Le prime 200 righe.
Astaga! Ya ampun!
- Siapa kau? - Siapa kau?
Oh Joo-in?
Han Bi-soo?
Oh! Master
Episode 2
Kontrak real estat
Ibuku menjual rumah ini kepadamu?
Ini.
Ini namaku.
Oh Joo-in
Ini nama ibumu.
Kang Hae-jin
Kau melihat capku, bukan?
Jadi, itu menjelaskan alasanmu mengintip melewati dinding.
Kau berencana mencuri rumah ini.
Bagaimana kau bisa menipu ibuku?
Karena kini kau sudah melihat kontraknya,
tolong keluar dari rumahku.
Aku tidak akan pergi.
Jual kembali rumahnya kepadaku. Akan kubayar dua kali lipat.
Kau bersalah karena menerobos masuk properti pribadi.
"Penulis Han Bi-soo ternyata penguntit Oh Joo-in."
Aku bisa menjadikanmu namamu yang paling banyak dicari di internet.
Kubayar tiga kali lipat.
Tabloid
Aku akan menekan tombol "Telepon".
Aku akan menelepon mereka sekarang.
Baiklah. Aku pergi!
Serahkan kunci rumah yang kau pakai untuk masuk.
Lihat saja nanti. Akan kurebut rumah ini kembali.
Tentu.
Dia sangat pemarah.
Astaga. Kenapa Ibu melakukan ini kepadaku?
Bi-soo, ayo tinggal bersama kami.
Ini tidak normal!
Aku tinggal di rumah itu, tapi Ibu menjualnya tanpa seizinku.
Aku tidak bisa tinggal dengan siapa pun di tempat yang sama lagi.
Aku akan menuruti apa pun permintaan Ibu.
Katakan apa yang Ibu inginkan dariku.
Apa karena ayahmu?
Itu...
Aku harus pergi sekarang. Mari kita bahas ini lain kali.
Kapan?
Kau akan pulang ke rumah, bukan?
Kau bahkan tak punya tempat tinggal.
Ibu bersikap sangat aneh.
Jika Ibu punya uang dan banyak waktu luang,
lakukan hobi Ibu.
Jangan terobsesi dengan putra Ibu yang sudah dewasa.
Jadi, studio terus bertanya apa kau akan menerima peran itu.
Mereka hanya bertanya?
Mereka tidak memohon kepadamu?
Aku bisa melihat mereka sangat membutuhkanmu untuk proyek ini.
Kepala Lee memberi tahu studio bahwa mereka harus
mengontrakmu atau stasiun TV tak akan menayangkannya.
Benarkah?
Tapi dia tidak tampak seputus asa itu bagiku.
Apa maksudmu?
Tentu saja Han Bi-soo. Dialah alasan drama ini dalam masalah.
Ayo pergi.
Aku kehilangan rumahku.
Ibuku menjual rumah itu tanpa memberitahuku.
Aku tidak punya tempat untuk tinggal atau bekerja.
Kenapa dia tiba-tiba melakukan itu?
Jangan tanya. Dia menuntut agar aku pindah kembali ke rumah.
Jadi, kau akan pindah kembali?
Tidak.
Baiklah. Aku akan mencari tempat sementara kau bisa tinggal.
Dari semua rumah, kenapa harus rumahku?
Apa Oh Joo-in menelepon kita kembali?
Bintang top lama merespons. Akan butuh waktu.
Bolehkah membuat penulis naskah top menunggu?
Bi-soo, kau bukan penulis top lagi.
"Akibat Konflik di lokasi 'Red Siren',"
"Ada Masalah Pemilihan Pemeran Utama, Apa Dramanya Dibatalkan?"
"Drama Tidak Akan Ditayangkan, Produksi Bermasalah!"
"Rumor Penyerangan Penulis Han Bi-soo".
Lihat mereka. Beraninya mereka bilang karierku berakhir!
Lihat? Nasib studio kita bergantung kepada Joo-in sekarang.
Kenapa kau harus menolaknya tiga kali?
Haruskah kutelepon agennya lagi?
"Penulis Bintang Han Bi-soo Skandal dengan 'Red Siren'. Apa Kariernya Tamat?
Tidak, itu tidak perlu.
Aku akan menemui Oh Joo-in.
Han Bi-soo.
Kau kehilangan rumahmu. Dramamu tidak ditayangkan.
Kau seharusnya setuju memberiku peran itu saat aku memintanya.
Sedang apa kau di sini lagi?
Kenapa kau tidak menelepon kami kembali?
Kami menawari peran utama di drama yang sangat kau inginkan.
Menawarkan, katamu?
- Aku tidak mendengar kata "tolong". - Jadi,
kau suka pilih-pilih diksi?
Sejujurnya, aku berpikir keras apakah harus menerima peran itu.
