Le prime 189 righe.
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Selamat Kembali Bagi Kita Berdua
Kek.
Tolong jaga Isla sebentar.
Kau mau ke sana sendirian?
Sebaiknya tunggu bala bantuan.
Waktunya mepet.
Kakinya tak bisa ditolong lagi, harus diamputasi.
Maaf.
Aku enggak bakal lupakan kenangan kita selama kerja bareng.
Tapi,
aku enggak bakal jadi mitramu lagi.
Terima kasih buat bantuan kalian selama kasus Marcia.
Biarpun akhirnya kayak begitu,
seenggaknya masyarakat sekitar enggak sampai terlibat.
Terus,
masalah si penarik Giftia palsu...
Kita sukses bekuk organisasi mereka dengan bantuan R. Security,
begitu kata Kantor Pusat.
Begitulah.
Mengenai kasus ini,
Tsukasa dan Isla enggak bakal dinyatakan bersalah.
Tsukasa?
Isla.
Isla!
Hoi.
Kau dengar enggak, Tsukasa?
Ah, ya!
Ini memang bukan salah kalian,
tapi tetap harus ada yang tanggung jawab sama kejadian ini.
Makanya,
sampai Isla kembali, kau harus urus tugas administrasinya.
Mengerti?
Ya.
Baiklah, rapat selesai!
Tsukasa?
Sudah sadar, ya?
Dia bersikeras mau menjagamu semalaman.
Dasar keras kepala.
Kau sudah boleh bergerak besok,
tapi kondisi badanmu sudah tak sebagus dulu.
Perbaikannya butuh waktu beberapa hari lagi.
Aku enggak bakal jadi mitramu lagi.
Pagi! Jam berapa sekarang?
Masih tengah malam.
Sebaiknya kau pulang dan istirahat di asrama.
Ya, ya.
Tapi, syukurlah kau sudah pulih.
Kau enggak sadar selama dua hari, tahu.
Si kakek itu sampai bilang,
"Tak ada gunanya berkeliaran di sini. Cepat keluar!"
Aku dimarahi, deh.
Tapi, aku takut.
Takut?
Aku takut kalau kau enggak bakal bangun lagi, Isla.
Bagaimana Marcia dan Souta?
Tenang saja.
Mbak Kazuki dan yang lainnya ikut bantu,
dan semuanya sudah dibereskan.
Maaf, ya.
Aku enggak bisa bantu sama sekali.
Jangan diambil hati!
Tsukasa, kau enggak apa-apa?
Terima kasih ya,
sudah pikirkan aku.
Aku baik-baik saja, kok!
Sungguh.
Kenapa?
Kenapa
dia masih bisa tersenyum?
Dengar ya, Islacchi.
Kau masih belum pulih seratus persen, ya?
Makanya jangan langsung ke asrama habis pulang kerja, tapi ke sini dulu.
Aku pasti bakal merawatmu sepenuh hati!
Ya, deh.
Ah, Isla! Kau sudah sehat?
Tim teknisi bilang, dia masih butuh pemeliharaan beberapa kali lagi.
Pagi!
Selamat pagi.
Pagi!
Selamat pagi.
Isla, buatkan aku teh, ya.
Maaf merepotkan, ya.
Selam—
Hoi, hoi, Tsukasa. Nanti malam temani aku minum-minum, ya.
Nanti kuajak ke tempat yang banyak cewek seksinya, deh.
Enggak, enggak. Aku sudah bilang, aku ini masih di bawah umur.
Yasutaka!
Tolong jangan bicara melantur pagi-pagi.
Ih, jorok banget!
Kalau sudah besar jangan tiru dia, Zack.
Oke.
Cewek-cewek di kantor kita semuanya pada kaku, ya?
Isla, jangan-jangan kau suka sama aku, ya?
Mau kencan?
Eror. Aku enggak paham omongan Yasutaka.
Wah! Hatiku yang sensitif jadi hancur berantakan, nih!
Tsukasa, hibur aku dong, malam ini. Temani aku minum, ya!
Ya ampun, jangan paksa aku terus, dong!
I-Isla! Tehnya! Tehnya tumpah!
Ah, dokumennya.
Gawat.
Enggak apa-apa, 'kan?
Aku minta maaf.
Pagi, Isla!
Rasanya agak aneh ya, kita pergi ke kantor sendiri-sendiri?
Belakangan kita selalu bareng, sih.
Tsukasa.
Senyummu enak dilihat.
Ada apa nih, tiba-tiba bilang begitu? Aku jadi syok!
Ah, tapi, terima kasih, ya.
Isla.
Tsukasa lakukan hal aneh apa padamu?
Tenang saja! Kami pasti bakal mendukungmu!
Betul! Aku juga penasaran, nih!
Menggoda Isla yang masih polos enggak bisa dimaafkan!
Kalau sampai macam-macam, kali ini dia bakal kutendang dari asrama!
Nah, Islacchi. Ceritakan saja semuanya yang lengkap!
Ayo!
Ayo!
Aku
cuma...
Cuma?
Tsukasa jadi terbayang terus di pikiranku.
Tanpa sadar,
aku jadi lihat ke arah Tsukasa terus.
Padahal sebelumnya, aku enggak pernah memerhatikan Tsukasa.
Eh, jadi, maksudnya apa, nih?
Islacchi, yang kaurasakan itu namanya
jatuh cinta!
Cinta?
Ya, itu cinta!
Eh, cinta?
Eh, rasanya bukan.
Pokoknya, aku bakal membantumu dengan senang hati!
Mulai sekarang, kita bakal amati Tsukasa selama 24 jam penuh
supaya bisa tahu gaya hidupnya kayak apa!
Tahu gaya hidupnya? Kalian jadi mirip penguntit kalau begitu, tahu!
Orang yang lagi jatuh cinta pasti mau tahu kayak apa orang yang dia sukai!
Aku bisa tahu karena pernah melakukannya!
Kita mulai penyelidikannya besok, ya!
Jangan harap aku mau ikut, ya!
Tsukasacchi lagi baca apa sih itu?
Mungkin baca buku harianku.
Kau kasih dia baca, Islacchi?
Kok kau berani banget?
Katanya dia mau belajar soal prosedur Terminal Service, jadi kupinjamkan saja.
Dia pasti bisa paham lebih cepat kalau baca itu.
Semua hal tentangmu ditulis di buku harian itu, 'kan, Islacchi?
Beruntung banget dia! Aku juga mau baca!
Isinya enggak terlalu menarik, kok.
Eh? Masa, sih?
Tapi, Tsukasacchi bacanya sambil cengar-cengir sendiri!
Geli lihatnya!
Kau sendiri juga bikin merinding, Eru.
Sherry, ada apa?
Enggak, aku cuma merasa ada yang awasi kita.
Sisa-sisa komplotan penarik ilegal itu mungkin saja mau meneror kita.
Ke kantor ini?
Kalau memang betul, mereka pasti lebih pilih serang Kantor Pusat.
Sherry memang waspada banget kalau ada penguntit.
Memangnya itu gara-gara siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.