Le prime 194 righe.
Aku selalu suka membersihkan tubuh.
Aku suka mandi.
Aku suka showers.
Tempat favoritku.
Dulunya.
Semua tahanan di asrama B harus diperiksa kutunya.
Diulangi. Semua tahanan asrama B harus diperiksa kutunya.
Oh. Sebentar lagi, sumpah.
Mmhm. Aku tunggu.
Awas jika air panasnya kau habiskan.
Dari awal air panasnya sudah sedikit.
Mmhm.
Cepat.
Baik. Baik.
Aku selesai. Keluar sekarang.
Nah, itu payudara yang bagus.
Oh, terima kasih.
Kau punya payudara TV.
Makasih.
Kau... tahu kan ada sandal jepit dijual di toserba.
Uangku belum dikirim, jadi...
Kau kreatif. Kau bolehlah.
Sekarang minggir dari sini.
Baik.
Jadi ada babi utuh didalam sana.
Ya.
Untuk kita berempat.
Itu babi kecil.
Aku ingin gunakan kotaknya.
Dia merasa bersalah akan pergi.
Ini wujud rasa bersalahnya.
Setidaknya kau dapat sesuatu.
Aku tidak akan berhubungan seks selama setahun. Apa yang aku dapat?
Bayi?
Kau tak bisa memakannya.
Apa kita akan makan itu?
Itu temanya.
Kau tidak dipenjara di Kuba.
Bagaimana mungkin kau akan dipenjara besok.
Lembaga Permasyarakatan. Bukan penjara.
Kau akan lewatkan kelahiran anakku.
Polly, aku sangat menyesal.
Aku tahu.
Kau harus pertahankan bentuk alismu selama di penjara.
Kau tak boleh kembali dengan alis menyatu.
Apa aku boleh menangis?
Tidak.
Sungguh.
Tidak.
Baik.
Kami siap.
Semua kedalam.
Butuh pegangan?
Ya. Gadis besar.
Ke makan malam terakhir.
Kita harus lakukan.
Aku tahu
Baiklah.
-Harusnya kita tidak makan terlalu banyak. -Aku tahu.
Ayo. Kita harus maraton.
Baik.
Membuat kenangan.
Kita perlu... seks yang menakjubkan.
Oh. Baik.
Kalau itu maumu.
-Tunggu... -Apa?
-Aku mau buang air. -Apa?
Tidak.
-Ya. -Sungguh?
-Sebentar saja. -Oh.
Aku akan...
-Sebentar saja. -Ugh.
Hey.
Ya?
Kau terlihat cantik.
Thanks.
Oh. Sial.
Apa?
Kau juga terlihat indah.
Ayo.
Sini.
Hey.
Kau menangis.
Shh...
Piper.
Diam.
Tidak ada jam berkunjung hari ini.
Hai. Um... aku kesini untuk menyerahkan diri.
Oh. Baiklah.
Apa dia terlihat kaget?
Saat kukatakan aku kesini untuk menyerahkan diri?
Apa dia terlihat heran?
-Aku... aku tak perhatikan. -Sepertinya dia heran.
Aku terlihat berantakan.
Mataku bengkak.
Kau mengkhawatirkan penampilanmu?
Mereka akan tahu aku habis menangis. Itu tanda2 kelemahan.
Jangan terlihat lemah. Itu yang ditulis di buku.
Oh manis...
Jangan panggil aku manis.
Oh... Leonard.
Itu lebih baik.
Okay.
Ini tak bisa kubawa.
Oh...
Oh. Baiklah.
Apa yang kau lakukan?
Well...
kau tak boleh menaruhnya di saku, nanti malah masuk ke mesin cuci.
Ok. Um...
-Dimana kau mau aku meletakkannya, Piper? -Di pantatmu.
Tak ada tempat lagi. Rupanya kepalaku sudah ada di sana.
Maaf.
Tak apa.
Begini saja?
Aku akan menaruhnya... di dompetku.
-Ok? -Mmhm.
Dan... saat aku sampai di rumah...
Aku akan menyimpannya di kotak perhiasanmu.
Sampai aku kehabisan uang. Lalu mungkin aku akan menjualnya.Tapi...
Akan kudapatkan kembali sebelum kau keluar.
Menyerahkan diri.
Ya, tak ada yang memberitahuku.
Ada dokumennya disini.
Nama... Chapman.
Ya.
Chap.
Duduklah.
Piper. Berima dengan sniper.
Kau lapar?
Tidak juga.
Cobalah makan.
-Ini barato. -Oh...
Terima kasih.
Ibuku bilang ke teman2nya kalau aku jadi sukarelawan di Afrika.
Heh.
Aku yakin mereka ngeri kau pergi ke tempat yang kotor dan berbahaya.
Aku tak pernah membawa narkoba... hanya...uangnya.
Kau dulu lesbian?
Waktu itu.
Kau masih lesbian?
Tidak. Tidak lagi.
Kau yakin?
Aku pernah sekali mencium Mary Straily saat aku masih di sekolah Ms. Porter.
Bukan kemauanku.
Well...
Kau tahu tentang ini?
Tidak.
Aku tidak tahu sebelumnya.
Aku tahu dia bepergian setelah lulus kuliah tapi...
Dia lupa cerita kalau pernah punya kekasih lesbi...
anggota sindikat narkoba internasional. Bayangkan kagetnya aku.
Demi Tuhan, untuk apa uangnya?
Well... Nenek, aku tidak lakukan itu demi uang.
Oh Piper. Demi Tuhan.
Jadi ini postingan terakhirku sebagai orang bebas.
-Apa yang akan kau tulis? -Hey!
Uh-uh. Oh tidak.
Kau tak boleh bawa telepon kesini. Ini fasilitas federal. Bawa keluar.
Oh. Bolehkah aku...? Apa aku boleh keluar?
Dia bisa membawanya keluar.
Jadi tak boleh?
Tak boleh ada telepon.
Kau tahu itu.
Sekarang?
Oh Tuhan. Larry, pada saat aku keluar, akan ada...
-tiga generasi baru iPhones. -Pak.
Aku bisa panggil petugas untuk menemanimu.
Baik. Aku pergi.
Aku pergi dulu.
Hey, aku akan kembali ok?
Aku akan letakkan ponsel di mobil. Aku akan kembali.
Ok? Dua detik.
Ok.
Dua detik.
-Chapman. -Ya?
Ya. Itu aku.
Tapi kau harus tunggu dulu.
Kau memberitahu apa yang harus kulakukan?
Cepat kesini, Chapman. Sekarang.
Dia...dia kembali sebentar lagi. Kami sudah menunggu disini selama dua jam.
Waktu menunggu sudah selesai.
Ini tanda pengenal sementara.
Pasang ini diseragammu saat kita di...
Itu dia.
Siapa ini?
Tunanganku.
Oh ya? Selamat sajalah kalau begitu.
-Apa? -Ada barang pribadi?
Ini.
Tak bisa bawa cek.
Tapi minggu lalu aku menelpon dan mereka suruh bawa ini.
Dia harus mengirimnya ke Iowa. Butuh beberapa minggu untuk diproses.
Beberapa minggu?
No comments yet. Be the first to leave one.