Le prime 200 righe.
BLACKJACK PUKUL 00.01
- Jika ingin hidup, jangan bergerak! - Cut.
Tolong slate.
Phitsawatrak Nam Tai Sok, adegan 4/13. Cut 1, take 1. Slate.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Hei, tak masalah.
Kau pemeran pengganti. Tak perlu akting bagus.
Menggantikan pemeran utama berengsek itu sudah cukup.
Halo.
Ryukyu datang.
Atur ulang.
- Cepat. - Tolong lewat sini.
Setelah "action"...
Kali ini tak ada dialog.
Halo.
Mama, aku pulang dulu.
- Mau pulang? - Ya.
Kusimpankan makanan untukmu.
- Mama, terima kasih banyak. - Sama-sama.
Makanlah di rumah nanti.
- Aku pasti kelaparan tanpamu. - Jangan khawatir.
- Dah, aku pulang dulu. - Dah, hati-hati.
RYUKYU BANTUAN MAKANAN
Halo, ada makanan untukku?
- Ambillah empat. - Terima kasih banyak.
Tanpamu, aku pasti kelaparan.
Terima kasih banyak.
Hei, Min! Banyak sekali makanannya. Minta saja mereka parkir di rumahmu.
Ayolah. Aku harus menyimpannya untuk besok-besok.
Tak banyak pekerjaan pengganti darimu minggu ini.
Adikku dan aku harus makan.
Jika kau benar-benar butuh uang,
apa kau tertarik bekerja memakai senjata sungguhan?
Hei, aku hanya tertarik dengan senjata bohongan.
Aku tak keberatan menjadi pengganti.
Jika aku dipenjara, siapa yang akan menjaga Mhen?
Inikah honor hari ini?
Hanya segini?
Baiklah. Karena kau adalah saudaraku, ada kesempatan casting untukmu.
Tertarik?
Untuk apa?
Untuk film asing. Mereka butuh pengganti untuk beberapa dialog.
Bayarannya besar.
Seberapa besar?
Sekitar... sepuluh kali lipat.
- Dari honormu hari ini. - Sepuluh kali lipat?
Kau serius?
Namun, bahasa Inggris.
Itu dia. Detailnya sudah kukirimkan kepadamu.
Audisinya besok. Pastikan kau berhasil.
Jangan mengacau dan mempermalukanku.
Baiklah, aku akan mempelajari naskahnya.
Terima kasih banyak.
Aku pulang dulu.
Dah.
Terima kasih banyak.
Keluarga pasien, bisakah kemari untuk membahas soal biayanya?
KASIR
Ini dia.
TOTAL 422,636 BAHT
SIMPANANKU
Tempat tidurnya mau disesuaikan lagi?
- Tidak perlu. - Kau yakin?
Baiklah.
Hei, Min, kau datang.
Ya.
Kata dokter, operasinya berjalan lancar.
Dia hanya perlu istirahat dan mengikuti instruksi ini.
Baiklah.
RS KASEMCHAT
Aku pulang dulu ya. Aku tak mau pulang malam dan dimarahi ayahku.
Baiklah.
- Hei, Jeen. - Ya?
Ambillah ini.
Min, sudah kubilang, aku tak mau dibayar.
Traktir aku makan saja.
Ambillah, Jeen.
Kau sudah sering menjaganya.
Anggap saja ini uang bensin untuk pulang.
Ya?
Simpanlah.
Baiklah.
Terima kasih.
Dah. Hati-hati.
Dah. Sampai jumpa, Mhen.
Dah.
- Dah. - Dah.
Mhen, ayo makan.
Ini untuk sekarang.
Simpan ini untuk nanti.
Kau tak mau makan?
Tidak, kau saja.
Ayolah.
Alat pacu jantungku baru saja diganti. Ini tidak sakit.
Operasinya sudah selesai dan aku sudah sembuh.
Aku akan pulang dalam beberapa hari. Berhentilah membuat raut wajah sedih.
- Kau yakin? - Ya.
Min, satu lagi.
Lain kali, jangan ke rumah sakit ini.
Aku tahu di sini mahal.
Kita ke rumah sakit negeri saja, bisa pakai kartu kesehatan 30 Baht.
Tak apa-apa, Mhen. Aku tak mau kau menunggu lama.
Waktu itu kita menunggu sangat lama sampai kondisimu hampir memburuk.
Aku bisa menjagamu, Mhen.
Aku bukan anak kecil lagi. Lagi pula, dinding jantungku agak tebal.
Kita tak perlu melakukan ini.
