Le prime 193 righe.
Jreng! Ada siluman di sini.
Ya-Yato?
Reaksi yang bagus.
Lebih mudah membuat garis batas dengan benci dan ketakutan.
Garis batas?
Garis batas berfungsi sebagai perisai dan satu-satunya senjata bagi Harta Suci.
Pekerjaanmu dulu sangat bagus, jadi aku akan mengajarimu.
Pu-Pujian darimu enggak bikin senang.
Pertama, bentuk jarimu seperti tombak, lalu coba buat garis di antara kau dan siluman.
Ya.
Ga...
Garis!
Hebat! Jadi ini garis batas?
Ya, batas antara "diri sendiri" dan "yang lain."
Siluman takkan bisa melewatinya.
Kau juga bisa membuat ini?
Ah, kalau aku?
Kau dan aku takkan bisa.
Garis batas adalah kekuatan Harta Suci.
Setiap Harta Suci pasti bisa melakukannya,
tapi bisa membuat yang sekuat ini dengan sekali coba...
Ini pertama kalinya dari semua Harta Suci yang kutahu.
Harta Suci yang Yato tahu.
Eh, gadis yang kaupanggil "Nora" juga Harta Suci, 'kan?
Oh, dia?
Dia itu
cewek yang bermanfaat.
Eh?
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
pistol penuh dengan peluru berada di satu tanganku
dangan kometa shojuu wo boku wa katate ni motteiru
sambil gemetaran ku menuju tempatmu berada secepatnya
furueta kimi no iru basho he ashi wo hayame mukatteiru
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
hanya untuk menyulut hati yang terburu-buru
aseru kokoro wo sekashita dake
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
terus maju walau tak tahu arah mana yang kutuju
todomaru kehai mo naku susunde yuku
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
awal dan akhir dari mimpi tak masuk akal
owari to hajimari no sakayume
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
semuanya bertumpuk jadi satu
subete kasanatta
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
suara pintu yang didobrak
DOOR keaburu sono oto wo
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sudah tak ada lagi yang kutakutkan
mou osoreru koto wa nai yo
memegang pistol terisi penuh peluru
dangan kometa shojuu wo motteta
kutendang puntu yang tertutup rapat
kataku tozasareta DOOR keyabutta
pistol yang mengarah padaku meletus menembus aku yang kemarin
tsuitsuita juukou ga hanete kinou no boku wo tsuranuita
kubuang keputusasaan dan aku yang besok mulai berjalan
uwazumisou zetsubou wo totte ashita no boku wa arukihajimeta
ayo bertemu lagi malam ini
mata konya machiawase yo
Aku yang akan mengurus Yukine!
Eh?
Bicara apa kau? Sudah jelas dia tak bisa tinggal di rumahmu.
Justru dia paling tak bisa tinggal bersamamu!
Kau bahkan tak punya rumah dan tak punya kehidupan yang benar!
Apa-apaan dengan mantan pacar, selingkuhan, dan cewek bermanfaatmu itu?
Kelakuan bejatmu selalu bertambah! Kau tak pantas sebagai walinya!
Yang terbaik bagi Yukine adalah tinggal di rumahku!
Lepaskan dia!
Hei! Ngapain kau ini?
Sakit banget, nih!
Lepas tangan comberanmu itu!
Yukine tak suka tanganmu itu!
Lihat, nih! Sakit banget! Nyeri banget soalnya!
Dasar! Kenapa sih kau ini?
Sudah kubilang kalau dia memikirkan hal bejat, aku yang bakal merasakan sakit!
Hal bejat?
Ah, kampret! Kalau cowok dan cewek tinggal di satu rumah,
sudah jelas pikiran bejatnya itu akan makin liar!
Pokoknya tak boleh!
Yang bejat sudah jelas yang pakai pakaian olahraga, 'kan?
Yukine itu anak baik. Tak ada yang perlu dikhawatirkan!
Kemari, Yukine!
