Le prime 200 righe.
KKULBEE EDUCATION
DELAPAN TAHUN LALU
Saljunya lebat sekali.
Aku menyukainya.
Ini.
Kau datang untuk makan jeruk?
PANTI JOMPO NOEULGIL
Jeruk ini manis sekali.
Kau lebih senang karena rokok daripada aku?
Tentu.
Aku baru mengenalmu selama 18 tahun,
tapi separuh hidupku bersama benda itu.
Merokok adalah penyebab kau sakit parah.
Jika yang kucintai akan membunuhku, maka biarlah.
Jika aku menyuruhmu hidup, kau mau?
Bagaimana makanan di panti asuhan?
Itu bukan panti asuhan!
Aku bukan yatim piatu, hentikan itu.
Itu bukan masalah besar.
Jika orang tuamu payah, kau yatim piatu.
Tapi kau menggantikan mereka.
Wanita jalang itu!
Aku tidak percaya dia hamil di usia muda.
Bisa-bisanya dia punya anak dengan keparat yang bahkan tak mengakui anaknya.
Penyesalan hidupku adalah tak mencabut rambutnya
dan mengurungnya sebelum dia belajar hal-hal nakal.
Jalang menyedihkan itu.
Apa yang kau lihat?
Orang bilang gadis cantik ditakdirkan menjalani hidup yang sulit.
Bukan salahnya dia cantik. Itu salahku.
Jangan terlalu membencinya.
Kalau begitu,
haruskah aku menikahi gadis cantik seperti Ibu?
Apa-apaan itu?
Kau tidak mendengar ucapanku?
Ingat bahwa perkataanmu pasti akan terjadi nanti.
Apa pun yang kau lakukan,
nikahi gadis yang baik dan sopan.
Gadis...
yang tidak akan hamil sebelum menikah, mengerti?
Kurang satu hal penting.
Apa itu?
Gadis yang tidak merokok.
Mau jeruk lagi?
Tentu.
Cepat.
Bu.
Kau mencari sesuatu?
Ya.
Mempelai pria.
Melerai?
Maksudmu, ada yang berkelahi?
Tidak.
Yang harus ada untuk menikah.
Orang di sisi mempelai wanita.
Maksudmu, mempelai pria.
-Jadilah milikku. -Menjadi apa?
Mempelai priaku.
Jadilah mempelai priaku.
Apa?
Ya ampun. Kau tak perlu terlihat begitu jijik.
Itu hanya lelucon, mengerti?
Kenapa kau sangat menentangnya?
Apa salahnya denganku?
Nenekku menyuruhku menikahi
wanita yang baik dan sopan.
Aku baik dan sopan.
Tahu sebutan untuk wanita yang baik dan sopan?
Son Hae-yeong.
Kau baik dan sopan?
ENAM TAHUN LALU
Kau tak pernah meninggalkan sarangmu
dan tak tahu cara dunia berputar atau pedulikan biaya hidup.
Hiduplah sendiri tiga tahun sebelum pacaran lagi.
Dia yang membayar.
Baiklah.
Itu kau?
Jadi, itu sebabnya kau sangat membenciku.
Bukan hanya karena itu.
Tahu dia menikah setelah tinggal sendiri tiga tahun?
Aku menjadikannya pria sejati!
Lihat.
Satu?
Apa itu cukup?
Jika kau selesai sebelum aku malam ini, aku akan mengakhiri hidupmu.
Jadi, bagaimana?
Tidak ada yang lebih sopan daripada bersikeras memakai pelindung.
Ini yang paling sopan pada abad ke-21.
Aku membencimu.
EPISODE DUA
RENCANA PELATIHAN UNTUK MANAJER PENDIDIKAN
PESAN BARU
Kau sibuk, Bu Son?
KWON YI-LIN, SDM
Aku punya waktu. Ada apa?
Aku harus memastikan sesuatu, tapi tidak lewat pesan.
Aku ingin bicara langsung denganmu. Kapan kau senggang?
Ada apa ini?
Kau mau ke mana? Sudah hampir waktunya makan siang.
Bu Kwon Yi-lin ingin bicara.
Istri Pak Ahn?
Dia hebat, bukan?
