Le prime 200 righe.
pada hari itu, umat manusia telah ingat
ano hi jinrui ha omoidashita
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
bayang melaju dalam cahaya yang redup, membuat setiap orang gelisah
usuyami no naka susumu kage ha daremo kokoromoto naku
masa depan yang tak pasti selalu saja mekar di atas es yang tipis
futashika na mirai ha itsudatte hakuhyou no ue ni saku
setiap kali malam telah tiba, berkali-kali
yoru ga otozureru tabi ni ikudo mo
dengan lembutnya kami elus leher dengan tangan yang dingin ini
tsumetai te de oretachi no kubisuji wo yasashiku nadeta
walau khianati senja, kami bergantung pada nyala harapan di punggungnya
tasogare wo uragitte tomoru kibou no se ni sugari
walau tahu bahwa mengejarnya akan bawa kita menuju neraka
oikaketa jigoku he to mukatteiru to shittemo
bila ingin lihat kelanjutan dari mimpimu, apa yang bisa kautawarkan?
yume no tsuzuki ga mitai nara omae ha nani wo sashidaseru
iblis itu berbisik dengan manisnya, dan jalanannya terbuat dari para mayat
akuma ha amaku sasayaita shikabane de michi wo tsukure
"apa yang ada di sisi lain tembok?" pertanyaan itu selalu hantui kami sejak kecil
sono kabe no mukou ni nani ga aru osanaki hibi ni akogareta
kebenarannya akan berada di sana, di ujung akhir jalan yang penuh mayat ini
shinjitsu ha sugu soko ni aru shikabane no michi no saki ni
jejak panah dan busur yang betebangan telah menyebar dan tembus sayap kebebasan
yumiya ga kakenuketa kiseki tsubasa wo chirashite
bahkan bila harus lapisi jantungmu, tapi masih terlalu dini untuk berdoa
shinzou wo tabanetemo Requiem ni ha hayasugiru
itu karena mataharinya masih belum tenggelam
taiyou ha mada shizundeinai no dakara
teruslah 'tuk maju hingga lewati ombak
susumi tsuzukeru nami no kanata he
Keturunan
Lindungi dia!
Sekalipun nyawa yang jadi taruhan,
kita harus lindungi Eren agar dia bisa sampai gerbang!
Pokoknya, jangan sampai biarkan para Raksasa itu mendekatinya!
Mau tutup lubangnya pakai batu itu?
Nekat sekali rencananya!
Bisa-bisa Eren justru dimakan.
Kalau itu terjadi, masih banyak hal yang belum kita ketahui!
Ya.
Kalau sampai terjadi, mau tak mau aku harus berbuat sesuatu dengan wujud Raksasaku.
Tapi kalau memang rencana mereka berhasil,
lubang yang susah-susah kita buat jadi tertutup!
Tak masalah.
Petunjuk yang kita cari selama lima tahun ini pun akhirnya ketemu.
Hoi, kalian berdua...
Apa maksud pembicaraan kalian barusan?
Apa maksudnya "wujud Raksasaku," Reiner?
Lalu apa maksudnya, "lubang yang susah-susah kita buat," Bertolt?
Marco.
Yang kami katakan barusan sekadar candaan.
Kalian kelelahan, ya?
Kalian tak seperti biasanya!
Fokuslah dengan misi kita!
Lihat, ada Raksasa yang mendekat!
Ayo bergegas!
Eren mampu berubah jadi Raksasa.
Manusia yang bisa berubah jadi Raksasa.
Berarti Raksasa Kolosal yang tiba- tiba muncul lalu menghilang pun
kemungkinan adalah seorang manusia juga?
Artinya di antara manusia,
ada Raksasa musuh yang tengah bersembunyi.
Dan itu...
Reiner!
Reiner, apa yang kaulakukan?
Reiner.
Ini pasti bercanda, 'kan?
Tidak, Marco.
Berhubung instingmu tajam, kami tak boleh tinggal diam!
Seseorang, tolong...
Annie! Selamatkan aku!
Apa-apaan ini?
Reiner bertingkah aneh!
Selamatkan aku!
Dia dengar pembicaraan kami!
Kita tak boleh membiarkannya hidup!
Yang benar saja.
Sialan!
Eh?
Raksasa!
Dia mengarah ke sini!
Annie!
Lepaskan Perlengkapan Bermanuver 3D milik Marco!
Eh?
Cepat lakukan!
Kenapa malah aku?
Tadi, kau selamatkan Connie, 'kan?
Kenapa kau mau-maunya bahayakan dirimu?