Jangan, Yukine!
Garis Batas
Episode 5
Rumahnya besar sekali.
Apa kau ini putri raja?
Bicara apa, sih? Aku cuma anak SMP biasa.
Tapi kayaknya bukan hanya "cuma."
Oh ya, di mana orang tuamu?
Kalau itu...
Mereka pulangnya agak telat malam ini.
E-Eh? I-Itu berarti kita berdua saja-
Yukine! Ssstt!
Selamat datang, Hiyori.
Sa-Sasaki?
Aku pulang.
Aku sudah menyiapkan air untuk mandi. Kau pakai saja, ya?
Keren!
Pakai saja kamar ini sesukamu.
Eh? Kau yakin? Bukankah ini kamarmu?
Tidak, kok, ini kamarnya kakakku.
Kakak?
Dia jauh lebih tua dariku.
Tapi sekarang kamar ini tak ada yang pakai, jadi kau bisa memakainya.
Oh. Jadi kau punya kakak.
Kamarku ada di sebelah. Kalau perlu sesuatu, bilang saja padaku.
Ya sudah, aku ke kamar dulu.
Ya.
Hiyori benar-benar beruntung.
Sesuai rencanaku!
Kalau begini, Sasaki dan orang tuaku tak akan menyadarinya!
Ah! Selamat da-
Kami pulang!
Hiyori, kami belikan kue untukmu!
Sayang, boleh aku minum banyak karena sehabis bekerja?
Dasar, dilarang juga percuma!
Aku hidup untuk ini!
Sayang.
Kau sudah cuci tang-
Sayang!
Kau tak boleh asal ambil makanan itu!
Tanganku tak bisa ditahan.
Ibumu itu peka sekali.
Mau apa kau kemari?
Kenapa, sih? Yang penting mereka tak menyadariku, 'kan?
Sama saja bohong kalau kau ada di sini!
Hiyori, bagaimana dengannya?
Tentu dia senang.
Soalnya sekarang dia tak harus tidur di kuil seperti kau.
Berbeda dengan rumah ini, tanah dan bangunan kuil adalah wilayah suci.
Kita bisa aman dari serangan siluman di sana.
Tapi...
Malam adalah waktu kelahiran iblis, saat untuk siluman yang bersembunyi dalam kegelapan keluar.
Lagi pula, dia takkan bisa tahan.
Eh?
Yukine itu...
Dia itu
takut kegelapan.
Sudah lama sekali aku tak mandi dengan air hangat.
Apa yang akan dilakukannya kalau aku tak kembali padanya?
Apa dia akan menggunakan gadis itu?
Lalu, bagaimana denganku?
Eh? Rasanya aku kenal bau ini.
Jangan-jangan ini...
Hiyo... Hiyo...
Air setelah dipakai mandi Hiyori?
Oh, ketinggalan di sini ternyata.
Hei, Hiyori!
Cepat kau mandi!
Membangun... Alun-alun... Kalau kau berharap...
Yukine?
Maaf membangunkanmu.
Tak apa, kok. Ada apa?
Tadi ayahmu mematikan lampu di kamarku.
Rasanya tak nyaman kalau gelap.
Oh, begitu, ya?
Kalau begitu, mau tidur bersamaku?
Tak apa, kok! Ayo sini!
T-Ti-Tidak..
Cepat sini. Dingin soalnya.
T-Ta-Tapi...
Lama sekali aku tak tidur bareng seseorang seperti ini.
Yukine juga baunya enak.
Aku sangat suka bau ini.
Rasanya nyaman berada di samping bau ini.
Yukine.
Ke-Kenapa kau ada di sini?
Jangan tanya, dasar bocah mesum! Kau mau apa tadi?
Bukan begitu! Hiyori yang mengajakku tidur bersamanya!
Kau masih terlalu cepat buat 'mikir soal cewek.
Pikirkan saja soal melayani tuanmu ini.
No comments yet. Be the first to leave one.