Le prime 200 righe.
Ha O tampak sibuk pagi ini.
Lihat jam tangan ini.
- Dia mengeluarkan sesuatu berharga - Kemarilah.
dari laci.
- Cepat kemari. - Ha O tampak bersemangat.
Ini dia.
- Ini dia. - Apa itu jam tangan?
Keren sekali. Kotak itu penuh jam tangan.
Benar juga.
Aku ingat Ha O selalu memakai jam tangan.
"Ha O selalu memakai jam tangan"
Itu pasti kotak jam tangan yang Ha O sukai.
Keren sekali.
Aku punya banyak jam tangan keren, bukan?
- Aku kaya dengan banyak jam tangan. - Ya, benar.
- Mereka sangat bagus. - Ada banyak...
Aku punya ini
dan ini juga!
- Ya. - Kurasa dia memamerkannya.
Yang ada dinosaurus ini sangat bagus.
"Dia mencoba mengerjai Ha O"
Apa? Ini baru saja bersuara.
"Itu bersuara?"
Jam berapa sekarang, Jam Tangan?
"Sekarang pukul 09.40 pagi."
Apa itu tadi? Apa dia baru saja bicara dengan perut?
- Benar. - Dia jail sekali.
- Dia sangat hebat. - Pukul berapa sekarang?
"Biar kucoba"
Dia benar-benar percaya.
"Jawab aku sekarang!"
Yang itu tidak bisa bicara.
- Hanya jam tangan yang itu? - Hanya jam tangan ayah yang bicara.
- Kurasa begitu. - Pukul berapa sekarang?
"Sekarang pukul 09.40 pagi."
"Astaga, jam tangannya benar-benar bicara"
Ini jam tangan yang bisa bicara.
Jam Tangan, jam tanganku bagus, bukan?
"Jam Tangan, jam tanganku bagus, bukan?"
"Ya, sangat bagus."
Jam tangan mana yang akan kamu pakai hari ini?
"Haruskah aku memilih satu?"
Yang ini lebih bagus.
Dan yang ini
- sangat bagus. - Dia punya banyak jam tangan bagus.
- Aku akan pakai yang ini. - Dia memilih yang ini?
Haruskah aku memakainya seperti ini?
Akan kutunjukkan kepada Juru Kamera Park.
- Benar. - Dia akan memamerkannya padanya.
- Lihat. - Wajar saja.
- Jam tanganmu bagus sekali. - Yang ini.
"Kita tidak bisa melupakan Hwang Hyun Jin"
Keren sekali.
- Ini punyaku. - Pergilah ke juru kamera lain.
"Ha O mengunjungimu untuk memamerkan arlojinya"
Ayo tos jam tangan kita.
Itu gaya yang keren.
The Return of Superman Episode 357.
"Momen Bahagia Kita Bersama".
- Aku lapar. - Benarkah?
Kalau begitu, ayah kubuatkan sarapan siang untukmu.
- Sarapan siang? - Sarapan siang?
- Ayah akan buatkan sarapan siang. - Apa itu?
Aku ingin sarapan siang!
Ada apa di sana?
Ini dia.
Aku ingin makan yang ini.
- Benarkah? - Ya.
Kalau begitu, ayah akan makan yang ini.
- Masing-masing memilih. - Lihat.
Ini dia.
- Itu tampak lezat. - Benar, bukan?
Itu makanan siap saji.
Benar, itu memudahkan memasak belakangan ini.
Sudah selesai. Kita hanya perlu menunggu sekarang.
Dia terus melihat jam tangannya saat itu.
"Berbunyi"
Sepertinya sudah selesai. Sarapan siang kita sudah siap.
Microwave sudah selesai.
Suara itu membuat kita bersemangat.
- Pastamu sudah siap. - Kelihatannya enak sekali.
Apa itu pasta?
- Lihat itu. - Itu pasti steik Hamburg.
Itu tampak lezat.
"Sarapan siang sempurna untuk Gary dan Ha O sudah siap"
Bukankah ini terasa seperti
- berada di restoran? - Ya.
Ayah akan berikan ini padamu di piring ini.
- Ini pastamu. - Ya.
Tunggu. Ini seperti penyajian yang mereka lakukan di restoran.
Halo, Pak. Silakan duduk di sini.
Baiklah.
- Itu etikanya. - Bagus.
- Benar. - Kemudian
- ayah akan duduk setelah kamu. - Dia mengajari hal-hal ini.
Kamu harus melakukan ini untuk pacarmu saat punya nanti.
Pakaianmu bisa kotor, jadi, letakkan ini di pangkuanmu.
Ini.
- Ayah juga letakkan punya ayah. - Ayah juga harus melakukannya.
Dia meletakkan serbet itu di pangkuannya.
