Chess of the Wind

Chess of the Wind (شطرنج باد)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Chess of the Wind 1976 BluRay Pahe NANOsubs
Un commento di GradyNanoNano
Paid Requested Subtitle only for BLURAY version from PAHE | Durasi 01:40:23 | NANOsubs.id | Membuka Jasa Penerjemahan, Transkrip, dan Resync Subtitle Film, Video atau Series, silahkan kontak WA: 0895333122239 untuk lebih lanjut atau pemesanan! Thanks! | B

Tag

BluRay
Pubblicato il: 2023-06-26
Download: 53
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

NANO

subs

Buka Jasa Penerjemahan Film! 0895333122239

CHESS OF THE WIND (1976) Terjemahan oleh: NANOsubs

Dibintangi:

Fakhri Khorvash

Mohamad Ali Keshavarz Akbar Zanjanpour

Hamid Ta'ati Aghajan Rafii

Memperkenalkan: Shohreh Aghdashlou Shahram Golchin

Kameramen: Farrokh Majidi

Desainer kostum: Manouchehr Safarzadeh Desainer set: Houri Etesam

Komposer: Sheyda Gharachedaghi

Editor: Abbas Ganjawi

Direktur fotografi: Houshang Baharlou

Produser: Bahman Farmanara

Penulis dan sutradara: Mohammad Reza Aslani

“Persaingan dalam meningkatkan keuntungan duniawi mengalihkan perhatianmu.

Sampai kau dikuburkan.

Dan mengunjungi kuburan.

Tidak, memang, tapi segera kau akan tahu.

Tidak tidak.

Ya, kau akan tahu.

Ya, Kau akan tahu." Quran 102: 1-3.

Wahai, Haji.

"Dalam karavan kehidupan,

keamanan singkat apa yang kumiliki,

ketika bel berbunyi.

Ikat bebanmu, waktunya sudah dekat!"

Terpujilah engkau.

Bismillah.

Ya Allah.

Jalan terus.

Selamat pagi.

Maafkan kecerobohanku.

Sudah lama sejak ibumu meninggal.

Mungkin kau harus berhenti berkabung.

Tentu, aku bukan siapa-siapa yang bisa menyuruhmu.

Sebelum...

Tidak akan terlihat bagus jika kita menunda pernikahan kita.

Apalagi sekarang kau telah menyetujui sumpah suci ini.

Aku tahu.

Lagipula, aku hanyalah hambamu yang rendah hati.

Keluar, nak!

Bunda, jangan lupa saksikan Haji Amou.

Haji Amou.

Apa plot yang sudah mereka gali?

Ramazan sudah mengajarkan cara menggunakan cambuk.

Ya.

Pasti sulit untuk mengajar.

Hari ini dia memanggil penjahitnya.

Dia membuat keputusan yang baik.

Benar.

Kau suka mengawasi sekitar?

Bajingan!

Bismillah, Nak.

Makanan sudah siap.

Bismillah.

Enyah!

Maaf?

Ada masalah apa?

Ternyata kau.

Lihatlah dirimu sendiri.

Kau akan tahu.

Aku...

selalu seperti ini.

Jangan bilang "selalu".

"Selalu" hanya untuk Tuhan.

Maaf?

Begini, kau kemari untuk makan malam dengan pakaian yang layak..,

Haji Agha, setidaknya tunggu sampai masa berkabung almarhum ibuku selesai.

Jangan menyuruhku.

Jika kau menghormati yang sudah mati..,

seharusnya menunggu sebelum ingin menikahi orang lain.

Haji Amou!

Apa masalahmu?

Persetan denganmu!

Diam!

Haji Amou, jangan lupa dia sedang berduka.

Jangan ikut campur, nak!

Goda terus orang ini sesukamu, tapi jangan terbawa perasaan.

Aku bersaksi pada Tuhan, aku bahkan belum menatap matanya.

Tapi, kau sudah melihat dalam harta bendanya.

Astagfirullah.

Keluar dari sini, dasar reptil!

Aku, Haji Amou?

Aku tidak ingin melihatmu berkeliaran dengan pelacur itu.

Aku tidak membesarkan kalian untuk mencuri barang-barangku.

Harus kuingatkan ketika kalian yatim piatu?

Sekarang pergilah!

Pergi!

Aku terus mengkhawatirkan putriku. Aku menguncinya dikamar.

Kau beri dia makanan?

Aku hanya punya satu balok gula.