"Haruskah aku mengambil peran utama dalam dramamu?"
Aku baru memutuskan.
Naskahnya sangat bagus.
Kau sungguh sesuai dengan reputasimu.
Semua orang tahu, naskahku selalu bagus.
- Kau tidak perlu mengatakannya. - Tapi aku menolak.
Kejutan aneh apa ini?
Apa kau membalas dendam kepadaku?
Dengar, aku aktris top.
Ada banyak studio yang menawarkan proyek kepadaku.
Kenapa aku harus membintangi drama yang akan dibatalkan?
Bahkan jika ada yang memohon, aku tetap ragu untuk menerimanya.
Bisa tinggalkan rumahku sekarang?
Oh Joo-in.
Aku...
Aku sungguh minta maaf atas sikapku di masa lalu.
Panti Jompo Ibu
Apa ada masalah?
Ini Panti Jompo Nabom.
Anda wali sah Bu Yoon Jung-hwa, bukan?
- Putriku menungguku! - Maaf menelepon selarut ini.
- Tapi kami harus menghubungi Anda. - Aku harus menemui putriku!
Panti Jompo Nabom
- Minggir. - Ibu Anda bersikeras untuk pulang.
- Kami tidak bisa menenangkannya. - Aku harus pergi!
Panti Jompo Nabom
Dia tiba-tiba menjadi sangat tidak stabil.
Bisakah Anda kemari?
Dia terus menanyakan Anda.
Aku akan segera ke sana.
Aku sungguh tidak bisa bicara sekarang.
Aku harus menemui ibuku.
Di mana dia?
Biar kuantar kau ke sana.
Lepaskan aku.
Ibu. Aku di sini.
Dasar orang-orang jahat! Kalian melarangku menemui putriku.
Ibu...
Tidak, mereka orang baik.
Ayo. Aku akan membacakan salah satu novel Ayah. Kesukaan Ibu.
Ayah?
Tidak! Tidak! Joo-in!
Kita harus mencari Ayah!
Kita harus menemukannya! Lepaskan!
Tidak apa-apa.
- Ibu, tidak apa-apa. - Tidak!
Tidak apa-apa, Bu. Tidak apa-apa.
Panti Jompo Nabom
Semuanya baik-baik saja.
Ibu akan baik-baik saja.
Tidak apa-apa. Ibu.
Gejala sundowning nya makin memburuk.
Sebelumnya, dia terus berjalan-jalan.
Dan kesulitan tidur.
Apa normal jika kondisinya memburuk secepat ini?
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkannya.
Itu bergantung kepada pasiennya.
Itu bisa disebabkan oleh kelelahan.
Bisa juga faktor psikologis
atau perubahan lingkungan.
Perubahan lingkungan?
Kami akan melakukan tes secepat mungkin.
Mari bicara setelah hasilnya keluar.
Baik, Dokter. Terima kasih.
Pak Han, aku mengirimimu daftar rumah.
Asisten Penulis Jae-hwan
Ini cocok dengan rumah tradisional yang dahulu kau tinggali.
Hanok and Boutique
- Apa? - Kau tahu alasanku menelepon.
Kau pergi menemuinya, jadi, ceritakan kejadiannya.
Bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya?
- Aku sudah bertemu dengannya. - Benarkah? Bagaimana?
Apa katanya?
Dia menerimanya atau tidak?
Dia tidak mau?
Sial!
Hei, kau seharusnya memakai cara apa pun
agar dia setuju.
Jika itu tidak berhasil, kau bisa memohon sambil berlutut!
Aku tahu ini sulit bagimu.
Kenapa suaramu berubah?
Beri Oh Joo-in waktu untuk memutuskan.
Beristirahatlah, Dae-young.
Dia pulang dengan selamat?
Tidak mudah naik taksi di sini.
Joo-in, sedang apa kau di sini?
Aku datang setelah selesai syuting karena merindukan Ibu.
Ibu membuat keributan lagi, bukan?
Tidak.
Maaf membuatmu kemari padahal kau sangat sibuk.
Bersama dengan Ibu lebih baik daripada beristirahat.
Ibu tidak mau pulang, bukan?
Aku akan berhenti mengganggu Ibu.
Katakan saja saat Ibu siap pulang.
Aku hanya ingin Ibu tetap sehat di tempat Ibu merasa nyaman.
Baiklah.
- Anda baik-baik saja? Maafkan aku. - Sudah kubilang hati-hati.
Astaga, sakit sekali.
Terima kasih.
Bagaimana lenganmu?
Han Bi-soo yang terburuk.
Dia gila, kau tahu.
Aku meminta perubahan karena adegannya sulit dicerna.
Tapi dia menyerangku seperti orang gila.
Jadi, aku mendorongnya.
No comments yet. Be the first to leave one.