Le prime 187 righe.
Hanya untuk penggunaan secara pribadi, bukan untuk di gunakan pada situs HARDSUB atau STREAMING
Aku harus ke kamar mandi.
Ugh, tolong matikan alarmmu.
Biarkan aku tidur sebentar lagi, oke?
Inilah kenapa kau harus pulang lebih awal!
Bagaimana bisa kau minum tiap malam?
Hei.
Eomma.
Byul, Kau sudah bangun.
Eomma, perutku sakit.
Perutmu sakit?
Kemari, Appa bisa membuatmu merasa baikkan.
Kemarilah.
Aw, perutmu sakit?
Sini, sini
Tangan Appa adalah obat,
dan perut Byull penuh dengan kotoran.
Bukan!
Bukan?
Pagi-pagi kau sudah ngajak ribut?
Sebaiknya kau cepat keluar!
Ini.
Kenapa akhir-akhir ini kau telat pulang?
Bagaimana kau tahu? Kau selalu pulang malam.
Kau masih melakukan pertunjukan itu?
Hei, Kim Woo Joo, cepat keluar!
Perutku sakit.
Appa.
Kau harus berdoa sebelum makan.
- Baiklah. - Aku akan berdoa, ok?
Berdoalah.
Tuhan, terima kasih atas makanan lezat yang Engkau berikan ini.
Kami akan memakannya.
Amin.
Woo Joo-ya, makanlah.
Tidak usah.
Makanlah sesuatu.
Appa! Appa!
Apa?
Hantu makanan yang kau katakan itu bohong, kan?
Enggak.
Itu sudah pergi.
Kenapa?
Karena kau sekarang bisa makan tanpa menumpahkan apapun,
jadi dia tidak dapat apapun untuk dimakan.
Lalu dia pergi ke keluarga lain yang punya bayi
Jadi, dia akan kembali lagi?
Entahlah.
Apa dia akan kembali lagi?
Yah, dia akan kembali lagi.
- Benarkah? - Yah.
Kau harus mengambil tindakan pengamanan sebelum memulai.
Aku minta maaf. / Aku sudah menyuruhmu untuk menyingkirkan ini!
- Aku akan memperbaikinya. - Bagaimana jika ada kecelakaan?
Maaf.
Iya, Direktur.
Direktur Cho.
Ya.
Saya pasti datang jika anda ingin saya kesana.
Ya, tempat yang sama seperti kemarin?
Ya, saya akan segera kesana.
Ya.
Kau dipanggil lagi?
Sepertinya aku harus pulang lebih awal hari ini.
Aish, dia melakukan itu lagi.
Dia harus membayar biaya konstruksi, subkontraktor mulai marah.
Dia hanya ingin kita membayar minumannya.
Sudah cukup.
Aku akan berbicara padanya nanti.
Itu adalah penyebabnya.
Siapa yang peduli jika dia belajar di luar negeri?
Dia terlahir sebagai direktur?
Aku bertaruh dia bahkan bukan pelajar yang baik.
Itu karena orang tuanya kaya.
Ah, dasar.
Kenapa kau sangat marah?
Karena aku iri.
Beberapa orang tidak perlu khawatir akan dipecat,
mereka sepanjang waktu hanya minum dengan wanita.
Ini terlihat seperti Kyung Soo saat menangis.
Hei, kau dimana? Kami ada pertunjukan malam ini.
Kau bilang akan datang dan merekam kami hari ini.
Bawakan beberapa es krim.
Hei, Kim Dal Nim.
Kau melakukan pertunjukan lagi?
Aku salah sambung.
Aku tidak pandai mengatur perabotan. Ini agak berantakan, kan?
Ini berantakan? Kurasa aku sudah berantakan selama ini.
Itu benar.
Wah, kau membuat semua ini? Sebagai ketua grup?
- Ya. - Wah hebat.
Ini cukup bagus untuk dijual.
