Le prime 200 righe.
My Love Eun Dong Episode 5
Ji Eun Ho
Hello?
Ini Ji Eun Ho
Ya.
Ini tentang file yang kukirimkan...
Ya.
Eun Dong memang memutarnya saat aku menciumnya pertama kali.
Aku tidak pernah cerita tentang itu..
Bagaimana kau bisa tahu itu?
Aku keluar sebentar.
Benarkah, kau tidak pernah mengatakan itu?
Ya, tidak pernah.
Tidak mungkin.
Bagaimana mungkin aku bisa tahu!
Siapa kau sebenarnya?
Eun Dong?
Eun Dong!
Ji Eun Ho...
Ayo bertemu sekarang.
Sudah larut malam. Lain kali saja.
Tidak mau. Aku harus bertemu denganmu sekarang!
- Aku harus..... - Sudah larut malam
Kututup telponnya.
file musik ini, kenanganku bersama Eun Dong
Lagu yang diputar saat Hyun Soo mencium Eun dong, kan?
Aku tidak pernah cerita tentang itu....
Itu benar... Dia tidak pernah bercerita tentang itu.
Lalu bagaimana aku bisa tahu?
Pria itu tidak punya sopan santun Sudah larut malam...
Lain kali, jangan diterima.....
Maaf.
Baiklah.
Tidurlah.
Ra il! Bangun!
Cepat!
Cepatlah, Ra il!
Bangunlah!
Cepat, bangun!
Aku masih mengantuk...
Bangunlah!
Mmm...
Siap? 1, 2...
Jung Eun.
Seo Jung Eun.
Namamu begitu indah.
Apaan sih, masih pagi!
Seo Jung Eun, Kau istriku dan ibunya Ra il.
Jangan pernah lupakan itu.
Ini membingungkan...
Mari bertemu. Aku ingin melihatmu
Terserah, kapan kau ada waktu
Kau tentukanlah
Kalau kau tidak mau, Aku akan datang ke rumahmu
Pria ini sudah gila.
Nanti akan ku sms kembali
Lagu yang diputar saat Hyun Soo mencium Eun dong, kan?
Aku tidak pernah bercerita tentang itu
Ingatanmu. Pulihkanlah
Temukanlah kenangan... kau bertemu dengan suamimu. Bagaimana kalian bisa jatuh cinta
Mungkin kenangan itu, bisa membuatmu tahu siapa dirimu sebenarnya
Sebenarnya aku merasa takut
Aku merasa sepertinya di dalam ingatanku itu mungkin akan mendatangkan badai yang besar
dan sepertinya diriku menolak, untuk mencari tahu itu
Aku sangat takut
Sampai nanti!
Selamat Datang!
Aku mencari pakaian untuk anak laki - laki.
Silahkan di sebelah sini.
Ini pakaian yang Anda cari Silahkan dilihat - lihat.
Ini untuk keponakanku.
Ya...
Kau sudah menikah?
- Ya. - Sudah punya anak?
Ya. Putraku berusia 10 tahun.
Kalau begitu, pilihkan pakaian yang seusia anakmu. Ini persiapan sebelum pernikahan.
Ya.
Bagaimana yang ini?
Aku suka.
- Kalau yang inii? - Aku suka
Anda ingin beli keduanya?
- Tentu. - Oke, tunggu sebentar
Ini bon Anda.
Kau tidak terlihat seperti seorang ibu dengan putra berusia 10 tahun.
Aku menikah di usia muda.
Kau pasti sangat mencintai pria itu.
Begitulah.
Jika ukurannya tidak cocok, silahkan datang kembali.
Kurasa itu tidak perlu.
Apa?
Sebenarnya keponakanku itu seorang perempuan.
Omo. Kalau begitu, tukarkan saja dengan pakaian yang lain.
Tidak usah, berikan saja ini untuk putramu. Anggaplah ini hadiah.
- Apa? - Tidak apa - apa, ambil saja.
Uh... Nyonya...
Aku akan sering datang berkunjung.
Nanti aku akan membeli lagi untuk keponakanku.
Baiklah.
Siapa sih, wanita itu?
Oh.
Dimana?
Penulis Park Jung Eun, kudengar menulis sebuah drama.
Aku jatuh cinta denganmu karena drama yang dahulu ditulis olehnya.
Kau benar-benar hebat memerankannya.
Bagaimana Kau bisa berakting hebat seperti itu?
Itu bukan hanya sekedar akting bagiku.
Itu kisah tentang hidupku.
Apa yang membuatmu menyukai gadis itu?
Apa yang membuatmu suka padaku?
Kurasa, aku sudah tahu jawabannya.
Temukanlah pria yang baik dan menikahlah.
Bagaimana jika gadis itu sudah menikah?
Masihkah ada kesempatan untukku?
Apakah hidup ini berjalan, sesuai dengan rencanamu?
