Le prime 173 righe.
Waktunya habis.
Kumpulkan lembar jawabannya dari belakang.
Bagaimana?
Tak bisa.
Sulit sekali!
Sekarang bagikan kertas ini.
"Cita-citaku"?
ZAINUDDINARIMEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARIMEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARIMEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARIMEMPERSEMBAHKAN
meski retak dan hancur
hibiware kowareyuku
dunia tetap takkan berakhir
sekai wa hateshinaku
imajinasiku yang menjadi jalan
michi yaru souzou ga
menghapuskan semua metode
ima chitsujo wo nakushiteru
kenyataan yang terulang bertumpuk jadi satu
kasaneau ikani de kurikaesu genjitsu
kebersamaan denganmu
kimi to no
setiap hari telah dibuang oleh kegelapan itu
mainichi ga sono yami ni imi wo nageta
akan kubuat bersinar
sashishimeshita nichi wo
hari yang telah ditentukan
kagayakasetai kara
peluru yang ditembakkan
kundou ito no juudan ga
kini telah menembus segalanya
ima subete wo uchinuku
pandangan merah nan tajam itu
akaku mogeru sono manazashi ni
melihat ke detak nyawa yang panas ini
atsuku hibiku inochi no kodou wo
kuat dan dalam menembus
tsuyoku fukaku tsuranuiteyuku
kenyataan
shinjitsu wo
dengan penuh luka memeluk hati ini
kizu ga motte no kokoro wo daite
mendorong dan membalik hari esok
tsumugu asu wo hibi oserukara
terlihat semua perasaan dalam wajah ini
konna kao naka ni subete wo komete
ku 'kan bertarung
tatakau yo
dan percaya akan adanya harapan
kibou wo shinjite
Saat begini,
sulit dipercaya kalau Monolit akan hancur dalam tiga hari.
#10 PERTARUNGAN MEMPERTAHANKAN TOKYO AREA
Kalian sudah bekerja keras.
Pak Matsuzaki.
Terima kasih karena kalian mau mengajar di saat genting seperti ini.
Tak apa-apa.
Ini bisa menyegarkan pikiran kami.
Mereka juga sama.
Karena itu, aku sangat berterima kasih pada kalian.
Selesai, Rentarou!
Mana?
Cita-citaku adalah menjadi istrinya Rentarou
dan menciumnya sampai puas setiap hari.
Selesai.
Cita-citaku adalah menjadi istrinya Kakak
dan menciumnya sampai puas setiap hari.
Kalian berdua...
Baiklah, waktu habis.
Kumpulkan dari belakang.
Hei, Rentarou!
Mana jawaban untuk lamaranku?
Lamaran?
Sudahlah, cepat kembali ke tempat duduk kalian.
Pelajaran hari ini cukup sampai...
Bu Kisara, berapa banyak isi di dompetmu?
Eh?
Eh...
Sip! Kita akan berwisata sekarang.
Wah! Keren!
Monumen ini disebut Revolusi Api.
Revolusi Api?
Dulu, ada dua pertempuran besar melawan Gastrea di Tokyo Area.
"Pertempuran Kanto Kedua" terjadi di sini.
Revolusi Api ini dibangun untuk memperingati kemenangan kita,
dan mengenang jasa orang-orang yang gugur dalam Perang Gastrea.
Jadi sama dengan Festival Genan?
Oh, kau tahu ternyata.
Aku juga tahu.
Yang bersinar indah di langit itu, 'kan?
Semua orang menerbangkan balon, 'kan?
Itu adalah festival untuk menghormati orang-orang
yang gugur dalam Perang Gastrea.
Oh ya, Festival Genan tahun ini sudah dekat.
Pak Rentarou, apa kami akan mati?
Kami tak bisa lihat Festival Genan tahun ini?
Bodoh.
Kalian tak mengerti kenapa aku bawa kalian kemari?
Revolusi Api adalah tanda kemenangan manusia melawan Gastrea.
Meski Monolit hancur, pasukan militer akan melindungi kita, jadi tak perlu khawatir.
Tapi...
Tenang saja.
Aku dan Bu Kisara
juga akan bertarung di garis depan sebagai petugas sipil.
Kalian juga akan bertarung?
Ya.
Ya, aku sudah jadi guru kalian, jadi aku pasti melindungi kalian.
Semuanya berkumpul!
Pak Guru lulus!
Artinya kami menyukaimu, Pak.
Ada lima orang di antara kami yang mau menikahimu.
Aku salah satunya.
Aku juga!
Aku juga.
A-Apa?
Tak mungkin.
He-Hei.
Pasukan militer akan melindungi kami, jadi tak perlu khawatir, ya?
Tapi kalau mereka sedikit saja meremehkan kekuatan Aldebaran...
Satomi, kau masih bangun?
Kisara?
Mau cari angin sebentar?
Coba kau sentuh juga, Satomi.
Cairan perusak Varanium sangat mengerikan.
Monolit dibuat dengan menumpuk banyak balok.
Dibawa sekaligus melalui udara,
dan dibangun langsung di tempat.
Tinggi minimal adalah 100 meter.
Kalau bisa menumpuk balok-balok setinggi itu,
Gastrea normal tak akan bisa masuk.
Tunggu dulu.
Tapi meski kita membangun Monolit sekuat tenaga,
bukankah semua akan berakhir kalau Aldebaran menyuntikkan cairan perusak itu lagi?
Tunggu. Bukan itu yang penting.
Kenapa Aldebaran tak menyerang Monolit lain?
Mungkin Aldebaran sudah menghabiskan seluruh tenaganya untuk menyerang Monolit ini.
Jadi dia harus beristirahat lebih dulu.
Memang ada kemungkinan itu,
tapi kurasa masalahnya ada di Monolit 32.
Mana mungkin.
Mungkin kau benar.
Aku tak pernah memikirkan itu.
Baiklah. Aku akan cari tahu soal Monolit 32.
Tolong.
Kisara, mau apa...
Kau juga kemarilah, Satomi.
Rasanya mengagumkan.
Ya. Indah sekali.
Satomi.
Mungkin tak pas kalau bilang ini sekarang,
tapi aku bahagia saat ini.
Aku punya Enju, Tina, dan kau.
Seperti sebuah keluarga.
Hanya itu saja, sudah membuatku sangat bahagia.
Kisara?
Tapi saat kusadari kalau kebahagiaan ini akan berakhir suatu hari nanti,
aku sangat ketakutan.
Aku akan melindungimu!
Enju, Tina, dan aku tak akan pernah pergi darimu.
Ya. Kau benar.
Terima kasih, Satomi.
Hari ini sudah akan berakhir.
Delapan, tujuh, enam,
lima, empat, tiga, dua, satu.
Dua hari lagi sampai Monolit hancur.
Perlindungan bawah tanah yang diumumkan pemerintah telah dibuka hari ini,
dan 30% penduduk Tokyo Area yang dipilih melalui undian
mulai memasuki perlindungan.
Tapi, banyak penduduk yang meragukan rencana evakuasi ini.
Rencana ini...
Dia masih bisa tersenyum.
Bocah biadab yang menjijikkan.
No comments yet. Be the first to leave one.