Le prime 200 righe.
Sebelumnya.
Memanfaatkan sampah dan medan di sekelilingnya,
Suku Titik Nol berusaha mendaur ulang.
Mereka bekerja sama untuk membangun Rumah Nol,
lalu pergi menjelajah.
Di darat, mereka menemukan pasokan vitamin.
- Lihat. - Gurita!
Di laut, mereka menemukan protein
- dan mendapatkan energi. - Ada banyak.
"Dalam kondisi ekstrem, mereka mengisi energi"
Mereka bahkan menangkap ikan untuk sarapan keesokan harinya.
Mereka mengeringkannya menggunakan angin laut.
Aku penasaran hal yang akan terjadi pagi ini.
"Menantikan pagi hari tim impian!"
Mari kita lihat.
"Bangun, Suku!"
Kamu sudah bangun?
Haruskah kita membelah bambu untuk memanggang ikannya?
- Bambu? - Ya.
- Kemarin sudah. - Ini.
"Diasinkan dan dikeringkan dengan angin laut"
Terlihat bagus.
Aku akan membuat kompor bambu.
- Bukankah bambu akan terbakar? - Luar biasa.
Belah bambu itu dan bentangkan.
Lalu kita bisa memanggang ikan di atasnya.
- Maksudmu potongan tipis? - Ya.
"Mereka langsung bekerja"
Hanya dengan ini, aku bisa membuat kompor.
Bukankah bambu akan terbakar?
Tidak. Karena lembap.
"Bambu basah sulit terbakar"
Siap? Mulai.
- Satu, dua. - Dua.
- Tiga, empat. - Empat.
- Lima, enam. - Dua, dua.
Mereka menggunakan energi terlalu pagi.
Itu sebabnya mereka cepat pingsan.
- Apa? - Apa?
Pergilah ke sana jika kamu ingin olahraga pagi.
- Olahraga pagi. - Itu suatu keharusan.
Mari kita lakukan squat.
- Kita lakukan 20 saja. - Tunjukkan caranya.
- Biar kutunjukkan. - Posturnya.
Squat itu sederhana. Kalian semua tahu caranya.
Keluarkan bokongmu dan luruskan punggungmu.
Lalu duduk.
Turunlah serendah mungkin.
"Kakimu penting!"
Lalu berdiri.
Keraskan bokongmu saat berdiri.
"Menutup matanya"
Memalukan dari sudut ini.
Aku akan berdiri di sini.
Ada yang punya musik?
Kamu punya "Shut Up and Squat"?
Bisa kamu putar jika ada? Tidak ada?
Aku bukan mencoba memutar laguku.
- Putar itu menjadi lagu latar. - Kamu mau banyak yang memutarnya.
Putar itu menjadi lagu latar.
Mari kita mulai. Siap, mulai.
- Satu, dua. - Dua.
- Aku tidak bisa secepat itu. - Tiga.
- Empat, lima. - Empat.
- Enam, tujuh, delapan. - Enam, tujuh, delapan.
- Bernyanyilah. - Sembilan.
- Sepuluh. - Bernyanyilah.
"Diam dan squat"
"Berolahraga keras"
"Dia bernyanyi sepenuh hati walau itu permintaan mendadak"
"Dia bersemangat karena bisa mempromosikan lagunya"
"Aku bisa menyanyi secara langsung"
"Sampai kapan kita harus melakukan ini?"
- Dia lucu sekali. - Berapa lama lagi?
- Cukup. - Astaga.
Berikutnya, Gary akan mengajari kita bertinju.
Ayo.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Suara latih tanding"
- Kamu lihat itu? - Tidak.
"Suaranya bukan berasal dari mulutku"
- Hei. - Apa yang baru saja kamu lihat
- adalah 100 pukulan jab. - Seratus.
Itu hanya akan membuat mereka lapar.
Orang-orang tanpa pengalaman di hutan
berolahraga pada pagi hari.
- Setelah latihan keras itu... - Ya.
Beri mereka waktu sehari.
Mereka akan berhenti dan menyadari betapa melelahkannya itu.
- Kita memasak sarapan untuk mereka. - Ya.
Ini menyenangkan.
- Apa yang kamu lakukan? - Ikan.
Di atas bambu?
"Ikan menjadi kuning saat dimasak"
- Ini... - Mereka datang.
Kelihatannya enak.
"Mendekati"
- Ini yang kita keringkan kemarin? - Kelihatannya enak.