Segini?
Seberapa tebal? Segini?
Agak tebal? Kau yakin?
Ya.
Kemarilah.
Kau tak bisa bergerak, 'kan? Biar kusuapi.
DIJUAL CEPAT
Hei, Min.
Halo, Pak.
Apa kabar?
Kapan rumahmu laku terjual?
Belum, tapi...
"Tapi" lagi?
Kau selalu saja punya alasan. Kapan kau akan bayar utangmu?
Jumlahnya tidak sedikit.
Pak, aku akan segera membayarnya. Aku akan mendapatkan uangnya.
Tolong beri aku waktu lagi.
- Pak, aku ada sedikit uang sekarang. - Tahan dulu.
Ambillah.
Hanya segini?
Ya.
Anggap saja ini pelunasan sebagian.
"Hei, berhenti."
"Bukan aku masalahnya."
"Kau..."
Halo, James?
Halo, Min? Di mana kau?
Aku sudah sampai.
- Di mana ruang audisinya? - Di lantai empat.
Cepat, aku akan menunggu di depan pintu.
Lantai empat, ya? Baiklah.
Maafkan aku.
- Bajuku kotor. - Hei, apa yang kau lakukan?
Memangnya apa?
Sweterku rusak! Bagaimana kau akan bertanggung jawab?
Kau juga tidak melihat saat berjalan tadi.
- Kulihat kepalamu menunduk. - Apa?
- Kau tak mau tanggung jawab? - Untuk apa?
Kau juga tak melihat. Kopimu mengotori bajuku.
- Anggap saja ini impas. - Impas? Sweter ini mahal.
Lalu, bagaimana? Aku tak punya uang.
- Mengapa kau melakukan itu? - Kau merusak sweterku.
Kau tak bisa begitu.
Kau sangat tak masuk akal!
- Lalu, mengapa? - Ada apa denganmu?
- Lalu, apa? - Apa?
Harap tenang. Silakan menuju ke pintu masuk.
- Lewat sini. - Jangan sampai aku melihatmu lagi!
- Atau apa, Bocah Manja? - Ikuti aku.
- Jangan sampai aku melihatmu lagi! - Atau apa, Bocah Manja?
James.
Astaga, apa yang terjadi?
Mengapa kau muncul seperti ini?
Apakah aku tepat waktu?
Ya.
Sudah mempelajari naskahnya?
Aku sudah hampir menghafalnya. Sudah kucetak dan ada catatannya.
Aku akan berlatih sekali lagi dan setelah itu aman.
Para petugas telah berhasil mengendalikan kobaran api
dari gudang terbengkalai di Pathum Thani.
Di dalam gudang itu, ditemukan heroin dalam jumlah besar
yang diyakini polisi ditujukan untuk pengiriman internasional.
Selain itu, dua jasad pria tak dikenal ditemukan.
Hari ini, Brigadir Jenderal Polisi Kacha Yuenyongwisutt,
Wakil Komandan dari Biro Pemberantasan Narkotika,
memperluas penyelidikan, mengungkapkan bahwa pemilik gudang itu
adalah Tuan Panat Pokket, alias Pond.
JASAD MISTERIUS DITEMUKAN DI GUDANG YANG TERBAKAR
Saat ini polisi telah menahan Tuan Panat Pokket sebagai tersangka.
Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan.
Kami sudah menahan tersangka, si pemilik gudang, untuk diinterogasi.
- Apakah ada dalang di baliknya? - Kami harus menyelidiki lebih dalam.
Kami mengumpulkan lebih banyak bukti
untuk memastikan pelakunya diadili secepat mungkin.
Terima kasih. Permisi.
RUANGAN CASTING
Hei, tidak apa-apa.
Kita coba lagi lain kali.
James.
Apa pekerjaan dengan senjata asli yang kau sebutkan itu?
RUMAH YUENYONGWISUTT
Aku Yada, seorang pebisnis.
Aku kemari untuk membicarakan
peluang bisnis potensial denganmu.
Aku tak tertarik berbisnis denganmu.
Kami juga tahu jasad yang kami temukan di gudang itu
adalah anak buahmu.
Kalau begitu, bisakah ini membuatmu pura-pura melupakan semuanya?
Aku lebih suka melanjutkannya dengan bukti yang kami miliki.
Yang benar akan dinyatakan benar,
dan yang bersalah akan menghadapi konsekuensinya.
Kalau begitu,
semoga berhasil, Deputi Komandan Kacha.
No comments yet. Be the first to leave one.