Le prime 200 righe.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Aku akan bicara dengannya.
Ya.
Bu Na, tunggu!
Ada yang ingin kau katakan?
Kurasa ada kesalahpahaman...
Kesalahpahaman apa?
Tindakan lebih penting daripada kata-kata.
Apa aku tampak bodoh bagimu?
Bahkan semua orang di sana
mungkin berpikiran sama.
Tatapan mata dan ekspresimu
bukan sesuatu yang bisa dipalsukan.
Kau menyukai Pak Seon, bukan?
Terima kasih atas jawabanmu.
Kau salah paham. Tolong dengarkan...
Apa kau merasa sudah menjadi orang penting
karena kini mengelola bisnis payah ini?
Kau macam-macam dengan sesuatu yang tidak seharusnya.
Biar kuberi tahu posisimu yang sebenarnya.
Kurasa dia tidak pantas mendengar itu darimu.
Tolong minta maaf.
Minta maaf?
Dialah yang harus minta maaf.
Pasti menyenangkan ada banyak pria yang melindungimu.
Kau sudah keterlaluan.
Bu Na.
Bu Na!
Kenapa kau bersikap begini?
Kita sedang berpesta.
Seharusnya aku yang mengatakan itu. Kenapa kau tega padaku?
Bagaimana dengan semua yang kau katakan kepadaku?
Kau memintaku menunggu sedikit lebih lama.
Kau bilang pasti akan menepati janjimu.
Aku pergi.
Aku tidak pantas menjadi orang ketiga.
Mari akhiri pestanya di sini.
Maafkan aku, Kak Do-sik.
Tidak apa-apa.
Tidak semua hal dalam hidup berjalan sesuai rencana.
Kau harus masuk dan mengakhiri pestanya.
Baiklah.
Bisa kita bicara?
Apa niatmu?
Apa maksudmu?
Kau membuat In-hae kesulitan dengan bertindak gegabah.
Justru sebaliknya.
Aku mengeluarkannya dari posisi sulit.
Apa?
Semua orang memanggilnya,
jadi, aku tidak bisa membiarkannya berdiri di sana.
Selain itu,
aku tidak mengerti kenapa aku harus dikritik
karena menari dengan wanita di pesta.
Aku justru bingung.
Lalu bagaimana hasilnya?
Kau tahu alasan Bu Na menghadiri pesta.
Kau yang merusak pesta ini.
Kau bilang akan pergi setelah mendapatkan keinginanmu.
Inikah yang kau inginkan?
Jangan memengaruhi In-hae
dan cepatlah pergi.
Ini peringatan terakhirmu.
HEARTBEAT EPISODE 11
Beraninya dia mempermainkanku.
Ya benar saja!
Aku bahkan tidak minum seteguk pun!
- Masih ada lagi? - Sial.
Tekanan darahku menurun
setelah menjadi disjoki seharian.
Memangnya aku bank darahmu?
Aku juga tak punya!
Itu pesta pertama di Shaded Oasis dalam 100 tahun.
Sayang sekali mengakhirinya begitu tiba-tiba.
Pesta itu membangkitkan kenangan.
Aku bersenang-senang.
Aku juga.
Omong-omong,
tatapan Kak Woo-hyeol terlihat intens saat dia menari tadi.
Apa kalian menyadarinya?
Aku sempat berpikir dia pencari perhatian.
"Semuanya, lihat betapa kerennya aku.
Aku Seon Woo-hyeol."
Tidak, bukan itu maksudku.
Tatapannya aneh.
Pasti ada sesuatu.
Benar, tatapan Bu Na juga tampak cukup intens.
Dia yang mirip Hae-sun dari masa lalu, bukan?
Kurasa begitu.
Benarkah?
Dia orangnya?
Cinta pertama Kak Woo-hyeol?
Astaga, cantik.
Dia sangat karismatik.
Bahkan cinta pertama Kak Woo-hyeol luar biasa.
Dia bukan tipe yang murni dan polos.
Dia menjatuhkan semua gelas dan sebagainya.
Sial, dia keren sekali.
Dia tampak cukup menakutkan.
Sejujurnya, aku agak takut.
Aku mengerti penyebab dia melakukan itu.