Apa gunanya merencanakan sesuatu saat tidak sesuai dengan keinginanmu!?
Bagaimana kalau sudah punya anak?
Walaupun dia sudah punya suami dan anak,
Pikiranku tentangnya, tidak akan berubah
Tidak akan berubah sedikitpun.
Apakah ini yang akan kau katakan didepan gadis itu, bahwa perasaanmu tidak berubah?
Bagiku perasaan ini tidak akan berubah, dan aku tidak akan melakukan apapun.
Ji Eun Ho Essay
Sayang, sepertinya kau sudah bersiap - siap. Ayo kita pergi.
Penulis itu dahulu, pernah mengalami kecelakaan...
Penulis mengalami kecelakaan, saat sedang mengendarai mobil dengan suaminya.
Karna kecelakaan itu adalah kecelakaan besar
Apa mungkin penulis mengalami gegar dikepalanya?
Dia bilang, dia tidak bisa mengingat yang terjadi sebelum kecelakaan.
Aku baru tahu tentang ini.
Noonaku mengatakan, penulis mengalami trauma di bagian kepala. Maaf.
Hei, penulis itu, ngomong - ngomong, adakah menyimpan fotonya?
Apa?
Sepertinya aku sudah gila!
Tapi hyung, kenapa kau begitu terobsesi dengan penulis itu?
Dong Gyu, aku sangat ingin bertemu penulis itu.
Kau bisa langsung menemuinya.
- Dia tidak mau menemuiku! - Itu karna kau membuat dia kesal.
Sudah kukatakan kalau aku.....
Ahh lupakan saja..
Bagaimana kalau kau diam diam menemuinya saat aku menyuruhnya datang menemuiku!
Ya benar!.. Kita lakukan itu
- Hei, hubungi dia. - Oke
Kalau aku yang memintanya, dia pasti akan segera datang..
Hari ini?
Hari ini, aku tidak bisa. Bagaimana kalau besok!.
Ya sudah sampai bertemu besok. Maaf.
Ya.
Siapa itu?
Bukan siapa - siapa,
Katakan siapa dia..
Manajernya Ji Eun Ho.
Kenapa tidak langsung saja kau katakan itu managernya Ji Eun Ho!
Dia setuju?
Bukannya Hyeong tadi mendengarnya?
kapan kau bertemu dengannya?
Katanya besok.
Kenapa dia ini super sibuk ?!
Sudah pernah kukatakan dia sibuk dan hidupnya sangatlah keras.
Hey, kalau begitu minta dia untuk mengirimkan fotonya.
Apa?
Aku cuma menyuruhmu meminta fotonya bukan meminta yang tidak tidak.
Ada apa denganmu? Apa kau tidak senang karna dia mau bertemu denganku?
- Kenapa tiba - tiba malah meminta gambar. - Bukan begitu, maksudku...
Katakan padanya, kita ingin membuat fotonya di buku itu!
Kau ini sudah gila ya? Kenapa memasang foto orang lain di buku itu?
- Ah... - Keterlaluan...
Sadarlah.
Seharian ini bersama Hyeong, aku merasa terlibat dalam banyak hal..
Terlibat?! Aish!
Itu karna sikapmu sangat aneh seharian ini.
Kau tertawa? Lihat jalannya saja , bocah.
- Maaf Hyungnim. ? - Hyungnim
Tahan sebentar, tahan sebentar.
Sekarang kembali ke posisi awal..
Kembali ke posisi awal.
Sayang, pesan apa saja yang ingin kau makan.
Tadinya Aku ingin mengajak Ra il kemari. Dia suka restoran ini.
Kapan - kapan kita ajak Ra il kemari. Tapi hari ini, khusus untuk kita berdua
Kau saja yang memesannya.
Baiklah kupesan semuanya.
Tulisanmu, sudah rampung?
Sedikit lagi akan selesai.
Lalu setelah itu?
Maksudku, setelah tulisanmu selesai, apa yang terjadi!
Jika tulisan itu selesai, mereka akan membayar sisa uangku.
Tidak ini bukan tentang mereka.
Sudahkah Kau... bertemu dengan Ji Eun Ho?
Belum.
Jangan temui dia.
Apa yang ingin Anda pesan?
Tolong beri kami menu nomor 1, nomor 3, dan salad udang.
Ya.
Kenapa aku tidak boleh bertemu dengannya?
Itu membuatku kesal.
- Kenapa? - Tidak perlu tahu alasannya , cukup jangan temui dia!
Aku juga tidak ada keinginan untuk bertemu dengannya.
Pimpinan manjemennya memintaku agar jangan menemui Ji Eun Ho.
Dia khawatir kalau aku menemuinya, identitas si penulis akan diketahui.
Tapi permintaanmu itu..... Seolah olah aku telah berbuat salah.
- Membuatku kesal. - Aku juga kesal.
No comments yet. Be the first to leave one.