Terdengar seperti dikukus.
Tampak luar biasa.
Kamu bisa melihat lemaknya menetes.
"Lemak ikan menetes melalui bambu"
Lemaknya menetes. Ini akan sangat lezat.
Tampak indah.
"Ikan bakar bambu yang tidak berminyak"
Itu dia.
"Kelihatannya sudah matang"
- Sudah matang. - Aromanya seperti itu.
- Ikannya sudah matang. - Ya.
Ini enak. Aku mencobanya dan ini enak.
Byung Man bisa bertahan di mana saja.
"Tanpa bau, tanpa lemak, ikan adalah sarapan yang sempurna"
Kamu tidak akan pernah kelaparan jika bersama Kepala Suku.
Cobalah.
Terima kasih.
- Sepertinya - Ini camilan yang renyah.
Camilan untuk bir.
- Ikan teri kering. - Ini ikan kering.
"Ikan kering"
- Ini... - Ini lezat.
Kita butuh bir.
"Renyah"
"Asin, ringan"
Ini asin.
Ayo pergi dari sini.
"Rasa yang fantastis"
- Luar biasa. - Cobalah.
- Boleh aku ambil? - Ya.
Rasanya seperti ikan jagungan kering.
Rasanya seperti ikan jagungan kering.
- Enak sekali. - Isi perutnya enak dan asin.
Ini seperti ikan kering.
- Ini seperti ikan jagungan kering. - Benar, bukan?
- Seperti ikan jagungan kering. - Aku terkejut.
"Habis dalam waktu singkat"
- Kunyah semuanya. - Rasanya seperti ikan jagungan.
"Ikan itu membangkitkan energi penyintasan mereka!"
Kamu tidak tahu dengan mata terpejam.
Sangat disayangkan untuk memakannya, ini sangat istimewa.
- Ayo. - Makanlah lagi.
- Ini dibumbui dengan sempurna. - Benar, bukan?
- Ini dikeringkan dengan baik. - Ya.
Gigit sedikit.
"Bahkan yang termuda menyukainya"
- Aromanya... - Kita butuh bir.
Ini bukan seperti ikan jagungan kering.
"Makan seolah-olah dia pusing"
Enak sekali.
- Ya. - Benar, bukan?
- Enak sekali. - Ini rasa yang tidak asing.
- Enak sekali. - Ini enak dengan nasi.
- Ini enak sekali, Kepala Suku. - Benar.
Ikan yang lebih kecil terasa lebih enak saat digoreng.
Enak sekali.
Ini tidak tergambarkan.
Rasanya enak dengan bir.
- Hei. - Ini camilan untuk teman minum.
Aroma bambu meresap.
Aromanya enak.
Inilah hidangan utamanya.
"Ada hidangan utama yang terpisah"
"Nafsu makan semuanya sudah memuncak"
- Ayolah. - Lakukanlah.
"Ini hidangan utamanya!"
Bagaimana cara memakannya?
"Ikannya dipotong dengan hati-hati"
"Hati-hati"
Memotong...
"Mereka tidak bisa berhenti melihat"
Aku melihatnya.
"Iri"
Ada uapnya.
Aromanya luar biasa.
Coba dagingnya.
- Bolehkah? - Ya.
- Bolehkah aku makan... - Kamu sudah bekerja sekeras itu?
"Gary terpilih"
Astaga...
"Masuk ke mulutnya"
- Lihat itu. - Enak?
"Enak sekali sampai dia hanya tertawa"
Tentu saja.
- Tidak, kamu lebih dahulu. - Ini sudah matang.
"Enak sekali sampai lidahmu mati rasa"
Ini jauh lebih enak daripada ikan lainnya.
Benar-benar berbeda.
Sangat enak jika ikannya sebesar ini.
Kamu memasaknya selama tiga atau empat jam.
Kamu memasaknya lama sekali sehingga sarinya menguap.
Ini makanan pertama dalam dua hari yang bukan gurita.
Dagingnya hampir kenyal.
Aku sangat menikmati sarapan itu.
Hidangan ikan itu menandakan awal yang bagus
pada hari Titik Nol.
Dengan pasokan protein yang terasa manis,
Suku itu membuang rasa lelah.
- Ada sea bream merah. - Budi daya?
- Di Tongyeong? - Ya.
Entahlah.
Ada misi mendadak.
No comments yet. Be the first to leave one.