Sunshine Women's Choir

Sunshine Women's Choir (陽光女子合唱團)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Sunshine Womens Choir 2025 CHINESE WEB-DL NF
Un commento di tedi
Retail NF | 2:14:29

Tag

webdl
Pubblicato il: 2026-08-20
Download: 2
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

SABTU, 30 MEI 2026

Penyerangan terjadi di Lapas Wanita Wilayah Utara.

Selama audisi paduan suara,

seorang narapidana baru

menyerang petugas lapas

menggunakan senjata tajam.

BERBAGI KASIH SEBELUM HARI IBU

Terima kasih telah menunggu.

Tepuk tangan meriah

untuk Paduan Suara Sunshine Women

dari Lapas Wanita Wilayah Utara.

Berikutnya,

perwakilan Klub Gitar dari Kelas 3A,

Tseng Zi-ching, dengan nada sempurna,

akan tampil untuk kita.

Mari beri tepuk tangan yang meriah.

Ayo.

Satu, dua,

tiga, empat,

lima, enam,

- tujuh… - Bagus. Delapan,

sembilan, sepuluh.

Bagus.

Lagi.

LI HUI-ZHEN

- Terus. - Bagus. Terus.

- Sedikit lagi. Hampir. - Bagus.

Sekali lagi.

Ayo, terus.

Aku lihat kepalanya!

Baik, dorong.

Kepala bayinya keluar. Dorong.

Santai.

Bu Li Hui-zhen.

Bayinya tampak sehat.

Tanpa tanda lahir. Perempuan.

Lahir prematur.

Kami akan monitor dia di inkubator.

Jangan cemas.

LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA MOJ

- Yun-shi. - Selamat ulang tahun.

Satu tahun.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun…

Astaga.

Suaramu seperti terlindas truk! Sumbang sekali.

Kau membuatnya menangis.

Kau menjerit seperti babi.

Dia takut sampai menangis.

- Ayolah. - Seburuk itu?

- Jangan menangis. - Parah.

Kau saja yang bernyanyi.

Bernyanyi lewat hidung pun suaraku lebih merdu.

Coba bernyanyi.

Yun-shi, dengarkan ini.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat

Ulang

Tahun

Tiap hari

Lihat? Dia menyukainya.

Dia tersenyum.

GERBANG KEBIJAKSANAAN

Ambil uangnya.

Kebebasan finansial. Hidup bebas stres.

Jadilah dokter. Cari uang sendiri.

Dokter itu bagus.

Topi.

- Belajar penting. - Jadilah doktor.

Yun-shi, sebelah sini.

Kau mau itu?

Gila, ya? Siapa yang menaruh borgol?

Aku. Barangnya sedikit.

Tidak kuduga akan dia ambil.

Jangan menaruh borgol.

- Bodoh. - Ya.

Sudah.

Itu tak dihitung.

Sekali lagi.

Mari coba lagi, ya?

- Ya. - Ambil lagi.

Mari coba lagi.

Mau yang mana?

Bagus. Tumbuhlah menjadi musikus.

Piano. Dia bisa main piano.

Dia bisa menjadi penyanyi juga, 'kan?

Aku akan menjadi ibu manajer.

- Piano… - Musikus.

- Musikus itu bagus. - Piano bagus.

Luar biasa.

Hebat, siapa yang menaruh ini?

Aku. Keren, 'kan?

Kau yang terbaik.

Saat kembali, kulihat barang rusak di Bengkel Enam.

Jadi, aku bawa.

Itu namanya mencuri.

- Aku sita. - Jangan.

Itu tergores dan rusak.

- Itu rusak. - Berikan kepadanya.

- Sudah rusak. - Aku tidak lihat.

Terima kasih.

Cantik.

Yun-shi, mainkan pianonya.

Do, re, mi

Baik, Semua, lihat ke sini.

Ayo, Yun-shi.

Satu. Dua.

Tiga.

Tidak sabar.

Keik sudah siap.

Selain Yun-shi,

kalian berutang kepadaku.

Aku?

Siapa lagi? Hei.

Kau tahu berapa harga keik ini?

Ini seharga upah sepekan.

Kami akan bayar, jangan bawel.

Kau siapa? Nona Kaya?

Keik itu barang mewah di sini.

Mirip LV, tahu?

Tentu aku tahu apa itu LV.

Aku biasa membawanya. Hadiah pelanggan.

Kau paham?

Mungkin yang dia beri itu palsu.

- Apa? - Dengarkan aku.

Yang kupunya tak cuma LV.

Chanel juga ada.

Serta Hermès.

Semua palsu.

Kurang ajar.

Aku tahu kau jual diri demi LV.

- Tidak. - Lantas, dengan uang dari mana?

- Nenek. Lihat dia. - A-pei.

- Jangan kejam begitu. - Baik.

Jangan lupa, waktu kalian 15 menit.

Foto sudah siap.

Buka.

Bu Kepala Fang.

Manis sekali.

Yang ini.

Manis sekali.

Kau melihat dirimu?

- Kau mau ini? - Kau mau ini?

Kalian sedang apa?

Berdiri.

Inspeksi.

Siap.

Polaroid.

Chen Yu-wen.

Waktu istirahat mereka habis.

Kenapa kau masih di sini?

Ada arak prem.

Semua selundupan di sini.

Arak prem?

Rendaman prem.

Sial!

Masih bercanda?

- Bawa. - Siap.

Kata siapa boleh ambil foto?

Lapor, Bu Kepala Fang.

Aku yang memotret.

Buat laporan saat kau kembali!

Siap.

Bu Kepala.

Memang kami tak punya hak?

Hak?

Tentu punya.

Namun, memang kalian menghargainya?

Maling, penipu, tukang ancam, pembunuh.

Memang ini liburan?

Tahu diri!

Apa?

Ingin memukulku? Ayo. Lakukan.

- Salah paham. - Tidak.

- Hui-zhen. Tenang. - Jongkok!

Squat 50 kali, sekarang!

Jangan.

- Lututnya lemah, biar kami saja. - Ya.

Perhatian, ya?

Seratus kali.

- Lima puluh. - Menawar?

Tidak apa-apa.

- Bisa. - Seratus.

- Benar? - Maaf.

- Tidak masalah. - Hitung!

Satu.

Nomor 8112.

Jangan kira kau dapat hak istimewa karena punya anak.

Dengar,

jika melanggar aturan, itu akan lebih buruk!

Dua.

Kau belum makan? Lebih keras!

Tiga.

Empat.

Lima.

Terus terang saja,

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left