Lucknow Central

Lucknow Central

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Lucknow Central(2017) HDRip SESATMEMBERTEAMIDFL Ass
Un commento di SesatMemberIDFL
Perbaikan eror pada terjemahan sebelumnya. Agar view di spek rendah terlihat nyaman. Dan jangan sungkan untuk memberi masukan di kolom komentar. Demi perbaikan ke depannya.

Tag

hdrip
HDRip
HD
Pubblicato il: 2017-12-12
Download: 39
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Warnai.. Warnai...

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski perlahan-lahan coba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski perlahan-lahan mencoba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

Adakalanya Engkau seperti musuhku..

Kadang malah mendebarkan hati ini..

Mencerai-beraikan benak ini..

Hancurkan perasaan ini.

Adakalanya Engkau seperti musuhku..

Kadang malah mendebarkan hati ini..

Mencerai-beraikan benak ini..

Hancurkan perasaan ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Mimpi-mimpi yang terwarnai...

Takkan lekang di mata ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Meski Engkau inginkan kehancuranku...

Menyakiti diri ini...

Atau merubah muara, jalan yang ku tempuh.

Silahkan saja jika ingin menghina...

Mencibir, menjadikan aib...

Bahkan memalingkan dari Tuhan...

Hingga menamai kafir.. menamai kafir.

Namun asa yang menggila ini...

Laksana awan membumbung langit...

Yang 'kan jatuh menghujani...

Membiaskan gelap pekat menjadi terang.

Namun asa yang menggila ini...

Laksana awan membumbung langit...

Yang kan jatuh menghujani...

Membiaskan gelap pekat menjadi terang.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Mimpi-mimpi yang tlah terwarnai...

Takkan lekang di mata ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnamu mewarnai.

Tetap tak mungkin menjadi padu.

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski selangkah demi selangkah mencoba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

Warnai.. Warnai...

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski perlahan-lahan coba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski perlahan-lahan mencoba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

Adakalanya Engkau seperti musuhku..

Kadang malah mendebarkan hati ini..

Mencerai-beraikan benak ini..

Hancurkan perasaan ini.

Adakalanya Engkau seperti musuhku..

Kadang malah mendebarkan hati ini..

Mencerai-beraikan benak ini..

Hancurkan perasaan ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Mimpi-mimpi yang terwarnai...

Takkan lekang di mata ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Meski Engkau inginkan kehancuranku...

Menyakiti diri ini...

Atau merubah muara, jalan yang ku tempuh.

Silahkan saja jika ingin menghina...

Mencibir, menjadikan aib...

Bahkan memalingkan dari Tuhan...

Hingga menamai kafir.. menamai kafir.

Namun asa yang menggila ini...

Laksana awan membumbung langit...

Yang 'kan jatuh menghujani...

Membiaskan gelap pekat menjadi terang.

Namun asa yang menggila ini...

Laksana awan membumbung langit...

Yang kan jatuh menghujani...

Membiaskan gelap pekat menjadi terang.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Mimpi-mimpi yang tlah terwarnai...

Takkan lekang di mata ini.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnai.. Warnai...

Warnai.. Warnai...

Tempat tujuan yang tlah terwarnai...

Takkan terpisah dari jalan menujunya.

Warnamu mewarnai.

Tetap tak mungkin menjadi padu.

O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..

Warnamu mewarnai.

Meski selangkah demi selangkah mencoba wujudkan..

Tetap tak mungkin menjadi padu.

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Kalau muncul bohlam di kepala..

maka jangan buang waktu lagi.

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Kalau muncul bohlam di kepala..

maka jangan buang waktu lagi.

Beginilah formulanya, Bung...

Langsung dicoba saja...

Beginilah formulanya, Bung...

Langsung dicoba saja...

Jadilah positif lalu kutiplah ...

Keping-keping hati yang hancur...

Keping-keping hati yang hancur...

Keping-keping yang hancur...

Lupakan beban dan menarilah...

Serahkan beban itu pada Tuhan.

Hey pakailah teleponnya Graham Bell..

Lalu hubungi Sang Takdir.

Sampai kapanpun aku takkan menyerah..

Katakan itu padanya.

Tunjukkan jiwa berani..

Nyatakan setiap kehendak...

Jadilah positif, dan tumpahkan air mata..

Ke dalam keranjang.

Tumpahkan ke dalam keranjang

Lupakan segala beban dan menarilah

Serahkan beban itu pada Tuhan

Meski bangsa negri ini menganggap sampah

Serahkan saja itu pada Tuhan.

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Kalau muncul bohlam di kepala..

maka jangan buang waktu lagi.

Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...

Kalau muncul bohlam di kepala..

maka jangan buang waktu lagi.

Beginilah formulanya, Bung...

Langsung dicoba saja...

Beginilah formulanya, Bung...

Langsung dicoba saja...

Jadilah positif lalu kutiplah ...

Keping-keping hati yang hancur...

Keping-keping hati yang hancur...

Keping-keping yang hancur...

Lupakan beban dan menarilah...

Serahkan beban itu pada Tuhan.

Hey pakailah teleponnya Graham Bell..

Lalu hubungi Sang Takdir.

Sampai kapanpun aku takkan menyerah..

Katakan itu padanya.

Tunjukkan jiwa berani..

Nyatakan setiap kehendak...

Jadilah positif, dan tumpahkan air mata..

Ke dalam keranjang.

Tumpahkan ke dalam keranjang

Lupakan segala beban dan menarilah

Serahkan beban itu pada Tuhan

Meski bangsa negri ini menganggap sampah

Serahkan saja itu pada Tuhan.

Menunggu siapa lagi sih?

Sa sa ni sa ga ga sa

Ayo rayakan saja...

Sa.. ni sa ga ma pa..

Hey, menunggu siapa lagi sih?

Ayo mulai saja perayaannya...

Perlahan-lahan naikkan beatnya...

Lalu menarilah ikuti dentumannya.

Hey menarilah jika nanti kami..

Mendentumkan lagu super duper!

Dengarkan

Senandungnya

More Indonesian subtitles for Lucknow Central

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left