Le prime 174 righe.
Tak perlu panik.
Kalau kalian melakukan kesalahan,
aku akan melakukan apa yang disuruh atasanku.
Jangan lupa kalau majikan kalian
ada di tempatku.
Oi, Botan sudah bangun.
Ayo, Semuanya!
Ya!
Minggir!
Kau...
Ternyata mereka suka kasar kepadamu, ya?
Papa, mengobrolnya sudah selesai, 'kan?
Kalau begitu, aku pinjam Hyouma dahulu.
Ah...
Ya, biarkan saja.
Syukurlah kau sudah bangun, Botan!
Kalian...
Apa ada bagian tubuhmu yang terasa sakit?
Apa kau merasa tak enak badan atau lelah?
Kalau merasa ada yang sakit, tinggal beri tahu kami!
Kalian semua, tenang dahulu!
Maaf.
Kami sangat mengkhawatirkanmu.
Ya, aku tahu.
Terima kasih, Semuanya.
Oh, ya.
Tolong beri tahu Kushige juga kalau aku baik-baik saja.
Aku yakin dia pasti mengkhawatirkanku di kediaman.
Episode 17 Bulan Terbenam
Tak usah! Kau tak perlu merangkulku.
Wah, galaknya muncul.
Terus, apa yang ingin kau bicarakan?
Eh, ada apa? Kau ingin tahu?
Kau membawaku ke sini karena ada perlu denganku, 'kan?
Hyouma.
Kau sudah bertemu dengan Payung Kertas, 'kan?
Ya.
Aku tak bisa memastikan kalau dia itu musuh utamaku.
Tetapi kau merasa dia itu mencurigakan, bukan?
Ya.
Ya, berarti tak buru-buru mengejarnya adalah pilihan tepat.
Yang dikatakan Nagi itu benar.
Menunggu informasi dari Payung Kertas adalah keputusan yang bijak.
Selain itu, kita juga harus mencari tahu siapa yang menyerang kediaman.
Aku tahu.
Tetapi sepertinya kau tahu sesuatu, Tsubaki.
Aku sudah menyelidiki sendiri soal Payung Kertas,
dan sudah menemukan sesuatu.
Menemukan sesuatu?
Tetapi ada beberapa hal yang hanya kau tahu.
Hal yang hanya kau saja yang bisa melihatnya.
Ini kesempatan bagus,
bagaimana kalau nanti kita bertukar informasi?
Baiklah.
Kurasa itu akan menguntungkan...
Hore! Akhirnya aku bisa kencan denganmu!
Kita memang harus pergi ke tempat yang enak buat mengobrol berdua.
Seperti pergi ke kafe modis.
Tunggu dahulu, kenapa kita malah bahas itu?
Atau...
Apa kita harus menginap semalam di sini?
Ini tempat terbaik yang sangat kurekomendasikan!
Sepertinya obrolan kita sudah selesai.
Aku pergi dahulu.
Tunggu dahulu! Kita belum selesai!
Setelah ini, kau akan mengobrol dengan kedua abang...
Aku sudah dengar, Kunato.
Kudengar kau marah dan mengamuk di depan payung itu.
Jangan bilang kalau kau sudah lupa teknik bertarung ala Kadomori
yang sudah susah payah kami ajarkan kepadamu?
Atau kau malah tak membutuhkannya?
Aku sadar betul kalau itu salahku.
Itu sebabnya aku sudah siap ditegur!
Asal kau tahu, ceramah kedua abangku ini sangat tegas.
Kau pasti bakal duduk lama mendengarnya.
Bisa pulang hari ini sudah termasuk beruntung.
Aku tak akan membantumu karena sudah
menolak ajakan kencanku.
Oh.
Kau menolak ajakan kencan adik kami?
Kau... Itu tak lucu, tahu!
Tidak, kalau soal itu...
Diam!
Tetapi itu agak tak terduga.
Prioritas kita sekarang adalah melindungi Botan.
Kupikir Hyouma akan langsung pergi kalau Tsukumogami
yang sangat dia benci muncul.
Tetapi sudahlah.
Akhirnya musuh yang menarik sudah muncul.
Ini pasti bakal menarik.
Tak kusangka aku dapat ceramah sampai lima jam.
Ya, ini salahku juga, sih.
Ah.
Hyouma.
Botan.
Bagaimana kondisimu?
Sudah baikan.
Begitu.
Maaf, aku tak langsung menjengukmu.
Tak apa-apa, justru Nagi dan yang lainnya malah heboh di ruang medis.
Aku jadi kesulitan.
Bagaimana dengan yang lain?
Mereka sudah tidur.
Mereka pasti sangat kelelahan.
Botan.
Soal kondisimu...
Ah, tidak.
Soal Kushige...
Dia adalah teman bermain terbaikku saat aku kecil.
Yang lainnya sibuk dengan pekerjaannya,
jadi, di kediaman cuma ada aku dan Kushige.
Kami bermain karuta
dengan tenang.
Tetapi dia selalu menemaniku bermain.
Awalnya dia terlihat dingin dan jarang bicara,
tetapi sebenarnya suara dia saja yang terlalu pelan.
Dia sama seperti yang lainnya,
selalu berusaha menjagaku dengan baik.
Ya.
Karena itu...
Aku yakin dia pasti akan segera bangun.
Semua Pengantin Tsukumogami
berharap suatu saat aku akan bahagia
saat aku menjadi pengantin.
Aku tak bisa membayangkan dia pergi
tanpa melihat gaun terbaikku.
Aku baik-baik saja.
Ya ampun.
Kau membuatku kagum, Botan.
Jadi, begini... Bagaimana menjelaskannya, ya.
Alasanku menunggumu di sini...
Menungguku?
Maafkan aku.
Ah, tidak! Aku memang sudah niat.
Soal yang tadi...
Aku tak sempat memberitahumu soal yang waktu itu.
Memberi tahu?
Soalnya...
Aku...
Soal Kei dan Natsuki...
Tadi mereka sudah bangun.
Alasan kami
baik-baik saja sekarang
adalah karena kau datang menolong kami saat itu.
Karena itu...
Terima kasih
sudah menepati janjimu.
Sejujurnya, ada banyak hal yang harus kurenungkan.
Itu tak benar.
Tetapi...
Aku merasa terselamatkan hanya dengan mendengarmu bilang begitu.
Hyouma.
Tetapi...
Aku akan melindungimu sampai mereka mengakuiku,
dan aku yakin pasti akan berhasil melakukannya!
Tunggu saja!
Ya!
Aku tak sabar melihatnya.
Begitu, jadi, Payung Kertas muncul.
Setidaknya, Nona Muda baik-baik saja.
Benar.
Tetapi
aku tak menghadapinya sendirian.
Kalau kau sudah menyadarinya, berarti kau sudah ada perkembangan, ya?
Hyouma,
mungkin sudah waktunya bagimu untuk menghadapi "itu".
Hal yang selama ini selalu kau hindari,
yaitu kekuatanmu sendiri.
Saat aku melihatnya lagi,
itu membuatku agak sedih.
Hyouma, gunakan senjata penarikmu.
Tetapi senjata itu...
Benar, senjata penarik yang selalu kau tolak untuk digunakan.
Kau memilih menggunakan senjata penarik
No comments yet. Be the first to leave one.