Informazioni sulla release

Made in Abyss S2 Complete
Un commento di Dhalopez
Netflix Retail

Tag

other
Pubblicato il: 2022-11-08
Download: 12
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 168 righe.

Irumyuui.

Ada sesuatu yang harus kucari sebelum bertemu denganmu.

Kompas ini…

Di sanalah tempat kompas ini

berdiri dengan tegak.

Pria yang memungut diriku yang sebatang kara,

benar-benar sangat jahat.

Dia selalu menceritakan ini padaku.

Cerita bualan soal Menjadi Pemeran Utama.

Karena dipaksa mendengarkannya, aku ingat betul dengan cerita itu.

Pada suatu hari yang tenang,

saat pergi ke laut untuk memancing,

dia menemukan kapal yang mengeluarkan asap.

Tidak terbakar, tapi mengeluarkan asap.

Jasad yang terus mengeluarkan asap.

Tubuh yang hampir terbelah dua,

terus menggeliat seperti cacing.

Organ dalamnya tercerai-berai.

Di dalam kabin,

ada satu orang yang masih tersisa dalam wujud manusia.

Tapi dia…

Sudah ada di dalam kondisi tidak bisa diajak bicara.

Apa ini?

Dijual laku berapa?

Itu…

Kompas.

Di sanalah tempat kompas ini berdiri dengan tegak.

Lubang raksasa…

Terus menuju ke dasar Bumi yang tidak berujung.

Pemakan manusia…

Aku…

Aku tidak mampu melihatnya.

Kota…

Di sana ada Kota Emas.

Di lubang raksasa…

Pemakan manusia…

Lalu,

akhirnya dia mati.

Hei, tidak apa-apa, 'kan?

Jawablah.

Aku tidak sepertimu.

Hei.

Jawab.

Aku…

Bukan cuma orang yang membual sepertimu.

Aku sudah bersiap.

Demi tujuan itu.

Demi tujuan itu.

Demi tujuan itu.

Bukan.

Bukan.

Aku hanya mendambakannya.

Ke tempat…

Yang tidak ada seorang pun mengenaliku.

Kota Emas itu

bisa mengubah sampah menjadi emas.

Bahkan orang bekas pakai seperti dirimu,

daging busuk seperti ini pun,

sepertinya aku bisa mengubah kalian menjadi emas.

Masih menggema meski telah menjauh.

Suara itu…

Tempat aku bisa menghilang.

Sulit sekali.

Sebanyak apa pun aku berlatih,

aku tidak pernah terbiasa dengan mabuk laut.

Sudah 20 hari berlalu sejak dari pelabuhan terakhir.

Ikan segar dan miras yang tidak bisa basi adalah makanan mewah di sini.

Hari ini pun Komandan Wazukyan menangkap serangga dari lambung kapal,

lalu dimakan mentah-mentah.

Katanya untuk mencegah penyakit.

Selain itu, cakrawalanya…

Terkadang hilang dari pandangan,

kemudian terlihat lagi.

Berulang dan terus berulang.

Lama-lama aku jadi terbiasa dengan muntah.

Bagus.

Apanya yang bagus?

Kau sudah terbiasa muntah.

Makanan yang berharga…

Tidak usah dipikirkan.

Kita masih ada stok biskuit laut untuk satu bulan.

Lagi pula, kita hampir sampai.

Saat Kompas Bintang berhasil berdiri tegak,

kita hanya bisa mengandalkan angin

di laut yang belum dipetakan ini.

Kau yakin aku saja yang membawa ini?

Tentu.

Sekarang kau sudah termasuk Tiga Serangkai dari Ganja.

Saat kau membawa kompas itu,

aku merasakan sebuah takdir.

Justru kaulah yang menjadi petunjuk jalan kami.

Tidak usah khawatir.

Hal yang kupercaya biasanya tepat.

Kita hampir sampai.

Serius.

Dah, aku mau menangkap tikus dulu.

Tidak usah cemas.

Belaf.

Dia bukannya menyepelekan.

Seharusnya kau sudah mengerti.

Terkadang dia dan kami semua tidak bisa mengungkapkan

pengalaman yang kami alami dengan kata-kata.

Makanya dia jadi seperti itu.

Awalnya kami tidak menganggapnya serius karena semua hanya asumsinya saja,

tapi omongannya selalu tepat, mungkin dia dicintai dewa.

Meskipun Kota Emas itu ternyata tidak nyata,

aku yakin dia pasti akan menemukannya.

Dia sudah memprediksi kau akan bergabung dan menjadi Tiga Serangkai

pada hari sebelum kau muncul.

Dia punya bakat seperti itu.

Belaf…

Apa aku pantas menjadi Tiga Serangkai?

Aku merasa tidak pantas.

Memang apa alasannya?

Aku ini tidak berguna.

Tubuhku bak sampah yang tidak laku dijual dan hanya bisa merepotkan orang lain.

Menurutmu apa itu keindahan?

Itu…

Orang yang percaya diri sepertimu, Belaf.

Aku tidak tahu.

Sesuatu bukan menjadi indah karena indah.

Bukan buruk karena buruk.

Matamu…

Indah, ya.

Tepat sekali.

Keindahan adalah mata.

Tapi bukan mata dalam arti fisik.

Artikan sebagai "tatapan" dari mata.

Posisi, status sosial, kehormatan, penampilan,

dan percaya diri bukanlah esensi dari keindahan.

Meskipun buruk rupa, terus terjatuh saat melangkah ke depan,

terus dijegal saat mencoba bangkit,

tataplah, cintailah, dan terus kagumi.

Tatapan itulah esensi dari keindahan.

Kau memiliki mata yang gelap.

Arahkan pandanganmu pada kegelapan.

Satu-satunya cahaya yang tak pernah ditemukan siapa pun

hanya ada di dalam kegelapan sejati.

Kau itu cukup berbakat dan manis lebih dari yang kau bayangkan.

Bahkan sangat.

Meski kau bilang kau kotor dan buruk rupa,

kau tidak bisa mengelabui mataku.

Ingatlah ini jika suara itu menakutimu.

Vueko, cepat kemari!

Samashura demam lagi!

Aku segera ke sana!

Menceramahi…

Seperti biasanya, ya.

Tidak juga!

Aku hanya ingin mengenalnya lebih dalam.

Mana kapal yang lain?

Hanya kapal Jomi dan kita yang tersisa.

Wazukyan!

Lihat!

Barang-barang kapal Jomi.

Kemungkinan besar…

Belaf, Wazukyan!

Kompasnya!

Hei, itu!

Apa?

Pulau terpencil di perairan terlarang?

Jadi, itu…

MADE IN ABYSS THE GOLDEN CITY OF THE SCORCHING SUN

KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI

Ada yang mau turun duluan?

Baiklah, kita akan maju dengan gagah berani!

Akhirnya dimulai juga.

Ke tanah air yang kita tinggalkan.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left