Le prime 200 righe.
Tidak ada rasa takut di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Tidak ada rasa sakit di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Tidak ada kekalahan di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Tidak ada rasa takut di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Tidak ada rasa sakit di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Tidak ada kekalahan di dojo ini, bukan?
Tidak, Sensei!
Bersiaplah!
THE KARATE KID
Kita tak dilatih untuk belas kasihan. Itu hanya untuk yang lemah.
Di sini, di jalanan, di kompetisi,
jika ada yang melawanmu, ia musuhmu.
Musuh tidak boleh diberi ampun.
Ada masalah apa, Tn. Lawrence?
Murid-murid, kita kedatangan tamu.
Kudengar kau menyerang salah satu muridku semalam.
Sepertinya faktanya salah.
Suruh muridmu ke matras, atau kau dan aku punya masalah besar.
Dojo-mu mendapat terlalu banyak keuntungan.
Sebutkan tempatnya.
Turnamen.
Gerakan bagus!
Waktu habis.
Pergi ke Sensei-mu. Balik badan. Berlutut.
Hei, Johnny, kau lembek sekali!
Sapu kakinya.
Kau punya masalah dengan itu?
Tidak, Sensei!
Tidak ada ampun.
Peringatan untuk kontak ilegal pada lutut.
- Johnny, selesaikan! - Siap.
Jangan beri ampun! Angkat tinjumu, Johnny!
Habisi dia!
Juaranya!
- Siapa pecundangnya sekarang? - Kau sungguh gila.
Bagaimana rasanya menjadi juara kedua?
- Ayolah, ia tak bisa bernapas. - Urus saja masalahmu sendiri.
- Kau bisa membunuhnya. - Sensei, kumohon.
Kau menyakitinya. Ia menyesal. Ia benar-benar menyesal.
Lepaskan dia.
Enyahlah, Pecundang, atau kau berikutnya.
Pengampunan hanya untuk yang lemah.
Kita tidak dilatih untuk mengenal belas kasihan.
Jika ada yang melawanmu, ia musuhmu.
Musuh tidak boleh diberi ampun.
Ayo, Daniel-san. Saatnya pulang.
Kau bisa saja membunuhnya, bukan?
Mengapa tak kau lakukan?
Karena, Daniel-san, untuk orang tanpa rasa maaf di hatinya,
hidup itu adalah hukuman yang lebih buruk dari kematian.
KAPTEN JOHN KREESE, TENTARA AS 1970-'72 JUARA KARATE
Sensei Kreese, ini Pat Johnson
dari Turnamen All-Valley menghubungi lagi.
Kami turut prihatin kau kehilangan murid-muridmu.
Kurasa Cobra Kai takkan ikut turnamen tahun ini.
Seperti yang kau tahu, kami melakukan permintaan pembayaran,
tapi, karena tak ada respons darimu, kami tak punya pilihan
selain mengeluarkan Cobra Kai dari keanggotaan kami.
Jika ada pertanyaan, hubungi aku. Semoga harimu menyenangkan.
Tuan Kreese, ini Pacific Bell.
Ini panggilan terakhir menyangkut tagihanmu,
jika kau tak segera membayar...
Tuan Kreese, selamat pagi.
Ini sebuah kejutan. Mau minum kopi?
- Di mana bosmu? - Ia di atas.
Terima kasih.
Ayo!
Tendangan putaranmu terputus-putus.
Johnny!
Ini benar-benar kejutan.
Ya!
Ada apa ini? Kau pindah ke sini?
Ini "Aku menyerah". Aku datang untuk berpamitan.
- Ini kunci dojo-nya. - Apa?
Aku akan membayar sewanya setelah aku mampu.
Persetan dengan sewanya. Kau pikir kubeli tempat itu untuk sewa? Itu untukmu.
- Tuan Silver? - Apa?
Kesepakatan plutonium.
Johnny, setiap bisnis pasti ada naik turunnya.
Sepuluh tahun lalu, nuklir dianggap sebagai limbah.
Kau bisa buang di mana saja. Kini semua menjadi detektif.
Beruntung jika aku bisa berbisnis sekali setahun tanpa didakwa.
- Terima kasih. - Ayo. Kita cari udara segar.
Sudah sembilan bulan sejak terakhir aku memiliki murid.
Hei, kau tak mendengarkanku.
Ayo, sadarlah.
Aku tak bisa.
Aku pailit dan tak bisa ke mana-mana.
Kau salah.
Kau akan ke Tahiti. Sekarang.
Baiklah, aku sudah cukup mendengarnya. Aku sudah memutuskan.
Keparat ini. Siapa namanya? Miyagi. Juga anak berandalan itu.
Aku akan membalas mereka atas perbuatannya.
Mereka membuatmu menderita, jadi, aku akan membuat mereka menderita.
Saat mereka sudah cukup menderita, aku mulai membuat mereka sakit.
Dengar, Terry, kau tak perlu melakukan itu.
Tak perlu? Aku ingin. Ini belum selesai.