Memerintah manajer.
Bukan seperti itu.
Satu-satunya ruang rapat kosong di SDM, jadi, aku ke sana.
Itu bagus.
Tetaplah berhubungan baik dengannya,
tapi jangan terlalu dekat.
Ada apa?
-Apa? -Kau tahu sesuatu.
Tidak.
Apa maksudmu?
Kau yakin?
Jangan beri tahu siapa pun.
Sebenarnya, Bu Kwon...
Halo.
Halo.
-Halo. -Halo.
Halo, Pak Bok.
-Halo. -Halo.
Minumlah, Pak Yeo.
Segarnya.
Aku akan memberitahunya bahwa CEO mencuri kopiku.
Lalu aku akan memberitahunya seorang pegawai kasar kepada CEO.
-Fork-gyu! -Terserah, Bocah.
Jadi, maksudmu, ibu dari Bu Kwon dan ibu Fork-gyu
bersahabat saat SMA?
Benar. Fork-gyu dan Bu Kwon berteman dekat.
Jika dia dekat dengannya, kenapa dia menikahi Pak Ahn?
Astaga, Sayang.
Kau sungguh tak tahu?
Bu Kwon dan Pak Ahn...
saling mencintai.
KONTES IDE MASA DEPAN CERAH
PENDAFTARAN KONTES
LAMPIRKAN FAIL
Kau tereliminasi!
Pak Yeo,
kau tahu kenapa aku mempekerjakanmu sebagai sekretarisku?
Aku tidak mau tahu.
Aku tidak diizinkan mempekerjakan sekretaris wanita,
kau, yang marganya berarti "wanita", melamar.
Aku tidak bisa punya sekretaris wanita, tapi margamu memberikan ilusi itu.
Aku menyebutnya takdir.
Kenapa wanita tak boleh?
Ibuku terus melarangku mempekerjakan wanita...
Pak,
pekerjakan saja wanita bermarga Nam, yang berarti "pria".
Masalahmu pun beres.
Pak Yeo.
Haruskah kupasang lowongan sekretaris?
Tidak.
Aku tidak bisa menipu ibuku.
Kapan perasaan mindernya akan hilang?
Kau di sini.
Aku penasaran.
Ada apa ini?
Kujelaskan saat semua sudah tiba.
Ada orang lagi yang datang?
Ahn Woo...
Kenapa kau kemari, Pak Ahn?
Rapatmu belum selesai?
Masuklah. Aku meminta kalian berdua datang.
Begitu rupanya.
Kupikir kita bertiga harus bicara langsung.
Bicara?
Aku mengetahui kalian berdua lebih dekat daripada dugaanku.
Kalian pernah berhubungan.
Aku tak berpikir Kak Woo-jae tak pernah berpacaran.
Jika tidak, aku takkan memacarinya, karena aku suka pria berpengalaman.
Tapi
seorang wanita yang seharusnya menjadi masa lalunya
memutuskan untuk datang ke pernikahanku dan menangkap buket.
Kau menipuku.
Bu Kwon, masalahnya...
Itu sangat kedap udara.
Kena kau.
Hangat sekali.
Aku tidak menuduh kalian apa pun.
Hanya saja CEO sangat tertarik dengan kontes internal ini
dan kompetisinya sengit.
Tentu saja, kita harus sangat selektif dan berhati-hati.
Sebelum masalah muncul nanti,
kupikir kita bisa berkumpul dan menangani masalah ini sekarang.
Jadi, maksudmu,
proposal yang kuserahkan ke kontes internal
dan yang diserahkan Pak Ahn agak mirip?
Bukan hanya agak mirip.
Lebih dari 90 persen identik.
Pengalaman bersama yang kalian miliki dari mengerjakan proyek
dan bertukar ide bersama
tampaknya menyebabkan proposal kalian mirip.
Setidaknya, itu menurutku.
Permainan belajar?
Ya.
Bagaimana jika kita menggunakan pembelajaran mesin AI
untuk membuat gim aritmetika?
Bukankah permainan edukasi cenderung membosankan?
Makanya kita buat menyenangkan.
Aku memainkan permainan bertani di ponselku baru-baru ini.
No comments yet. Be the first to leave one.