Mungkinkah gara-gara kau sudah terlena oleh ras iblis ini?
Kalau bukan begitu, buktikan sekarang juga!
Kalau memang kau serta ayahmu yang menunggu kepulanganmu
bukan termasuk dari ras iblis ini.
Buktikan sekarang juga!
Reiner! Raksasanya sudah hampir di dekat kita!
Annie!
Hentikan!
Annie, jangan dilepas!
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Kenapa kau lakukan ini?
Annie!
Begitulah seharusnya pejuang.
Annie, kerja bagus.
Reiner, bagaimana?
Masih belum.
Lakukan kalau sudah berkumpul.
Begitu rupanya.
Pas itu mereka tunggu Raksasanya berkumpul.
Tunggu.
Kenapa kalian seburu-buru itu?
Bukankah kita belum
membicarakannya baik-baik?
Hoi.
Kenapa
Marco
dimakan?
Aku jamin, Annie pasti baik-baik saja, kok!
Mana mungkin dia disiksa.
Lagi pula, coba pikir baik-baik.
Dengan kekuatan yang kita miliki,
satu luka kecil saja malah bisa memicunya.
Apalagi buat orang sepintar Annie.
Mungkin dia bersembunyi di suatu tempat dan melatih tendangannya.
Tapi identitasnya pasti sudah terungkap.
Sepintar apa pun Annie...
Eh?
Berarti tekad kalian masih belum kuat.
Begitu, ya.
Lalu, untuk apa coba perjanjian yang kita buat sebelumnya?
Aku bisa memberimu satu kesempatan lagi, Reiner.
Tapi kalau kau kalah lagi, serahkanlah Raksasa Berzirahmu kepada pejuang lain.
Tak usah, aku tak berniat mengulangnya.
Kalau begitu, kuatkan tekad kalian.
Tujuan kita hanya satu, 'kan?
Merebut kembali koordinat,
dan mengakhiri sejarah terkutuk ini.
Ayo kita akhiri.
Kitalah yang harus mengakhirinya.
Baiklah.
Soal Annie, bisa kita kesampingkan dulu.
Cukup kita saja yang akan rasakan neraka ini.
Mari
akhiri ini!
Bertolt.
Ketua Zeke.
Pasukan musuh mendekat.
Mereka sudah sampai di lereng gunung.
Wahai para pejuang yang gagah berani...
Mari kita akhiri semuanya di sini dan penuhi kewajiban kita!
Panas!
Ayo.
Ya.
Bertolt.
Ini sudah sering kukatakan berkali-kali.
Karena mulai dari sini posisi kita berjauhan,
jadi, cobalah berpikir dan bertindak sendiri.
Ya.
Jangan terus-terusan bergantung pada arahanku.
Ya, aku paham.
Padahal kekuatanmu yang paling dahsyat dari pejuang lain,
tapi kau selalu serahkan bagian penting ke orang lain.
Terus terang, selama ini kau kurang bisa diandalkan.
Aku mengerti.
Harusnya sampai detik ini saja.
Akan kita akhiri di sini, 'kan?
Tentu saja!
Ayo menangkan dan akhiri ini!
Teruslah semangat begitu sampai Annie tersayangmu kembali!
Sudah kubilang bukan seperti itu!
Biarpun orang seperti Annie, kalau diselamatkan oleh seseorang,
pasti orang itu dianggap pangeran baginya.
Itu berlaku untukmu juga.
Lalu, Krista...
Aku pasti akan menyelamatkannya.
Soalnya itu janjiku kepada Ymir.
Ya, pasti kita tepati janjinya.
Sampai jumpa.
Tolong ya, Sobat.
Serahkan padaku!
Sudah lumayan lama sejak Reiner berubah jadi Raksasa.
Masih belum ada tanda darinya, ya?
Reiner, apa kau baik- baik saja di sana?
Berhasil!
Kita ledakkan kepalanya!
Raksasa Berzirah berhasil kita habisi!
Mampus juga.
Dari dulu, kau selalu bikin repot kami.
Rasakan itu, dasar keparat!
Kenapa kalian malah menangis?
Ayo, berdiri!
Ini masih belum berakhir, lo!
Jangan menangis!
Kita berhasil menghabisinya, tahu!
Masih belum!
Siapkan perlengkapan kalian dan siaga untuk berikutnya!
Armin.
Bukannya tak mau dibicarakan baik-baik dulu.
Masalahnya, pihak kita memang hanya punya sedikit informasi.
Kita tak punya kekuatan untuk tangkap manusia yang berubah jadi Raksasa.
No comments yet. Be the first to leave one.