Dia sudah melakukannya.
Aku hanya melakukannya setelah anak-anak pulang sekolah.
Lihat ini.
Kau bisa melihat orang seperti apa dia. Lihat seberapa detail ini?
Para orang tua harus menyebarkan hal ini.
Kau membantu saudara iparmu?
Bagaimana kau tahu? Aku direktur pemasarannya.
Hati-hati dijalan.
Ya, terima kasih.
Dadah.
Oh, bagus sekali.
- Oh Dal Nim, sebentar. - Apa?
- Sekarang kau bisa duduk. - Apaan itu?
- Kenapa? - Sangat murahan.
Aku keren kan?
Entahlah.
Kita tidak bisa menutupi dengan dana kita lagi.
Kita tidak punya dana lagi yang bisa digunakan.
Kau harus fleksibel, cari jalan keluarnya.
Kau sudah di industri ini cukup lama.
Mintalah subkontraktor mengatasinya.
Aku tidak bisa melakukan itu terus menerus.
Aku bisa gila.
Pak Kim, apa kau ingin mengakhiri karirmu disini?
Jangan terlalu kaku.
Aku memanggilmu kesini untuk membantumu terlihat baik.
Jangan mengatakan hal seperti itu disini.
Ayo, mari masuk dan minum.
- Jangan merusak suasana. - Ayo masuk
- Direktur. - Hei, Pak Kim!
Duduklah disini.
Kemana saja kau, Pak kim?
Kami berbicara sebentar.
Terima kasih.
Tidak usah begitu, aku berterima kasih padamu.
Kau baik pada Min Hyuk.
Tidak perlu mengatakan itu, sungguh.
Bagaimana proyeknya? Pembangunannya berjalan lancar?
Ya! Semuanya baik-baik saja.
- Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. - Bagus.
Itu sangat penting bagiku, kau tahu itu kan?
Ya.
Tidak ada kecelakaan.
Itu baik-baik saja, tidak perlu khawatir.
Bersulang untuk direktur.
Ayo lakukan ombak.
Pemicu suasana kita, Pak Kim.
Ya, ya.
Mari kita lanjutkan, nyanyikan sebuah lagu!
Ayolah direktur, bukan pemicu suasana.
Itu pembangkit suasana.
Bukankah itu yang kukatakan?
Tidak apa-apa.
Pemicu suasana, pembangkit suasana, semuanya sama saja.
Pak Kim. Pak Kim.
Lagu berikutnya adalah, "Like the Birds".
Kenapa aku adalah pemicu suasana?
Untuk siapa?
Kunyuk itu...
Apa mereka ingin aku membuat mereka marah sekali saja?
Kau minum lagi?
Kau akan membangunkan anak-anak.
Kau bau alkohol.
Kapan kau pernah peduli tentang anak-anak?
Jangan mulai sekarang.
Nyalakan lagi.
Bagaimana kau bisa minum tiap malam?
Kau pikir aku mau minum?
Kau bangga minum dan pulang terlambat?
Kau tidak pernah mendengarkanku lagi?
Tidak, maafkan aku. Kemari sayang.
Berhenti, Keluar!
Aw!
Tidur di ruang tamu.
Nanti akan membangunkan Dal Nim.
Masih disini?
Keluar!
Tutup pintunya!
Baiklah.
Appa.
Bangun.
Kau disuruh keluar lagi?
Aku tidak disuruh keluar.
Aku tidur diluar agar Eomma bisa tidur nyenyak.
Aku harus memberi tanda disini.
"Tempat tidur Appa"
Kemari.
Hentikan!
- Kemari. - Kenapa?
Dal Nim-ah, cepat bangun.
Ah.
Yang benar saja.
Hei, Kim Byul Nim.
Aku sudah bilang jangan sentuh barangku!
Jangan teriak pada adikmu seperti itu, dia cuma anak-anak.
No comments yet. Be the first to leave one.