Le prime 200 righe.
BOYHOOD / MASA REMAJA
EPISODE 6. SEGALANYA, DI MANA-MANA, SEKALIGUS.
Hei, Brengsek
Keparat ini
Kau pikir kau siapa sampai kurang ajar dengan Harimau Putih?
Biasanya aku membiarkan anggotaku menangani hal ini
tapi aku harus memberimu pelajaran khusus.
Anggap saja ini sebuah kehormatan.
Apa ini?
Kau tertawa?
Brengsek ini
Tidak adil jika memukul saat lengah seperti itu, brengsek.
Rasakan!
Apa yang baru saja terjadi?
- Jang Byeong-tae! - Aku bicara dari hati.
- Jang Byeong-tae! - Jang Byeong-tae!
Aku bersumpah demi hidupku.
Apa yang kalian lihat?
Apa...
- Apa itu Cheol-hong? - Sepertinya dia
Sial.
Apa yang terjadi?
Aku berpikir untuk mengalah demi sebuah perubahan.
Tapi tak ada
yang terasa lebih enak dari sebatang rokok berdarah
Sial.
Byeong-tae.
Apa kau menyuruh mereka untuk memberiku pelajaran?
Aku menganggapmu sebagai temanku dan memperlakukanmu dengan baik
Kau mengambil Seon-hwa dariku!
Jadi ini tentang dia?
Kau menghargai dia lebih dari hidupmu?
Aku meragukannya.
Apa kau tak ingat?
Aku melihat wajahmu dengan jelas
saat kau menabrakku dengan sepedamu.
Sepertinya kau kira aku tak mengingatmu
Siapa Harimau Putih dari Asan?
Apa itu kau?
Bukan.
Bukan aku.
Bicara dengan jelas
Siapa Harimau Putih dari Asan?
Kau Harimau Putih Asan.
Kau Harimau Putih, Gyeong-tae.
- Apa? - Apa yang dia katakan?
Kau serius?
Benar.
Aku Harimau Putih dari Asan.
Jadi kau siapa?
Aku bukan siapa-siapa.
Aku Jang Byeong-tae, si Pecundang dari Onyang.
Kemana dia pergi?
Tunggu apalagi
- Tunggu. - Kau keparat.
Aku tahu ada sesuatu yang mencurigakan.
Cara bicaramu lucu dan merokokmu juga lucu.
Kau menipu kami selama ini.
- Kau benar-benar-- - Sudah cukup.
Ayo kita pergi makan.
Byeong-tae juga ikut.
Apa?
Apakah aku tinggal atau pergi?
Sudah cukup.
Ini terlalu banyak.
Astaga.
Kenapa semuanya begitu sedih?
Apa ada pemakaman?
Haruskah aku membuat pemakaman seseorang?
Selamat datang di SMA Pertanian Buyeo dengan sejarah 60 tahun, Gyeong-tae.
- Selamat datang. - Selamat datang.
Untuk mengungkapkan rasa penyesalannya karena menipu kalian
Byeong-tae yang akan membayar makanan ini.
Tapi aku tak punya uang.
Makanlah.
- Aku tak punya uang - Terima kasih, brengsek
Aku tak membawa uang.
- Ini yangjangpinya - Apa?
- Minumlah - Tentu.
Ini bukan untukmu.
Setelah kita makan
Panggil Seon-hwa keluar.
Seon-hwa?
Kenapa?
Lakukan saja
Baiklah
Aku sangat kenyang.
Terima kasih, Pak.
Kalian makan banyak hari ini.
Jjajangmyeon, pangsit, tangsuyuk,
bakso goreng, yangjangpi,
dan delapan botol soju.
Jika kita menggabungkan semua itu
harganya 36.000 won.
- Tunggu, 36.000 won? - Ya.
Masalahnya
Aku harus membayar semua ini.
- Dan? - Yah...
Bolehkah aku membayarmu lain kali?
Anak yang aneh.
Baiklah kalau begitu.
Kalian sekolah di SMA Pertanian, kan?
Kelas berapa?
Kelas sebelas
Baiklah, siapa namamu?
- Jang Byeong-tae. - Baiklah.
JANG BYEONG-TAE 36,000 WON
Kapan kau akan membayarku?
Secepatnya
Aku akan mendatangi sekolahmu jika tidak membayarku?
- Ya - Pergilah kalau begitu.
- Halo? - Hai, Seon-hwa.
Korek api?
- Sial. - Kau tak apa?
Buyeo kota yang kecil.
Dan karena kita semua terkurung di sini
pasti ada perkelahian.
Mengerti?
Jadi kami harus membayarmu 10,000 won setiap bulan, kan?
Setiap minggu?
60.000 won per bulan.
Sebaiknya aku mendapatkannya setiap lima bulan sekali
Ayo pergi.
Tapi
Kalian harus memberikan apa yang kalian punya.
Setiap kelas harus membayar 5.000 won per hari.
Karena ada empat kelas
itu artinya 20.000 won per hari.
Kenapa kalian diam saja
Itu bertambah hingga 600.000 won per bulan.
Bukankah itu terlalu banyak?
Kita SMA Pertanian.
Semua orang miskin.
Kita semua di sini karena tak mampu pergi ke sekolah lain.
Terlalu banyak mengambil 600.000 won sebulan dari anak-anak seperti itu.
Kau tak mau melakukannya?
Siapa yang menguasai kelas satu?
- Aku. - Berandal sungai?
kau mengambil kelas satu.
- Bagaimana dengan kelas dua? - Aku.
Curly, kau ambil kelas dua.
Cheol-hong, kau ambil kelas empat.
- Dan kelas tiga? - Johnny Yune.
Bukan kau.
Byeong-tae.
Kau saja.
Aku?
Tak ada yang mau mendengarkanku.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi denganmu?
Apa kau berkelahi?
Gyeong-tae ingin mengatakan sesuatu padamu.
Apa itu?
Itu bukan aku.
Byeong-tae yang ingin mengatakan sesuatu.
Dia sudah membohongimu
Kau akan berbohong sampai akhir?
Ayo kita bunuh dia.
Seon-hwa.
- Aku sebenarnya... - Sial
Bicara yang jelas
Aku...
bukan Harimau Putih dari Asan.
Aku Bum-tae.
Lalu...
Siapa Harimau Putih dari Asan?
Gyeong-tae.
Apa lagi, katakan?
Mulai sekarang
Aku pesuruh Harimau Putih.
Bicara yang jelas
Aku, Bum-tae,
sekarang pesuruh Harimau Putih!
Sangat memalukan.
Brengsek.
Sebaiknya kau bersenang-senang sementara disini
Enyahlah, saatnya kalian pergi berandal
Kemarilah, brengsek
Hei, bawa ini.
Bawa mereka.
Brengsek
Dasar keparat
Serahkan.
Jadi kau mempermainkan kami?
Apa yang kau pikirkan?
Tinggalkan sekolah kami atau berbaring seperti orang mati.
Aku akan membunuhmu jika melihatmu lagi
Mengerti?
Ya.
Mengerti, brengsek?
Mengerti.
Sialan.
Aku tahu bagaimana rasanya.
Perasaan yang buruk saat kamu merasa
mempercayai yang salah
Minumlah.
Kenapa kau begitu marah?
Aku dipermainkan
seperti orang bodoh.
Bodoh apanya
No comments yet. Be the first to leave one.