Le prime 117 righe.
Ran sudah gagal. Mereka lebih tangguh dari yang aku perkirakan.
Biar aku yang urus dia.
Baik.
Sebuah rintangan harus ditaklukkan terlebih dulu
agar rencana kita tak gagal.
derita setiap hari dan napas yang tersengal-sengal
beokchan hoheupgwa hime gyeoun haruharuga
meyakinkanku bahwa ku masih hidup
ohiryeo nal sara issda malhago isseo
walaupun setiap orang memaksaku 'tuk menyerah
geureohge da pogihara dageuchyeossjiman
namun ku masih punya impian
naegen ajik kkumi isseo
sedikit demi sedikit berlari semakin kencang
jogeum deo sokdoreul nopyeobonda
dekat dan semakin dekat dengan cahaya dunia
jeomjeom deo dareun biccui segyero
berlari sampai napasku sesak
sumchage dallinda
dengan setiap langkah
georeum georeum mada
ku bermimpi akan hari esok
naeirui kkumeul kkunda
genggamlah tanganku
nae soneul japneunda
lihatlah diriku dari sini
unmyeonge majseol geunal
pada saat kuhadapi takdir
cheoeumcheoreom igoseseo
seperti yang kaulakukan dulu
nareul jikyeobwa jwo
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Pendeta Lanox
Wah, inikah Kota Lanox?
Besar sekali!
Seharusnya pendeta yang lainnya ada di sini.
Dari mana sebaiknya kita mulai mencari?
Ah, sebaiknya kita berpencar.
Aku akan pergi temui kepala desa.
Kalau begitu, aku ikut denganmu.
Kalau begitu, aku akan keliling desa bersama Eve.
Aku akan cari tempat menginap bersama Aisha.
Semuanya, pastikan dapat informasi dari sumber terpercaya, ya!
Terutama kau, Elsword!
Jangan berlari seenaknya!
Aku belum lakukan apa-apa, kok!
Biasanya kau kan selalu buat masalah!
Mulai lagi, deh.
Kalau tetap ada di sini, kita hanya buang waktu saja.
Ayo berangkat, Rena.
Cih, kalau begitu aku akan pergi bersama Add-
Add ke mana?
Tadi ada di sana!
Sudah jalan dari tadi. Dasar bodoh!
Kalau begitu, mau ikut denganku, Elsword?
Baiklah! Ayo jalan!
Kalau begitu, kita juga harus pergi.
Baiklah. Ayo!
Ny. Edel, ada tamu yang datang!
Jadi, ada perlu apa?
Sepertinya kalian terlihat seperti petualang.
Kalau benar begitu, jangan buat ulah di desa kami.
Maafkan kami, apa benar Anda kepala desa di sini?
Ada yang ingin kami tanyakan.
Kalau bukan urusan mendesak,
datanglah lain kali ke sini.
Ada kejadian aneh yang sedang terjadi di desa kami
yang buat kepalaku pusing.
Tak lama, kok.
Hanya sebentar saja.
Bocah kepala desa.
Ah. Kami datang ke sini cari pendeta yang diculik para monster.
Tolong beri tahu kami kalau ada infomasi mengenai dirinya.
Pendetanya ada di desa kami.
Pendeta Api.
Ketika bencana alam terjadi di desa kami,
dialah yang pertama kali datang membantu.
Benarkah?
Kami harus bertemu dengannya!
Boleh antarkan kami ke sana?
Sayang sekali, aku orang yang sangat sibuk.
Dia ada di sekitar sini.
Carilah sendiri.
Kurasa kita harus bertemu dengan Pendeta Api dan menanyakannya secara langsung.
Katanya Pendeta Api ada di sekitar desa.
Mungkin Rena atau Elsword sudah bertemu dengannya.
Kau baik-baik saja, Elsword?
Ara.
Jalanmu cepat sekali.
Aku sulit mengikutimu.
Kurasa orang-orang di sini tak tahu tentang pendeta yang hilang.
Tapi, Pendeta Apinya ada di desa ini, 'kan?
Kalau kita terus mencari, pasti kita bisa bertemu dengannya.
Benar juga, ya. Kita tak boleh menyerah.
Ayo kita cari sekali lagi, Ara!
Aku belum pernah melihatmu.
Halo, halo! Senang bertemu denganmu!
Siapa kau?
Namaku Ignia, sang Pendeta Api.
Kudengar kalian sedang mencariku?
Pendeta Api?
Ya! Akhirnya kami menemukanmu!
Ah, kami...
Ah, Kelompok Pencari El, 'kan?
Aku juga ingin minta bantuan pada kalian.
Tak perlu mengulang kembali, ya.
Sebelum kita bicara, bisakah kalian kumpulkan teman-teman kalian?
Baiklah.
Kami semua sedang mencarimu.
No comments yet. Be the first to leave one.