- Itu sangat berkelas. - Seperti "Kingsman".
Ini steik Hamburg kesukaan Ha O!
- Akan ayah taruh di piringmu. - Sungai dan steik Hamburg.
Sama bagusnya dengan restoran mana pun.
Saat kamu memotong steik...
Lihat. Jangan membuat potongannya terlalu besar.
Tahan dengan tangan kirimu.
Potong perlahan.
"Matanya tertuju padanya"
- Dan makan seperti ini. - Jangan, itu punyaku!
Kamu menginginkannya?
Dia mengawasinya. Itu steiknya.
Benar. Belajar sopan santun bisa belakangan.
- Kamu ingin memotongnya? - Baiklah.
- Aku akan melakukannya sendiri. - Dia harus mencobanya.
Benar.
- Itu dia. - Seperti ini...
Maju dan mundur.
"Memotong"
Itu mungkin tidak mudah baginya, tapi dia tetap hebat.
- Dia berhasil. - Dia hebat.
Kerja bagus.
Dia cepat belajar.
Ayah akan makan pasta sekarang.
"Gary mencoba pastanya"
Astaga, dia membuatnya tampak lezat.
Seolah seorang koki yang membuat ini untuk kita.
Ini enak.
Lihat aku.
- Lihat. - Baiklah.
- Itu dia. - Dengan ayahnya saja,
dengan pemandangan indah dalam suasana menyenangkan...
Wajar saja rasanya enak.
Saat kamu selesai makan dan ingin mengelap mulutmu...
"Kelas etika Kangsman belum berakhir"
Lakukan perlahan seperti ini.
Cobalah.
"Dia menyeka mulutnya seperti ayahnya"
Benar.
Pria ditentukan oleh sopan santunnya.
- Mengerti? - Baiklah.
- Kamu tahu apa artinya? - Ya.
Maksud ayah adalah kamu bisa menjadi pria keren
- jika kamu punya sopan santun. - Benar.
Kamu punya sopan santun makan yang baik.
Ha O, karena kita sudah makan,
bagaimana dengan hidangan penutup?
- Hidangan penutup? - Ada hidangan penutup juga?
Kue beras batangan?
- Kue beras batangan panggang? - Mari celupkan ke sirop gandum.
- Dengan sirop gandum juga? - Kita pernah makan di rumah Nenek.
Itu kombinasi sempurna.
"Ini hidangan penutup manismu"
- Lihat ini, Ha O. - Biar aku saja.
Menetes!
Siropnya menetes.
Siropnya menetes.
Itu tampak sangat lezat.
"Ha O mencobanya. Gary mencobanya"
Itu membuat kita terus memakannya tanpa henti.
Jangan beri tahu ibumu.
Kenapa tidak?
Ibu tidak ingin kamu makan sirop gandum karena terlalu manis.
Makan diam-diam
- menjadikannya lebih manis. - Manis seperti sirop gandum.
"Dia mengambil suapan besar"
"Aku tidak akan melewatkan setetes pun sirop gandum"
Ha O jatuh cinta dengan sirop gandum.
- Jangan makan terlalu banyak. - Dia mencelupkan terlalu dalam.
Astaga.
- Astaga. - Menetes.
Kamu makan terlalu banyak.
Lihat. Jam tanganmu...
Angkanya 10, bukan?
Mari makan sampai angka 11.
Dia menyarankan mereka makan selama satu menit.
Tapi dia tidak akan mengerti apa arti satu menit.
"Saat mencoba mengambil kue beras batangan"
"Dia melirik jam tangannya"
Benar, dia ingin tahu kapan akan jadi angka 11.
- Dia terus melihat jam tangan itu. - Tidak apa-apa. Masih ada waktu.
"Aku masih punya waktu, bukan?"
"Dia merasa tenang dan mengambil suapan besar"
Dia manis sekali.
- Berubah jadi 11. - Sudah berubah. Waktu habis.
Tapi dia baru makan sesuap.
Lihat bagaimana dia menepati janjinya.
Kalau begitu, kita sudah selesai.
- Dia tidak merengek. - Kita yang sibuk
harus bekerja sepanjang waktu.
Akan ayah tunjukkan apa ini. Ini jam pasir.
- Ini disebut jam pasir. - Ini pasti lebih baik baginya
- untuk dimengerti. - Kamu bisa melihatnya menghilang.
Lihat, pasirnya jatuh.
"Kamu bisa melihat waktu berjalan dengan matamu"
Ayah ingin mengajarimu bagaimana waktu berjalan
dan hal-hal seperti itu.
Saat semua pasir di sini jatuh,
artinya sudah tiga menit.
Aku akan melihatnya selama tiga menit.
No comments yet. Be the first to leave one.