Le prime 200 righe.
DESTINED WITH YOU
EPISODE 3
NA-YEON
Halo?
Dia menunggu lama.
Kutunggu dia bangun sendiri.
Baik.
Aku tak mau bangun.
Aku mati 30 menit lalu.
Orang tercintamu sudah tiada.
Kenapa kau tak cemas?
Aduh.
Sudah terlambat.
Kubilang cepat. Kau sengaja, 'kan?
Kau tak cinta aku lagi.
Aku kecelakaan.
Aku kirim mobilnya ke bengkel dan naik taksi ke sini.
Jadi, aku telat.
Kenapa kau ke sini?
Pergi ke rumah sakit.
Kau ingin bertemu denganku.
Harus kukabulkan.
Kau gila?
Ayo ke rumah sakit.
Ini bukan apa-apa.
Kenapa bukan apa-apa?
Itu kecelakaan. Efeknya akan terasa nanti.
Kau akan bilang punggungmu sakit dan enggan bulan madu yang jauh.
Aku benci itu.
Itu tak mungkin.
Na-yeon.
Aku tahu ada sesuatu
saat kau memilih berhenti dan pindah ke Onju sendiri.
Ayah gembira. Dia bilang kau ingin membantunya.
Namun, dia salah, 'kan?
Temanku akan menikah.
Aku diminta menangkap buket.
Maka itu aku minum.
Lalu, kami membahas siapa yang menangkap buketku.
Kenapa harus hari ini?
Aku mau tanya.
Apa kita putus?
Lalu, apa ini?
Kenapa butuh waktu? Untuk apa?
Ada yang harus kuselesaikan.
Kita selesaikan bersama.
Harus kuselesaikan sendiri.
Bisa tunggu sebentar?
"Saat mawar mulai mekar di dalam susu,
bakar halaman ini dan campurkan dengan semua bahan."
"Saat mawar mekar sepenuhnya,
saringlah dengan kain."
"Saat airnya jernih…
itu ramuan cinta."
"Buat target cintamu meminumnya."
KOTA ONJU
Su-yeong.
- Mari arahkan yang di lobi. - Ya.
RAPAT UMUM ONJEONG-DONG
PENASIHAT KWON JAE-GYEONG
Semoga ampuh.
Selamat pagi.
Belakangan ini sibuk, 'kan? Terima kasih.
Silakan duduk.
Ya.
- Pak Park. - Ya?
Selamat atas masuknya putramu ke universitas.
Terima kasih.
- Nanti traktir kami? - Ya.
- Akan kuingat. - Terima kasih.
Astaga.
Ya, Pak Gong.
Kau membolos?
- Aku ada urusan. - Wali Kota mengamuk karenamu.
Apa?
Cepat kembali.
Baik.
Tugas utama Divisi Tata Kota,
daftar periksa, dan analisis kasus.
Siapa mau maju pertama?
Diminum atau tidak?
KOTA ONJU
Cek Onjeong-dong.
- Pot gantungnya hancur. - Kenapa hancur?
Mana aku tahu?
Wali Kota melihatnya saat lewat.
Habislah kau.
- Aku pergi. - Cepatlah.
Kau sudah mengambil cuti?
Kau bilang
tidak ada yang akan berkonsultasi untuk sementara.
Tetap saja. Ini terlalu cepat.
Aku enggan minta bantuanmu kalau bisa,
tapi aku terpaksa.
Astaga.
Kau tak bisa cuti sekarang.
Selamat berdiskusi.
Ada orang gila menabrak median
dan merusak pot gantung sejauh 50 meter.
Aku harus apa?
Jangan lakukan apa pun.
Akan ditanggung asuransi.
Kami bekerja keras memasangnya.
Bukan hanya aku, tapi juga para lansia.
Kami bekerja sambil didamprat pengemudi karena menutup jalan.
Aku akan bertindak.
Akan kutuntut orang itu. Aku yakin dia menyetir saat mabuk.
