Le prime 160 righe.
Memalukan.
Memalukan, menjijikkan, memuakkan!
Aku sudah tak tahan lagi melihatmu!
Kebodohanmu sudah terlalu menggunung, Shirou Emiya!
Kau akan jadi seorang pahlawan?
Aku benar, tapi bukanlah kebenaran?
Kalau memang sudah mengerti, kenapa kau masih belum sadari kekeliruanmu?
Keadilan adalah perbuatan mewakili suatu perintah.
Selamatkan semua dan selamatkan sesuatu adalah dua hal berbeda.
Terlebih, keistimewaan dari timbal baliknya!
Semakin sering kau berusaha cari cara penyelamatan yang benar,
kau akan terus dilahap oleh kontradiksi dirimu sendiri!
Akhirnya, kau hanyalah seorang pembunuh bayaran!
Lebih baik kau mati kalau masih belum mengerti juga!
Hancurlah kau bersama idealismemu itu!
Hanguslah kau dalam kehampaan pencapaianmu!
Benar juga, dengan begitu, kekeliruanku pun akan lenyap.
Dengan kedua tanganku ini,
akan kulenyapkan kau tanpa jejak!
Pemahaman mereka sudah mulai searah.
Kalau terus begini, pencapaian level Shirou pun jadi kenyataan.
Tapi...
ZainuddinAri
mempersembahkan
apa yang disembunyikan tangan kiriku
hidari te ni kakushita
berisikan penuh dengan harapan
negai ha negai no mama de
dalam mimpi yang tiada henti
samenai yume miteta
tangan kananku berisi kenangan hampa
migi te ni ha kara no kioku
tentang setiap orang asing di penjuru dunia
daremo shiranai sekai no hate
di kala ku terjebak dalam hujan abadi
yamanai ame ni utareteita
ku butuh kekuatan 'tuk melindunginya
mamoritai mono wo mamoreru tsuyosa
walau kelemahan pudarkan keyakinanku
sore wo shinjirarenakunaru yowasa
semua tetap kubawa dalam pencarian hari esok
subete wo ukeirete ashita wo sagasu
lebih berani saat ulurkan tangan
Brave Shine, te wo nobaseba mada
lewati malam walau penuh luka
Stay the Night, kizu darake no yoru
karena selamatkanku bagai barisan pedang
You Save My Life, kazashite yaiba no saki ni
kenangan pun semakin bertumpuk
omoi wo kasaneta
hingga doaku pun sanggup leburkan waktu
inori ha toki wo koete
Your Brave Shine
Keparat!
Kenapa aku malah repot-repot bertarung adil melawannya?
Kalau aku ambil langkah sedikit, pasti semuanya bisa kuakhiri.
Tapi, firasatku mengatakan, kalau kuambil selangkah saja,
ada bagian terpenting dalam diriku yang akan kalah!
Tidak, semua akan kuakhiri di sini.
Fisiknya sudah sekarat.
Maka, inilah serangan terakhirku.
Apa aku setolol itu?
Harus berapa kali kulancarkan serangan terakhir?
Dia takkan pernah berhenti.
Dia takkan pernah capai batasnya.
Karena dia memang sudah jauh lewati batasnya!
Alasan dia bisa sampai sejauh ini, adalah karena jauh sebelum kemunculanku,
dia sudah berusaha melenyapkannya!
Padahal aku tahu.
Aku mengerti betul seperti apa sosok si munafik itu!
Semangatnya takkan pernah hancur.
Karena aku tahu betul sosoknya yang tak pernah mau menyerah dan tak mau kalah.
Aku mengerti betul kebusukannya
dalam balutan keadilan yang junjung idealisme yang tak dimiliki siapa pun,
untuk selamatkan semua orang!
Kalau memang bisa diselamatkan,
mungkin dia bisa selamatkan mereka yang berada dalam jurang kesakitan.
Aku pun mengerti betul kehidupan penuh dosa itu!
Apa yang ingin Shirou lenyapkan, adalah dirinya yang halangi dirinya saat ini.
Semua itu demi lindungi apa yang dia percaya, dan akan terus dipercayainya.
