Le prime 156 righe.
Yomi no Tsugai: Pasangan dari Alam Baka
Sip, sudah jadi.
Luar biasa, semuanya kamu bikin sendiri?
Iya, biasanya begitu.
Teknik dasarnya diajari Ayah, sisanya aku ulik sendiri.
Soalnya kita sendirian kalau di gunung.
Aku ingin mengujinya.
Yuru, tolong ajarkan aku cara memakai senjata.
Aku ingin menjadi kuat.
Ya, baiklah.
ABDI DAN DUKUN
Selamat siang.
Kamu yang waktu itu...
Aku Makoto, Tachikawa Makoto.
Maaf soal tempo hari.
Oh, iya, Makoto. Selamat siang.
Si pemilik rubah dan tanuki.
Hari ini ada pekerjaan?
Iya, Jin memanggilku kemari.
Akai dan Midori juga, selamat siang.
Sebenarnya, apa kemampuan mereka?
Mereka ahli penculikan, menangkap orang.
Yin-Yang punya Hamura juga sama, kan?
Bisa menyembunyikan dan memunculkan orang.
Oh, pantas saja kamu direkrut untuk menculik kami.
Mako, bagaimana cara Tsugai-mu menculik orang?
Kok jadi Mako...
Akai bisa berubah jadi manusia.
Dia bisa jadi gadis cantik dan menjebak orang.
Kalau Midori sesuai kata pepatah, "Kantung pel** tanuki seluas delapan tatami."
Itunya bisa melebar seperti jaring
lalu membungkus target dalam sekejap.
Dibungkus oleh kantung pel** seluas delapan tatami?
Dulu dia pernah ikut perang tanuki yang melegenda di Shikoku.
- Panglima musuh bahkan tertangkap - Dibungkus pakai kantung pel**...
- oleh bentangan di selangkangannya - Ih, takutnya!
- hingga membuat pasukan lawan kacau. - Terima kasih sudah menculikku duluan
- Sehebat itulah dia. - sebelum Midori, Yin-Yang.
Ternyata Midori Tsugai yang paling mengerikan.
Omong-omong, kamu memanggil Makoto kemari
bukan buat menculik Kakak pakai Midori, kan?
Bukan!
Aku memintanya mengecek gerbang barat yang sebenarnya tidak ada.
Lo?
Seingatku di sini ada gerbang.
Saat aku masuk, langsung ada batu besar...
pohon biwa, dan pohon pir.
Seharusnya gerbang baratnya memang di sini.
Kok hilang?
Bisa saja digambar ulang oleh Sensei?
Kalau begitu, seharusnya dindingnya masih hitam putih.
Ada garis tipis di sini.
Mana?
Oh, iya.
Garisnya rapi.
Ada lagi.
Jaraknya selebar gerbang.
Bekas pisau cukur? Tapi bukan.
Bendanya pasti lebih tajam.
Tuan Shingo, ada tamu di depan.
Iya, antar dia ke kamarku.
Permisi.
Halo, Paman.
Kamu tampak sehat, ya, Asuma.
Iya, syukurlah.
Maaf selalu membuatmu repot-repot datang kemari.
Kalau begitu, Paman saja yang datang ke wisma Kagemori.
Jangan bercanda.
Nanti informasiku diambil oleh Daftar Hitam milik Fuyuki.
Tapi, aku juga ogah masuk wisma itu
tanpa membawa Tsugai.
Tidak akan ada yang menyerangmu, kok.
Ada kabar baru?
Belum.
Sesuai laporanku, Asa di Kagemori dan Yuru di Tadera.
Bisa-bisanya melepaskan bocah Fuu itu.
Hei, Asuma.
Apa-apaan ini?
Kenapa kesempatan emas menculik salah satu dari si kembar
malah kamu lewatkan?
Yuru dan Tsugai miliknya tidak bisa ditangkap semudah itu.
Paman pasti paham kalau ada di sana.
Lenyapkan komikus itu.
Kalau dia enyah, kamulah yang jadi pewaris klan.
Meski Hagure mati, kepala klan yang sekarang tidak akan mati semudah itu.
Kalau tidak sanggup, makanya bujuk saja Asa!
Mumpung masih lugu,
rayu dia biar patuh padamu!
Merayu gadis di bawah umur itu melanggar hukum.
Sok alim!
Cih, kamu tidak berguna sama kayak ibumu.
Karena laporannya selesai, aku pamit dulu.
Kapan-kapan, datanglah ke wisma Kagemori.
Berisik.
Lo? Keponakanmu sudah pulang?
Oh, aku lupa ada kamu.
Biarlah, nanti juga ketemu lagi.
Shingo, keponakanmu enggak sopan, tuh.
Meskipun kerabat, dia bisa saja menusukmu dari belakang, lo.
Mengurus satu anak saja sudah repot, apalagi kalau dua.
Kamu yakin?
Aman, lagi pula dia cukup bijak.
Dia rela mengorbankan nyawa
demi bertanggung jawab karena telah membebaskan Tenaga Ashinaga.
- Wah, apa ini? - Dia cukup kritis
- Pasti dewa angin ternama, ya? - untuk memahami hal yang kami ketahui.
Ken anak baik, tenang saja.
Justru anak yang berusaha keras bersikap baik begitu
biasanya batinnya rapuh.
Oh, ketemu!
Pasti ini.
Apa?
Laman pemerintah daerah soal orang hilang.
Berisi informasi terakhir seseorang sebelum mereka hilang.
Aku menelusuri daerah Tohoku sebelum Yuru lahir.
Kinjou Nagisa.
Ada formulir atas nama dia di pos pendakian Desa Higashi lama.
Periode dan usianya pun cocok.
Sayangnya tidak ada alamatnya.
Kalian membahas Ibu?
Iya, sepertinya ini dia.
Asa bilang, Ibu orang Okinawa.
"KINJOU NAGISA" Marga Kinjou ada banyak di Okinawa.
Okinawa hurufnya begini.
Nagisa ke Okinawa untuk menemui orang tuanya, kan?
Iya.
"KINJOU NAGISA, OKINAWA" Berarti, Yuru punya kakek atau nenek?
Hup! Ha!
Aku membuntuti Tadera Ryuu sampai ke markasnya.
Membuntuti Tadera?
Kita butuh kepercayaan si Abang, kenapa kamu bertindak seenaknya?
Nanti dia mengira itu kehendak klan kita!
Mereka punya semacam pelindung, namanya Mayoiga.
Dua mata-mata bawahanku gugur.
Lagi-lagi hilang?
Bukan hilang, tapi mati.
Usia mereka 19 dan 40 tahun, dua-duanya pria sebatang kara.
Biar identitasnya bisa dipakai, data mereka akan kubuat seolah masih hidup.
Andai saja anak 19 tahun yang mati itu perempuan,
identitasnya bisa dipakai Gabuchan.
Asa pun sama, perempuan yang meninggal sekitar usia 16 tahun dan sebatang kara
sangat sulit dicari.
Sepertinya Gabuchan tidak memerlukan itu.
Kalau Asa, kurasa dia tidak akan mau membajak identitas orang lain.
Halo.
Jin, kamu ada di wisma?
Asa sedang ditelepon.
Oleh neneknya dari Okinawa.
Aku sehat, kok.
Nenek juga apa kabar?
Aku diperlakukan baik oleh Klan Kagemori.
Iya.
Maaf, Ayah dan Ibu masih belum ketemu.
Begitu, ya.
"KINJOU" Kurasa nanti juga Nagisa
tiba-tiba pulang dengan sendirinya.
No comments yet. Be the first to leave one.