Le prime 200 righe.
Siapa bilang aku tidak datang? - Benar.
Aku di sini.
Kalian baik-baik saja? - Ya.
Kita mengirimi Shin Dong pesan ceria pekan lalu. Dia menontonnya.
"Selagi cuti kerja"
"Kuharap Shin Dong juga mengencani seseorang. Dari Kyung Hoon"
"Jam pelajaran kedua tanpa Shin Dong tidak ada artinya. Dari Soo Geun"
"Pada hari Sabtu yang menyenangkan"
"Kita membutuhkan Shin Dong"
"Shin Dong, cepatlah kembali"
Shin Dong terharu dan mengirimkan pesan video.
Di mana dia? Hei, Shin Dong. - Hei.
Lihat. Dia tampak jauh lebih baik sekarang.
Benar sekali. - Semuanya, kalian baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Jangan cemaskan aku.
Aku akan segera kembali ke acara ini.
Tolong tunggu Senior Dong.
Aku akan segera tampil di Bagian Dua.
Teman-Teman, aku akan segera kembali.
Apa? Dia menato alisnya.
Dia akan muncul nanti di jam pelajaran kedua hari ini?
Dia terlihat lebih baik sekarang.
Benar, bukan? - Shin Dong, cepatlah kembali.
Shin Dong, aku tak akan menjadi rekanmu lagi. kembalilah.
Dia harus istirahat sekarang. - Ini lebih melelahkan dari dugaan.
Tidak ada yang mendengarkannya. - Hwang Soo Kyung.
Apa? - Soo Kyung juga tertekan.
Apa itu tadi? - Itu lagu Yoon Su Il.
Apa yang terjadi? - Itu pintu otomatis?
Apa? Astaga. - Astaga.
Pesan Olimpiade Musim Dingin? - Seong Jae datang.
Siapa yang memesannya? - Ada yang memesannya?
Astaga. Apa yang terjadi?
Kami memesannya. - Apa yang kita pesan?
Hei, Pengantin Baru.
Seong Jae datang.
Pengantin baru datang.
"Murid pindahan datang saat Olimpiade Musim Dingin dimulai"
Seung Hi juga di sini. - Peraih medali emas ada di sini.
Hai.
Hei, Yoon Gy. - Yoon Gy.
Kami terlalu sering melihatmu. - Yoon Gy.
Yoon Gy pernah kemari. - Belum terlalu lama.
Seong Jae dan Seung Hi belum pernah kemari.
Benar. - Benar.
Kalian pindah dari sekolah mana?
Kami dari SMA Persatuan Olahraga.
Suaraku satu-satunya bakatku. Aku Bae Seong Jae.
Astaga. - Suaranya bagus.
Aku menjadi lebih sibuk setelah pensiun.
Aku gadis peraih medali emas, Park Seung Hi.
Park Seung Hi. - Aku Kwak Yoon Gy,
ahli gerakan perayaan.
"Murid pindahan sempurna untuk tema Olimpiade Musim Dingin"
Yoon Gy, kamu tampak aneh dengan warna rambut itu.
Bisakah kamu mengecat rambutmu lagi?
Kenapa kalian tidak menyiapkan wig untukku?
Benar sekali. - Itu warna rambut khasnya.
Benar. - Mereka semua teman Soo Geun.
Benar. - Benarkah?
Aku pernah bekerja sama dengan Seong Jae dan Seung Hi.
Yoon Gy adalah anggota KOK.
Kecil... - Apa kepanjangan KOK?
Dia yang paling pintar. - Klub Orang Kecil.
KOK? - Klub Orang Kecil.
Kamu sudah lama bekerja sama dengan Seong Jae.
Selama lebih dari empat tahun. - "Shooting Stars"?
Benar. - Aku mengomentari pertandingan
yang dimainkan Seung Hi. - Dia banyak berkontribusi.
Benar. - Kami tampil di acara itu bersama.
Ya. Di "Shooting Stars", Soo Geun dan aku
Kalian sudah bekerja bersama. - mengomentari pertandingan bersama.
Di antara semua yang pernah bekerja denganku sebagai penyiar olahraga,
dia yang paling nyaman diajak bekerja sama.
Benarkah? - Apa alasannya?
Dari segi apa? - Dia bekerja sangat keras
sebagai komentator. - Benar.
Dia terus membuat prediksi.
"Kurasa mereka akan mencetak gol kali ini."
Namun, ternyata tidak. - Tunggu. Dia membuat prediksi?
Dia bertaruh uang di pertandingan? - Tidak.
Aku membuat prediksi karena mirip ibuku.
Benar juga.
Ibunya dukun yang hebat. - Itu karena perdukunan.
"Karena perdukunan"? - Itu tidak benar.
Rain percaya pada "Rainisme", aku percaya pada perdukunan.
"Perdukunan"
Sudah berapa lama Seong Jae bekerja lepas?
Aku sudah menjadi pekerja lepas selama lima tahun.
Sudah lama sekali. - Selama itu?
Aku agak kesal kepadanya. - Begitu rupanya.
Sangat umum bagi seorang penyiar untuk tampil di Men on a Mission
setelah bekerja lepas. - Benar.
Benar. - Aku yakin dia benci
melihat salah di antara kita. - Itu masuk akal.
Kenapa tidak datang ke acara ini? - Sejujurnya,
kalian semua membuatku merasa itu berlebihan bagiku.
Terutama Yeong Cheol
Aku? - menguras energiku
tiap kali aku bertemu dengannya. - Benarkah?
Aku tipe orang yang pendiam.
Yeong Cheol dan Soo Geun - Benar.
menguras semua tenagaku. - Begitu rupanya.
Aku harus beristirahat di ranjang selama dua hari.
Kami juga berbagi ruang tunggu.