Apa yang ingin Archer lenyapkan, adalah dirinya yang lahirkan dirinya saat ini.
Semua itu demi hapus kekeliruan berulang yang akan terjadi di masa depan.
Aku pernah bermimpi.
Kedua mimpi itu benar.
Kedua mimpi itu pernah beri kebenaran.
Tapi hasil akhirnya, bukanlah hal yang kuinginkan.
Meski hanya tersisa penyesalan setelahnya,
semua itu sudah cukup, asalkan idealismeku beri banyak tujuan dalam pencapaiannya.
Meski tahu dia takkan bisa menang, meski tahu semua ini akan sia-sia,
tapi sosoknya tetap tak goyah sedikit pun.
Dan itulah kekeliruan terbesar yang pernah kulakukan.
Kalau memang benar, tapi kenapa begini?
Tidak, akhirnya akan tetap sama.
Kau pasti akan tenggelam dalam keputusasaan, sama sepertiku!
Konyol sekali.
Mana-mu habis sebelum semangatmu pudar?
Dan senjatamu hanya tinggal satu itu.
Apa pun yang terjadi, pertarungan Shirou Emiya akan berakhir di sini!
Ya, kau benar.
Hasratku memang palsu.
Tapi, kurasakan keindahan di dalamnya.
Aku mengerti kalau pentingkan orang lain dibanding diri sendiri adalah kemunafikan.
Meski begitu...
Meski begitu, aku kagumi dan berpikir,
"Kehidupan seperti itu, pastilah sangat menakjubkan."
Meski hidupku dipenuhi kepalsuan,
tapi permohonan yang inginkan kebahagiaan orang lain, pasti menakjubkan.
Semua itu takkan kuhilangkan.
Meski bodoh sekalipun, aku takkan pernah mundur.
Impian itu pun tidaklah salah!
Meski sampai akhir diriku dipenuhi kepalsuan,
aku paham betul kalau impianku bukanlah kekeliruan!
Binasalah!
Bukan.
Tentu saja bukan!
Impianku ini bukanlah kekeliruan!
Biar aku yang menggantikannya.
Serahkan saja
impian Pak Tua padaku.
Benar-benar kejam.
Aku seperti dipaksa berkaca di cermin tua.
Ternyata, dulu memang ada pria seperti ini, ya?
Akulah yang menang, Archer.
Ya, dan akulah yang kalah.
Shirou! Archer!
Shirou, apa kau baik-baik saja?
Archer, kenapa kau bisa terluka begitu?
Aku ini memang biangnya kenaifan.
Andai saja gadis ini adalah manusia yang tak punya hati,
aku pasti takkan kembali jadi sosokku yang dulu.
Meski begitu, semuanya sudah selesai.
Setelah kuterima dirimu,
maka Roh Pahlawan EMIYA sudah tak lagi ada di sini.
Jadi, yang kalah harus segera angkat kaki dari sini.
Hoi.
Archer!
Sungguh drama yang cukup menghibur.
Pertarungan konyol tulen antara dua sosok imitasi.
Tak mungkin, kau...
Oh, sudah sepuluh tahun tak berjumpa ya, Saber?
Nah, apa sekarang kau sudah mengerti seperti apa mahakarya yang asli?
Seberapa besar kau berusaha tiru kekuatan dan bentuknya,
semua itu tak lebih dari karya imitasi.
Karya imitasi dari sosok imitasi sungguh buatku ingin muntah.
Dasar sampah.
Sosok imitasi yang tak tahu diri tiru karya orang lain,
memang harus dihanguskan layaknya sampah.
Kaulah yang harus mengalahkannya!
Archer!
Tak kusangka, ternyata dia punya hasrat selamatkan orang lain.
Bedebah!
Siapa yang berimu izin untuk lenyapkan Archer-ku?
Awalnya aku berniat habisi dulu si pria sekarat di sana itu,
tapi urutannya sedikit berubah, Wanita.
Rin, mundurlah.
Kenapa kau bisa ada di sini, Archer?
Jawabannya sudah jelas.
Pascaperang sebelumnya,
aku tak lenyap, melainkan tetap berada di dunia ini.
Tak mungkin!
No comments yet. Be the first to leave one.