Informazioni sulla release

Mononogatari - 14
Un commento di Inisial ZA
14. Pertunjukan Menari

Tag

other
Pubblicato il: 2023-07-21
Download: 40
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 189 righe.

Perayaan! Kembalinya Kejayaan Biro Gagaku!

Terima kasih sudah datang, para manusia.

Hari ini adalah konser kembalinya kejayaan kami.

Semuanya, mari kita meriahkan konser ini!

Hore!

Tsuzumi,

Fukie,

mari kita mulai!

Itu Biro Gagaku?

Sedang apa mereka di sana?

Sudah.

Mereka selalu begitu, jadi, tak usah dipikirkan.

Tunggu, tetapi...

Kau sudah janji kepadaku, 'kan? Hari ini kau akan jalan denganku!

Ya.

Kalau begitu, kita harus ke mana, Hyouma?

Episode 14 Pertunjukan Menari

Eh? Survei soal percintaan?

Ya, Kagami ingin mengecek

perasaan Hyouma saat ini.

Begini, sepertinya perasaan Botan juga mulai muncul, 'kan?

Lo? Kok reaksinya ragu.

Soalnya kita sedang membahas Hyouma.

Dia sama sekali tak peka soal percintaan.

Kalaupun kita mencoba menyurvei, reaksinya pasti bakal sebaliknya.

Lagian, bukankah aku yang lebih cocok kalau mencari tahu hal seperti itu?

Yang ada nanti di sana kau malah ganjen ke cewek.

Ya, kurasa sikap polosnya akan berperan di sini.

Kagami, aku ada jadwal latihan hari ini.

Sudah, mangkir saja untuk hari ini.

Tetapi bicara soal jalan, apa kita akan pergi ke taman bermain?

Kita kan bukan anak SD lagi.

Eh? Begitu, ya?

Anu, Hyouma,

kapan terakhir kali kau jalan?

Aku tak ingat karena dari dahulu latihan terus.

Nada suaranya tiba- tiba menjadi lemah.

Tetapi setelah itu...

Oke!

Hari ini aku akan memandumu.

Wejangan ini bisa dipakai untukmu nanti.

Wejangan?

Benar. Shouyoukyou!

Mode mengumpulkan informasi!

Lewat cermin,

aku bisa menemukan rute yang mengarah ke toko bagus tanpa terjebak keramaian.

Oi, jangan gunakan kekuatan Tsukumogami seenaknya begitu.

Nah, kelihatan! Rute kencannya kelihatan!

Rute kencan?

Nah, ayo ke sana!

Jangan terlalu menuntutku, ya.

Pertama, kita akan keliling toko melihat pakaian dan barang-barang trendi.

Bukankah kita mau jalan?

Jreng!

Bagaimana?

Kagami!

Jangan gunakan kekuatanmu di depan banyak ora...

Nah, itu salah!

Tak boleh begitu.

Seharusnya kau memujiku dengan bilang, "Kau imut," atau, "Kau cocok pakai itu."

Pas makan siang, kita akan pilih restoran ala Italia.

Kelihatannya enak.

Lo?

Cuma pesan itu?

Makanan di restoran semacam ini mengandung kalori tinggi.

Jadi, lebih baik konsumsi serat untuk tubuhmu.

Kita datang ke sini bukan untuk jaga kesehatan.

Nih.

Makanlah.

Enak, lo.

Kalau begitu, selamat makan.

Kita jalan memutar

dan menikmati pemandangan.

Kita main ini sekalian olahraga.

Kena semua!

Lalu bersantai di kafe untuk istirahat dan rileks.

Bagaimana?

Bagaimana, ya?

Memangnya jalan itu harus bagaimana?

Malah tanya itu?

Kita makan pas waktu senggang, terus olahraganya main boling,

dan sisanya cuma jalan-jalan?

Kalau kau menikmatinya, berarti jalan kita berhasil.

Apa kau tak menikmatinya?

Jadi, itu maksudnya, ya?

Berarti hari ini aku menikmatinya.

Eh? Serius?

Piza yang tadi lumayan enak.

Selain itu, ini baru pertama kalinya aku main boling.