Kau tidak titipkan anakmu ke tetangga?

Aku tak bisa minta tetangga menjaganya lagi.

Kau ini kenapa?

Dia mewarisi temperamen wanita tua itu.

Aku sangat lelah.

Katanya, ibumu sangat cantik.

Aku baru saja dicambuk olehnya.

Atabak mewarisinya dari ayahnya..,

bukan dari utang Ayahnya yang tak bisa dilunasi.

Ayahnya meninggal karena kesedihan.

Atabak sangat mencintainya.

Dia tahu cara tangani Atabak.

Dia meninggal setelah lima tahun.

Katanya, dia terkena kanker.

Dia mewarisi segalanya untuk istri dan putrinya, Aghdas.

Atabak benar-benar tiran!

Nona Tua tidak kasihan dengan anak-anaknya atau istri-istrinya yang lain.

Tarik napas.

Jangan beranjak dari kasur.

Dokter, wanita itu memintaku memukul pelipisnya dengan palu.

Bagaimana mungkin?

Ya, aneh sekali.

Pukulan itu bisa membunuhmu.

Ada ada saja!

Untuk menangkal mata jahat.

Keluar dari sini, gadis malang!

Tenang, sayangku, tenang.

Pikirkan hal-hal suci.

Bukan orang-orang.

Akan kuberi resep obatnya.

Tidak cukup? / Sudah, tidak apa-apa.

Apa menurutmu soal skandal itu?

Memiliki suatu barang menambah perbedaan seseorang.

Aku yakin menikahi Nona Aghdas akan memberimu banyak perbedaan.

Haji Amou yang jadi masalah.

Kau tahu apa rencananya?

Dia tampaknya tertarik padamu.

Bahkan, jika aku dapat warisan..,

buat apa jika tak bisa kusentuh?

Jadikan uang dan kita pergi ke Barat.

Jangan naif.

Kita harus mengubah warisan menjadi properti dan menyewanya.

Kita bisa menyewakannya ke Inggris.

Hanya memikirkan gengsi.

Langkah ini mungkin terlalu berat untukmu, Dokter.

Jika dia tak sembuh juga, kau tak perlu kembali.

Semoga ada perbedaan.

Kusarankan dia keluar dari rumah ini untuk cari udara.

Akan bermanfaat untuknya.

Kebetulan sekali!

Aku terpikirkan ide serupa.

Kita seharusnya mengusirnya sejak berabad-abad yang lalu.

Aku menjaganya karena kasihan.

Astagfirullah! Kau tetap ayah tirinya.

Kau hampir seperti ayah kandungnya.

Aku apa adanya.

Haji.

Kau seharusnya dibelakang toko.

Aku tak perlu sosok ayah yang mandul.

Terlalu banyak rasa tidak hormat di rumah ini.

Tutup mulutmu, wanita!

Haji Amou!

Kau tidak punya rasa malu.

Jika kau tidak memantrai mendiang ibuku,

Kau tak akan berada di sini!

Pernikahanku dengan ibumu hanya sementara, untuk satu malam.

Kenapa kau tidak mati saja?

Kumohon, tunjukkan rasa hormat pada orang-orang di rumah.

Ini rumahku.

Sekarang, jangan terbawa suasana.

Kau tuannya. / Tentu saja.

Sudahlah.

Puji Tuhan yang murah hati!

Keberuntungan Atabak, yang menjadi milik tuan putri,

jatuh ke tangan para pengemis ini.

Buka!

Tolong, Nona.

Aku tidak ingin dipecat.

Mereka bukan apa-apa.

Kau milikku.

Segelnya palsu.

Dengan segel yang sama dia memalsukan perbuatannya.

Terus mencari!

Ini dia.

Akta.

Akta rumah ini.

Dia jadi pemiliknya.

Dasar bajingan.

Biarkan saja!

Enyah!

Haji Amou!

Matikan!

Nona, kau seharusnya menemuinya lebih awal.

Kau benar.

Jika kita mengizinkannya,

dia akan menyakitimu.

Ini semua salah ibuku.

Dia membawanya ke rumah ini.

Dia..,

Dia menjualku kepada pria ini.

Dia membunuh ibuku.

Membunuhnya dan sekarang...

Aku tak akan biarkan dia...

Aku tak akan biarkan.

Terima kasih.

Bagaimana jika dia mengusirku?

Jika kau dibuang, kau harus ajukan keluhan.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left