bawahnya berjamur dan dindingnya keropos.
Enggak bisa pasang poster untuk setiap plester yang lepas.
Nak, tolong jangan bicara selama ada ceramah.
Maaf, Syekh Abdullah,
Bapak tahu susah sekali konsentrasi kalau bapak tidak kelihatan.
Nak Kamala! Senangnya kau datang hari ini.
Partisi dan pintu masuk samping
tujuannya untuk menjaga harga diri dan kehormatan kaum hawa.
Terima kasih, Kamala,
sudah mengingatkan kita betapa pentingnya bersuara.
Tapi mungkin bukan saat ceramah.
Satu hal lagi,
pemilihan Dewan Masjid masih dibuka.
Ya, ampun, Naks, kau harus mencalonkan diri!
Kau gila?
Memang aku mirip bapak-bapak sembilan puluh tahunan?
-Kadang-kadang... -Enggak.
-Ya... -Diam. Kau menyebalkan.
Aduh, gawat! Kamala, sepatuku dicuri!
Versace baruku.
Pencuri sepatu masjid beraksi lagi.
Itu sepatu ke-22 yang dicuri
dan bapak-bapak enggak peduli.
Mungkin aku akan ikut pemilihan dan membuat perubahan di sini.
Ya.
Tunggu, tapi Paman Rasheed juga mencalonkan diri.
Jelas semua orang suka dia.
-Kau serius? -Ya.
Paman Rasheed tak ada apa-apanya dibanding kau.
Jadilah perubahan. Perubahan sudah tiba, dialah orangnya.
Ya, kenapa enggak? Mungkin aku bakal ikut.
Ya.
-Kau jadi manajer kampanyenya. -Apa?
Biar aku bantu.
Hai. Terima kasih.
Bisa?
Aku sungguh menyesal pergi diam-diam.
Kamala, Ibu tahu kau sedang tumbuh,
tetapi Ibu mau kau tetap aman.
Cuma itu yang penting.
Aku tahu.
Aku juga tahu ini waktu enggak tepat untuk minta izin tapi...
Kamala Khan.
Kalau mau minta izin soal AvengerCon kedua atau...
Bukan.
Zoe mengundang teman-teman nanti malam.
Bruno dan Nakia juga datang. Aku akan pulang pukul 21.00.
Apa boleh aku pergi?
Oke.
Tapi, kali ini kau harus pulang lewat pintu depan.
Terima kasih.
Nakia!
Selamat datang di pesta.
Hai. Terima kasih sudah datang. Miguel mengikuti.
Apa kabar?
Kalian mau?
-Enggak, aku... -Apa ada alkoholnya?
Enggak, cuma jus jeruk.
Apa-apaan kau?
-Yang benar saja. -Ada vodkanya.
Oke, aku malas. Pulang naik Uber?
Jangan, nanti dulu!
Semua datang, termasuk kita.
Aku mabuk, ya?
Tunggu, itu siapa?
-Ayo! Lompat! -Dia bodoh, ya?
Jangan. Jangan lompat!
-Ya Tuhan. -Lompat!
Aku tolong enggak?
-Memang kau mau apa? -Enggak tahu.
-Itu artinya apa? -Gila!
No comments yet. Be the first to leave one.