Kak Woo-hyeol menari penuh gairah dengan wanita lain di depan matanya.
Kalian harus pulang.
Terima kasih sudah membantu kami bersih-bersih.
Tentu saja.
Terima kasih atas bantuan kalian hari ini.
Ini tidak banyak, tapi aku ingin berterima kasih.
- Tidak perlu begini. - Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Hati-hati di jalan.
Silakan beri tahu kami seandainya kau butuh bantuan.
Kami selalu siap.
Aku juga ingin berterima kasih.
Astaga.
Kalau begitu, kami permisi.
- Baiklah. - Sial.
Kami pergi, ya? Sampai jumpa!
Kepala Pelayan Joo.
Kerja bagus hari ini.
Kau juga.
Kepala Pelayan Joo.
Maafkan aku
- jika aku menyulitkanmu. - Kurasa
kau harus minta maaf kepada Bu Na, bukan aku.
Dia punya alasan untuk merasa kesal.
Dia yang paling menantikan pesta itu.
Sejujurnya,
dia memintaku membantunya
mengungkapkan perasaannya kepadamu.
Namun, keadaan menjadi seperti ini.
Itu bukan salahmu.
Aku yang menyeretmu ke lantai dansa.
Aku tahu kau hanya mencoba membantu
karena aku berdiri di sana dengan canggung.
Namun, itu mungkin berbeda bagi Bu Na.
Justru yang harus kau cemaskan bukan aku, tetapi Bu Na.
Maksudku...
Hae-sun.
Benar.
Namun, anehnya,
aku hanya mencemaskanmu.
Aku tidak yakin apa itu,
tetapi aku belum pernah merasa begini.
Sekarang aku tahu rasanya
menari sambil menatap mata orang lain.
Meskipun sudah hidup begitu lama,
aku belum pernah merasa begini.
Aku mengerti maksudmu.
Maafkan aku karena menempatkanmu di posisi canggung.
Aku akan mengurus masalah dengan Bu Na,
jadi, jangan khawatir.
Kalau begitu, aku kembali ke atas.
Beristirahatlah.
Tatapan mata dan ekspresimu bukan sesuatu yang bisa dipalsukan.
Kau menyukai Pak Seon, bukan?
Kenapa aku tidak menjawabnya?
Seharusnya aku segera menyangkalnya, bukannya hanya berdiri di sana.
Ini membuatku gila.
Apa yang kau pikirkan?
Kau pikir ini saatnya untuk menari?
Sudah kubilang waktunya sempit, kau harus bergegas!
Kau melihat semuanya?
Kau mungkin tidak sadar, tetapi aku selalu mengawasimu.
Aku juga tidak yakin kenapa aku bersikap begini.
Dia terus ada di pikiranku.
Itu lucu karena yang kubutuhkan darinya hanya darahnya yang penuh cinta.
Aku hanya ingin dia bahagia.
Itulah yang kurasakan.
Apa kau lupa kenapa kau ingin menjadi manusia?
Pak Ko.
Aku sudah berjanji.
Bahwa kami akan bertemu lagi...
dan saling mencintai dengan sepenuh hati.
Aku belum lupa.
Menurutmu kenapa aku memberitahumu rahasia menjadi manusia?
Bukankah kau pernah mengatakannya?
Kau bilang keputusasaanku membuatmu terharu.
Aku juga merasakan keputusasaanmu.
Panah bermata perak
dan batang dari kayu hawthorn.
Aku tak tahu bahwa panah yang kusebutkan
secara tak sengaja akan menembus
banyak jantung vampir.
Beberapa orang juga akan kehilangan orang yang dicintai sebagai akibatnya...
Tidak!
...dan berakhir merindukan mereka seumur hidupnya.
Andai tahu semua ini,
aku tidak akan pernah membuat keputusan seperti itu.
Maksudmu, kau penyebab
Hae-sun meninggal?
Karena inilah aku ingin membantumu
dengan cara apa pun.
Jadi, tolong jadilah manusia
dan hiduplah bahagia.
Saat aku melihatmu mengalami cinta yang membuat jantungmu berdebar,
akhirnya aku bisa mengurangi rasa bersalahku.
Rasa bersalah?
Maksudmu,
No comments yet. Be the first to leave one.