Tadi itu pengalaman menarik.

Tetapi Kagami...

Apa?

Tadi kau bilang ini wejangan untuk ke depannya,

apa belajar jalan-jalan ini ada hubungannya dengan tugasku sebagai seorang Saenome?

Ha?

Apa ada hasil yang bisa didapat setelah tahu dan menoleransi

bahwa ada Tsukumogami yang menikmati kehidupan sehari-hari seperti ini?

Apa maksudmu begitu?

Kenapa wajahmu begitu?

Jadi, itu yang kau pikirkan?

Seharusnya kau tahu itu salah!

Lalu apa untungnya belajar hal seperti ini?

Kalau itu, tentu saja...

Untuk kau saat nanti mulai kencan dengan Botan.

Kenapa kau malah seenaknya dan tak bilang kepadaku dahulu?

Sudah kubilang biar aku yang mengatasinya.

Selain itu, yang ada nanti malah merepotkan Botan.

Lagian, aku kurang tahu soal beginian.

Saat cowok dan cewek yang saling suka pergi jalan...

Eh, soal percintaan...

Kenapa mukamu malah senang begitu?

Tidak, kok.

Ini cuma reaksiku saja.

Kalau begitu, boleh tanya, tidak?

Apa?

Anu...

Begini...

Menurutmu,

Botan itu bagaimana?

Pertanyaan macam apa itu?

Tak apa-apa.

Pertanyaan ini untuk wejangan hari ini.

Ya...

Kalau mau blak-blakan,

aku suka dia.

Home run!

Sikapnya yang tenang

dan periang adalah kelebihannya.

Di kampus pun dia sepertinya punya banyak teman.

Eh?

Dia sering membantuku juga.

Aku merasa tertolong.

Eh?

Kalau bahas kelebihan lainnya...

Kupikir dia adalah orang yang layak dihormati.

Aku yakin dia sudah mengalami banyak kesulitan.

Meski begitu, dia tetap melangkah maju.

Tidak, dia mencoba untuk berdiri.

Kurasa dia orang yang mengagumkan.

Kau curang, ya.

Sebenarnya, kami semua di kediaman,

sempat ada adu argumen soal pertunangan

antara kau dengan Botan.

Kami tahu kalian berdua tak setuju soal itu.

Aku juga awalnya takut kepadamu.

Tetapi bakal bagus kalau kalian berdua nantinya bersama.

Itu yang kupikirkan sekarang.

Kalau itu, aku tak tahu!

Kalau di komik, ekspresi malu itu tandanya ada harapan.

Nah, sudah waktunya kita keluar.

Keluar?

Entah kenapa aku agak lelah.

Ya.

Untuk wejangan nanti, kita harus buat persiapan.

Sudah kubilang soal itu...

Tsukumogami?

Hyouma!

Kebetulan, bantu aku! Dia larinya cepat sekali!

Begitu...

Serahkan kepadaku!

Kagami, kau pulang dahulu!

Giliran hal seperti ini, dia sama sekali tak berubah.

Tetapi...

Tak apa-apa.

Hyouma pasti akan mengawasi Botan.

Tadi itu meriah sekali.

Kalau begitu, Nek, konser kita sudah selesai.

Ya, sudah waktunya kita mampir.

Ke kediaman Nagatsuki.

Apa untuk lagu selanjutnya kita pakai ala grunge saja?

Aku ingin main musik rock progresif!

Bagaimana kalau coba lagu idola?

Metal! Coba thrash metal saja!

Aku ingin lagu yang imut seperti di kartun favoritku!

Apa?

Maaf berisik, ya.

Memangnya ada apa?

Mereka itu rekan kami.

Haori, beri kami saran.

Oh, gadis itu... Jangan-jangan...

Botan? Ini kebetulan!

Untuk lagu kami selanjutnya, beri tahu apa yang sering didengar anak muda sekarang!

Kau membuat dia takut!

Selain itu, dia sekarang sedang sibuk.

Lo, Fukie di mana?

Oh, dia ditangkap polisi saat sedang jalan kemari.

Ha?

Bisa perlihatkan barang-barangmu?

Dia sering begitu!

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left