Le prime 144 righe.
ZainuddinAri
mempersembahkan
Lima
Daun
m 0 0 l 0 0 l 1 -2 b 2 1 8 -6 11 -9 b 8 -10 1 -12 -1 -15 b 4 -14 7 -14 11 -12 b 6 -18 9 -24 7 -31 b 10 -25 14 -19 13 -14 b 16 -21 22 -25 29 -29 b 27 -21 21 -16 18 -13 b 23 -14 29 -13 33 -12 b 26 -9 22 -7 15 -9 b 20 -2 18 -1 20 3 b 18 0 13 -2 13 -9 b 12 -11 5 0 0 0
Bagiku peta itu terlalu lebar 'tuk diawasi
Miwatasenai chizu ga aru
Dan itu membuatku bingung
Tohou ni kureru hodo hiroku
Ku menyerah untuk memahaminya
Shiru koto akiramesou ni naru
Kita itu sangat pemalu
Bokura wa totemu SHY de
Dan sangat mudah tersakiti
Kantan ni kizutsuki yasui
Karena itulah kita bangun benteng tinggi untuk mengatasinya
Dakara takai oshiro tatete mioroshiteru no
Berdiri menyambut dengan tepuk tangan meriah
STANDING OVATION kyoumei shita APPLAUSE
Semua tahu jika seseorang harus memulainya
Minna shitteru dareka ga hajimenai to
Kita melangkah dari bahu ke bahu
Bokura wa kata narabete
Tanda cinta
SIGN OF LOVE
Cinta itu tak pernah sia-sia
Aisuru koto ni muda wa nai yo
Kuingin memenuhi hasrat yang kauinginkan
Motometeru mono ataetai
Tunjukkan jiwamu
SHOW ME YOUR SOUL
Dari lubuk hati, ku takkan melupakanmu
Kokoro no soba ni wasurenai ai ga
Demi cinta
LOVE ON
Tanda cinta
SIGN OF LOVE
Tunjukkan jiwamu
SHOW ME YOUR SOUL
Maaf selarut ini.
Apa ini kediaman Chouji,
penata rambut yang suka ke kediaman Saegusa?
Benar.
Dulu, saya pernah bekerja di rumah itu.
Yaichi yang mempekerjakan saya.
Saya sedang mencari keberadaan Yaichi.
Kalau Anda tahu sesuatu...
Sayang sekali, Yaichi sudah meninggal.
Putranya sang pewaris juga telah meninggal setelah adanya wabah.
Yaichi jatuh ke dalam sumur.
Makamnya?
Entah. Saya juga kurang tahu.
Sei, kau habis apa?
Matamu merah.
Sudah lama kita tak ke Edo.
Ayo kita istirahat di Penginapan Hinagawa.
Namaku Take.
Kakak, siapa namamu?
Yaichi.
Mau sampai kapan kau tidur-tiduran di situ, Ichi?
Aku jadi ingat saat kita pertama kali bertemu.
Kau diam saja dan merenung seperti sekarang ini, cari-cari masalah. Nanti kau menyesal.
Tapi, kau itu tak sekotor kucing liar yang kotor.
Kucing Liar
yang Kotor
Bibi, pinjam rokoknya.
Apa Sachi menjadi beban?
Tak juga.
Dia itu masih canggung. Dia bilang, dia mau sepertiku.
Padahal aku sudah bilang, aku ini kerja di pelacuran.
Nona Otake?
Ya. Milik Shinagawa. Aku tinggal di sana.
Itu cerita lama.
Tapi, dibanding dengan gadis lain, aku lebih bahagia.
Karena dia membebaskanku, aku harus kembali ke kehidupan yang cepat ini.
Maksudmu Tuan Yaichi?
Masa, kau memang cerdas.
Lantas, Nona Otake, kau tahu dia?
Soal apa? Anggota Ichi tempo dulu?
Ya.
Aku tak tahu, tapi kau pasti tahu, Masa.
Tidak.
Tak apa-apa. Tak perlu cerita.
Kalau kau mau terus bersama Ichi, kau tak boleh memikirkannya.
Dia itu bisa tahu kalau kau ingin ikut campur.
Kakak, kau mau menemaniku hari ini, 'kan?
Ayo kita jalan-jalan keliling Edo.
Ini.
Rumahnya besar sekali, ya.
Akitsu!
Tuan Yagi!
Aku adiknya, Sachi.
Dia datang dari kampung halamanku.
Kami punya penganan di rumah.
Akitsu, ikutlah.
Kau ini mudah sekali dibaca.
Aku tahu kau mau menghindariku.
Ini.
Tuan Yagi memang sekuat dugaanku.
Kakak,
ilmu pedangmu pasti pasti lebih kuat.
Masuklah, Akitsu. Akan kubuatkan teh.
Apa kau sengaja kalah?
Tidak. Orang itu memang kuat.
Jangan perlihatkan ilmu pedangku?
Berpura-puralah seolah kau ini lemah.
Kenapa?
Dia sudah tahu kalau kita ini punya kedekatan.
Kau harus bertingkah seperti yang dia kira.
Kau tak boleh membuatnya lebih curiga lagi.
Kalau kita tertangkap, semuanya tamat.
Apa tak apa-apa kalau kau tak kembali ke kantor?
Ah, kalau ada apa-apa, pasti ada yang datang mengabariku.
Ada pohon mapel yang lebih besar dari yang ini, berjajar di jalan sebelah ke Daerah Sawai.
Pada saat itu, rumah itu milik pengikut yang bernama Saegusa.
Kau pernah ke makamnya waktu itu, 'kan?
Putranyalah yang meninggal karena sakit.
Ingatanku tentang Rumah Sawai dimulai setelah ayahku menghukumku.
Hal itu terjadi padamu, Tuan Yagi? Sulit dipercaya.
Dulu, aku ini orang yang bejat.
Saat aku pulang malam itu, gerbangnya sudah ditutup.
Ayahku meneriakiku dari dalam, "Anak bodoh, diam di luar dan dinginkan kepalamu!"
Saat itu hujannya deras sekali,
tapi aku masih terkunci di luar dan terpaksa basah kuyup seperti tikus tercebur.
Seorang budak dari Rumah Saegusa memanggil namaku.
Tuan Heizaemon, kemarilah.
Tetanggaku.
Anda bisa kedinginan di sini.
Nasi kepal?
Anda bisa-bisa dilepas dari hak waris.
Soal itu aku tak peduli.
Anda memang orang yang aneh.
Namanya adalah Yaichi.
Setelah itu, kami jadi sering bertemu dan perhatian kami sama.
Kami juga seumuran.
Putra yang mereka rawat di sana sangat tersiksa.
Aku sering menjahilinya.
Aku yakin namanya itu Seinoshin.
Dia anak yang baik.
Aku sangat sedih saat mereka berdua meninggal.
Tuan Seinoshin!
Sedang apa kau dengannya?
Ini bukan jamnya anak kecil untuk berkeliaran, Sei.
Aku tak bisa tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.