Bukan mengemudi mabuk.
Berarti mengemudi mengantuk.
Orang yang tak mabuk mustahil menabrak begitu.
Remnya tak berfungsi.
Kau memihak pelakunya sekarang? Kau pengacara Balai Kota.
Warga menuntut PNS karena hal sepele.
Kami juga bisa menuntut.
Dia penjahat.
Menurut UU Perdata, dia hanya menanggung kerugiannya.
Dia membuat laporan, staf perusahaan asuransi datang,
polisi menyelidiki dia,
dan dia buktikan itu tak disengaja.
Jadi, dia tak melanggar pasal KUHP, UU Lalin,
atau Kecelakaan Lalin Khusus.
Bagaimana kau tahu itu disengaja atau tidak?
Dia bilang itu tak disengaja?
Ya.
Kau bertemu dia?
Kau bertemu dengannya sekarang.
Apa…
- Jangan bilang… - Aku penyebab kecelakaan itu.
Kenapa kau melakukan itu?
Seharusnya tanya keadaanku, 'kan?
Kau mencemaskan potnya, bukan aku?
Kau tak apa-apa. Kau hadir di rapat rencana pengembangan.
Bagaimana kau tahu aku di sana?
Kau tak membantu.
Turunlah dan ajukan cuti.
- Kutunggu di parkiran sepuluh menit lagi. - Kenapa?
Kita akan bepergian.
- Untuk apa? - Kau menjanjikan satu mantra
dan sisanya untukmu sendiri.
Berikan hari ini.
Ini konyol.
Kau menyuruhku cuti setelah merusak potku?
Dengar. Ini situasi darurat.
Aku harus membereskan kekacauan yang kau buat.
Apa hanya kau staf di divisimu?
- Yang lain bisa membereskannya. - Itu tugasku.
Aku lihat hierarkinya.
Tugas staf lain berakhir dalam satu atau dua baris,
tapi kau tujuh baris.
Itu tak adil.
Suruh seniormu yang berleha-leha untuk membereskannya.
Ayo menghilang sehari.
KAFE ONJU
Ini pasti bukan tahun keberuntungan Hong-jo.
Dia ditolak dan pekerjaannya hancur keesokan harinya.
Dia merebut target kita.
Rasakan.
Astaga.
Hong-jo, kau di sini.
Kau ada waktu bersantai?
Urus masalah itu.
"Astaga."
"Apa yang baru saja kukatakan
terdengar seperti pengakuan cinta?"
"Ya, menurutku begitu."
"Apa itu bukan?"
Terdengar sangat menyedihkan, 'kan?
Astaga.
Pak Gong,
- boleh aku… - Apa? Cuti?
- Ambillah. - Apa?
Aku tak memikirkannya kemarin.
Sebaiknya ambil cuti untuk mengobati patah hati.
Ponsel dimatikan. Tinggalkan pesan setelah nada berikut.
MA EUN-YEONG
SEMUA BAIK-BAIK SAJA?
EUN-YEONG, KAU TAK APA-APA?
Kau boleh balas dengan titik.
Kenapa orang terpelajar
memercayai takhayul?
Dia juga tak akan membayarku lebih.
Kenapa aku harus mengikuti ini?
Karena, jika kau punya pacar, itu berkat aku.
Kau pasti percaya takhayul.
Berikan.
Orang terpelajar sepertimu pakai Mantra Cinta?
Berikan.
Ambillah kalau bisa.
Kitik-kitik.
Ya, dapat.
Aku tak memakai Mantra Cinta.
Halamannya hilang.
Bukan itu.
Aku pakai mantra untuk kurus atau cantik.
Daya ingatku tajam.
Aku ingat semuanya.
Haruskah kubacakan bukunya dari awal sampai akhir?
Baiklah. Aku pakai Mantra Cinta. Puas sekarang?
Kau sangat cepat.
Kapan kau gunakan?
No comments yet. Be the first to leave one.