Kita Cobra Kai.
Ayo, katakan. Cobra Kai...
Katakan! Cobra Kai...
Tak pernah mati.
Sudah pasti. Aku berutang kepadamu.
- Kau tak berutang apa pun kepadaku. - Omong kosong. Tak berutang?
Bagaimana dengan Vietnam? Berapa kali kau menyelamatkanku?
Entahlah.
Aku tak menghitung.
Pergilah dari sini.
Semoga perjalananmu menyenangkan, Kapten.
Zona putih hanya untuk memuat
dan menurunkan penumpang saja.
Kabut!
Rasanya seperti rumah, ya, Tn. Miyagi?
Daniel-san, mengapa ibu tak di sini untuk menemuimu?
- Kau memberitahukan nomor penerbanganmu? - Aku memberitahukan penerbangannya.
Aku hanya salah memberitahukan hari. Kubilang kita datang besok.
- Ia suka kejutan. - Semoga saja begitu.
Kita gunakan taksi ke apartemen.
Saatnya Miyagi kembali bekerja.
Saluran 106, Los Angeles. Besarkan suaranya!
Apa yang kalian lakukan di taksiku?
Kami baru datang dari bandara.
- Kukira itu taksi yang kupesan. - Apa yang terjadi di sini?
Kelihatannya seperti apa? Kemajuan.
Aku ada pesan untukmu dari ibumu.
Bukankah sudah kubilang orang itu akan menjual tempat ini?
Bukankah sudah kubilang kau akan segera kehilangan pekerjaan?
- Kau tak mau dengar. - Apa pesannya?
- Pesan apa? - Pesan dari ibuku.
Ia bilang telepon dia dari rumah Paman Louie.
Jangan khawatir, Ny. LaRusso.
Tidak, kamar Daniel-san sudah selesai.
Aku akan menjaganya.
Kau jaga Paman Louie saja.
Mungkin aku di sini beberapa bulan.
Pria usia 70 tahun terkena emfisema bukanlah lelucon.
Kau yakin tak keberatan ia tinggal bersamamu?
Tidak, aku tak keberatan. Dengan senang hati.
Tn. Miyagi, terima kasih.
Sama-sama. Sampai jumpa.
Kemari, Daniel-san.
Ibumu baik.
Ya? Kau yakin tak butuh aku di sana?
Tidak. Kau tinggal dengan Tn. Miyagi dan mulai kuliah.
Aku tak percaya ini, anak kuliah.
Kapan pendaftarannya?
Selasa ini. Kelasnya dimulai Kamis.
Kapan Kumiko datang?
Ia... Ia tak datang.
Ia mendapat pekerjaan bagus di perusahaan tari di Tokyo.
Kurasa ia tak bisa menolaknya.
Sayang.
- Kau kecewa, ya? - Ya.
Ya, tapi itulah kehidupan, kurasa.
Aku bisa bertahan.
Kau bisa lebih dari sekedar bertahan.
Aku pergi dulu, ya?
Dengar. Paman Louie titip salam, dan aku mencintaimu.
Baiklah, salam untuk Paman Louie. Aku juga mencintaimu. Dah.
Maple kecilnya masih di sana. Aku akan ambilkan.
Tidak, aku saja.
Tuan Miyagi, kau baik-baik saja?
Hanya mengingat-ingat.
Pasti ada banyak kenangan di sini untukmu, ya?
Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?
Entah.
Kau pernah berpikir untuk membuka toko bonsai?
Ya, Daniel-san.
Di mimpiku.
Masa pensiunku.
Ya, lalu ini kau sebut apa?
Kusebut saatnya pergi.
Kau tahu, aku memikirkan tentang ide membuka toko bonsai.
Kau sudah punya stoknya. Seberapa sulit kira-kira?
Tak terlalu sulit, Daniel-san,
jika Miyagi punya uang untuk sewa, deposit.
Renovasi.
Tapi, sejak kami membangun rumah untuk Yukiei di Okinawa,
persediaan uang kami amat terbatas.
Persediaan?
Kita punya persediaan.
Terima kasih, Daniel-san, tapi, bukan itu uangnya.
Kelihatannya seperti uang.
Baunya seperti uang. Lumayan, bukan?
- Cium baunya. - Baunya seperti kuliah.
Aku tahu, Tn. Miyagi, tapi, aku punya ide hebat.
Daniel-san... Tak perlu ide.
Diskusi selesai.
Ya, bagaimana dengan mimpimu?
Tuan Miyagi, jangan tersinggung jika kau ketinggalan kereta kali ini,
mungkin takkan ada kereta lagi dalam waktu yang lama.
Kalau begitu, Miyagi naik bus saja.
INVESTASI PERUMAHAN KOMERSIL
Balas dendam? Tentu saja kau mau balas. Siapa yang tidak? Aku akan dapatkan.
Hari kau turun dari pesawat itu? Kau adalah pengurus dojo terbesar
di kota ini.
No comments yet. Be the first to leave one.