Karena Seong Jae bilang dia benci bekerja denganku,
aku harus meninggalkan acara itu. - Itu tidak benar.
Itu alasanmu tinggalkan acara itu? - Dia senang saat aku berhenti.
Aku dengar itu. - Itu tidak benar.
Aku menangis. - Aku berhenti setelah lima tahun.
Aku menangis saat mendengar kamu akan berhenti.
Jadi, rumor bahwa Seong Jae memengaruhi keputusannya benar.
Tidak. Itu tidak benar. - Benar sekali.
Aku sering mengirim pesan kepada Soo Geun
untuk katakan aku merindukannya. - Aku tahu.
Untuk meminta maaf kepadanya? - Tidak, bukan itu.
Untuk katakan aku merindukannya. - "Maaf aku membuatmu berhenti."
Aku bersumpah itu tidak benar. - "Maaf aku membuatmu dipecat."
Apa yang kamu sukai darinya?
Apa yang kau benci darinya? - Maksudmu, Soo Geun?
Beri tahu kami satu per satu. - Dia mengetahuinya.
Apa yang kamu sukai darinya? - Soo Geun?
Kamu membuatnya dipecat karena dia menguras energimu.
Seong Jae bilang mereka harus - Benar sekali. Sekarang...
pecat antara dia atau Soo Geun. - Tidak.
Tetap tenang. - Itu tidak benar.
Mereka tak akan berhenti sampai kamu bilang dia membuatmu tidak nyaman.
Baru berakhir jika bilang begitu. - Namun, maksudku...
Benar. Mari kita akhiri ini. - Benar.
Aku tidak mengatakan apa pun.
Saat bertemu sutradara, aku cuma membuat isyarat ini.
Begitu rupanya. - "Pecat dia."
Kamu membuat isyarat itu? - Isyarat ini akan cukup
untuk memecat seseorang. Jelas. - Sudah selesai.
Aku memberi isyarat tangan. - Kamu tak perlu katakan apa pun.
Aku tidak mau bicara di telepon agar tidak meninggalkan bukti.
Kalian berdua memenangkan Anugerah Pasangan Terbaik
dan sudah lama bekerja sama. - Ya.
Kamu tahu dia menjalin hubungan?
Aku tahu itu.
Kamu tahu? - Apa?
Kudengar tidak ada yang tahu. - Seung Hi, kamu tahu?
Sebenarnya... - Kamu tidak tahu, Soo Geun?
Seong Jae membuat kejutan.
Benar. - Saat kami bekerja bersama,
kamu menjelek-jelekkan istrimu.
Kapan aku melakukannya?
Dia menjelek-jelekkan istrinya?
Dia kritik kemampuan sepak bolanya dan bilang dia kurang berlatih.
Benar. Kamu bilang begitu. - Benar. Dia bilang hal semacam itu.
Benarkah? - Di hari musim dingin...
Aku bilang, - Kritik kemampuan sepak bolanya?
"Kami harus mempertahankannya di tim kami
meski dia tidak terampil." - Kamu tidak tahu soal itu.
Tunggu. - Saat kubilang dia harus bermain,
katanya istrinya tidak boleh bermain karena tidak mahir.
Tidak seperti kata-katanya... - Ya?
Jadi, kamu tidak tahu soal itu? - Di depan kami,
dia mengkritik istrinya,
tapi malah bermesraan dengannya di belakang kami.
"Kamu mengerti kenapa aku harus bersikap seperti itu, bukan?"
Itu yang dia lakukan saat itu. - Lalu istrinya...
Itu strategi pengalihan. - Itu artinya
dia bahkan menemuinya saat itu? - Dia menipu kita. Ya.
Saat aku bersama yang lain... Bagaimana mengatakannya, ya?
Benar. - Aku tercekat.
Aku tidak tahu.
Dia bingung. - Aku berusaha tidak menunjukkannya.
Suatu kali, selama pertandingan sepak bola,
dia terjatuh keras. - Benar.
Karena aku punya banyak pengalaman sebagai penyiar olahraga,
saat melihat pemain terjatuh,
aku tahu apakah pemain itu bisa terus bermain.
Saat aku melihatnya terjatuh,
kupikir dia tidak boleh bermain. - Kamu tidak peduli
apakah pemain lain terjatuh atau tidak.
Saat itu, Seong Jae... - Tepat. Aku bermain purnawaktu.
Kamu bermain purnawaktu? - Dia tidak peduli dengan Seung Hi.
Saat dia bilang istrinya harus membantu tim...
Kamu bilang saat dia mengkritiknya,
kamu juga menjelek-jelekkannya.
Tentu saja, aku juga menjelek-jelekkan dia.
Aku merasa tidak enak... Maafkan aku, Da Yeong.
Aku melakukan itu karena tidak tahu tentang mereka.
Namun... - Pantas dia membuatmu dipecat.
Dia memandu acara radio. - Kamu benar.
Dia sangat sibuk saat itu. - "Beraninya dia kritik istriku."
Mungkin itu alasan dia begini. - "Aku akan membuatnya dipecat."
Dia sama dengan Kyung Hoon. - Dia punya alasan.
Kami juga tidak tahu tentangnya. - Benar.
Benar. Kami tidak tahu. - Istrinya duduk di sana.
Pasti mereka saling memberi sinyal diam-diam.
Kami sungguh tidak tahu. - Itu pasti sangat menyenangkan.
Dia menari begitu bersemangat saat itu.
Kamu tahu itu, bukan?
Pikirkan betapa berbedanya dia
saat istrinya ada di sini. - Benarkah?
Sungguh, tidak ada yang tahu. - Tidak ada yang tahu.
Namun, sekarang... - Tidak ada yang tahu. Sungguh.
No comments yet. Be the first to leave one.