Inul & Adam

Inul & Adam

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Inul dan Adam S01E08 INDONESIAN WEBRip NF
Un commento di tedi
Retail NF | 28:47 (FINALE)

Tag

webdl
Pubblicato il: 2024-08-31
Download: 23
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Halo, Desi.

Iya Dam, apa kabar?

Baik, kamu apa kabar?

Baik juga, tumben telepon, pasti ada maunya, ya?

Ya begitu, sih.

Kamu ingat nggak,

waktu kamu bantuin aku

PDKT sama istriku?

Nah, ini aku butuh bantuan kamu yang sama lagi.

Oh soal cewek.

Terus apa yang bisa aku bantu kali ini?

Aku butuh ide dari kamu bagaimana caranya aku bisa mendekati

tapi dengan cara yang harus ekstra spesial pakai telur.

Jadi, ini buat orang yang sangat istimewa soalnya.

Memangnya siapa orangnya?

Eh tunggu,

ini yang aku dengar lagunya Inul, Dam?

Hah?

Maksudnya apa?

Ini lagu Inul? Kamu lagi mendengarkan lagu Inul?

Oh, gue tau, cewek yang kamu incer itu Inul, ya?

- Eh, bukan. - Daddy...

- Aku jam tujuh... - Bukan, ini...

Daddy!

Daddy nggak apa-apa?

Oke, oke nggak apa-apa.

Daddy yakin?

- Iya, nggak apa-apa. - Halo, Dam?

Iya, halo?

Inul, 'kan?

Ya sudah, pokoknya bantuin, ya?

Siap.

Terima kasih ya, Des.

Sama-sama, Dam.

Sebentar.

- Halo. - Oh jadi ini

niatnya kamu mengajak aku ke sini? Mau pamer?

Maksud kamu apa?

Mau kasih tahu calonmu yang baru?

- Dam, Dam... - Inul.

- Inul! - Dam.

Sudah, nggak usah dikejar.

Sudah bagaimana?

Dia itu pasti salah mengerti.

Ya pasti salah mengerti,

'kan dia marah, pulang.

Nah makanya, kalau dia marah 'kan,

aku harus bisa jelaskan ke dia, supaya dia nggak marah.

Ya menjelaskannya nanti, Dam.

Jangan sekarang, dia lagi marah.

Perempuan itu nggak suka kalau lagi marah kamu kejar begitu,

dia tambah marah nanti.

Percuma kamu menjelaskan juga.

- Saya ini 'kan perempuan. - Iya, jadi aku harus bagaimana?

Fokus, tenang,

Kamu telepon dia nanti, kalau kamunya juga sudah tenang.

habis itu kamu bilang, kita ke rumah, makan.

Perempuan kalau diajak ke rumah, ketemu keluarga,

itu berarti menunjukkan laki-lakinya serius.

Fokus, jangan takut,

belum kejadian, sip.

Fokus, fokus.

Mana bisa fokus kalau seperti ini?

Fokus.

Eh...

Princess, aku sungguh butuh bantuanmu.

Kamu harus bicara sama Mbak Inul, supaya...

Dia mau datang ke sini,

dan mau makan sama Daddy.

Supaya Daddy ada kesempatan untuk,

untuk kasih tahu dia bahwa

dia nggak usah jealous ,

nggak usah cemburu, karena memang nggak ada apa-apa.

Oke Dad, oke.

Daddy sabar dulu.

Aku akan berusaha.

Ya sudah, kau telepon, dong.

- Iya. - Iya.

- Oke, aku telepon sekarang, ya. - Iya.

- Halo. - Halo, Mbak Inul.

Mbak apa kabar?

Baik, baik, kamu bagaimana kabarnya?

Baik-baik semua kok di sini.

Mbak Inul, aku kangen sama Mbak Inul.

Mbak Inul nggak mau main-main ke rumah?

Memang Mbak nggak kangen, begitu?

Kangen, sih.

Tapi kalau aku ke situ...

Nggak ah, takut ada yang marah.

Loh, memangnya siapa yang marah? Mas Ari?

Bukan.

Memang Daddy nggak pernah ajak pacarnya ke situ?

Memang Daddy juga nggak kenalin ke Maura, gitu?

Oh, itu bukan pacar Daddy.

Sudah pokoknya begini ya Mbak, kalau memang kangen beneran

aku tunggu Mbak Inul di rumah, oke?

Ya sudah,

Mbak mau datang, tapi...

Ini demi Maura, ya.

Oke, aku tunggu, bye-bye Mbak Inul.

Balki, Balki.

Gimana, makanan sudah siap belum?

Sudah siap Mas Dodi.

Oh iya, Mas Dodi,

mau tanya nih, ini mau ada acara apa sih?

Masak sebanyak itu.

Bagaimana sih, kita itu mau makan-makan sama Mbak Inul.

Sama Mbak Inul?

Serius?

Balki, Balki.

Iya serius, masa aku bercanda.

Oh iya, boleh nggak kita foto-foto bareng sama Mbak Inul?

Ya boleh dong, foto-foto.

Tapi ada syaratnya.

- Syaratnya? - Syarat?

- Iya. - Apa syaratnya?

Syaratnya cuma bayar 100.000 per orang.

- Bayar? - Ya bayar. Jumpa fan, gitu loh.

Ketemu artis nih,

- nggak mau, ya sudah. - Gimana?

- Ya sudah, mau. - Mau?

Oke siap.

- Ya sudah, mana sini uangnya, bayar. - Saya ambil dulu.

Nah.

- Sebentar dulu. - Nah, begitu dong.

Bau keringat lagi uangnya nih.

Bau?

Seribu.

Aduh.

- Dua ribu. - Ah, kelamaan lo.

Hore.

Kita foto sama Mbak Inul, asyik...

Bagaimana?

- Sudah, sudah bisa. - Oke?

- Coba tunjukkan dulu. - Iya.

- Tadi 'kan. - Jalan...

- Ke depan begini, 'kan. - Iya.

Terus yang...

- Yang... - Sudah siap nggak sih, sebenarnya?

- Sia... - Inul datang sebentar lagi.

Iya mengerti, sebetulnya aku agak gemetaran, Des.

Jadi gerakannya lupa lupa lagi.

Makanya coba, coba...

- Yang gampang saja. - Iya.

- Pindahnya begini. - Begini, 'kan?

- Iya, oh... - Satu dua tiga.

Ada mobil masuk.

Sebentar, ya.

- Mas Ari. - Ya Allah, Mbak Inul.

Aku boleh nggak, parkir di sini?

Boleh, parkir di mana pun boleh.

Di depan boleh, samping kiri kanan boleh,

di atas pohon boleh, di kamar mandi boleh.

- Bisa saja. - Semuanya boleh buat Mbak Inul.

- Begitu... - Berarti dari tadi salah.

Ya, kamu...

Makanya Dam,

kita ini sudah latihan satu minggu.

Kemarin sudah oke.

Kenapa sekarang seperti baru mulai latihan, sih?

Sepertinya semua gerakannya jadi lupa.

Dam, Dam.

Masa dari dulu penyakitnya nggak hilang-hilang,

yang takut sama perempuan.

Demi Inul.

Demi Inul,

fokus.

Apa kabar, Mas Ari?

Baik, aduh

mumpung ketemu sama penyanyi terkenal,

boleh minta foto, ya?

Mas Ari bisa saja, boleh dong.

Bagaimana sih Mas, fotonya Mas?

Mbak Inul, omong-omong

katanya Mbak Inul mau meluncurkan album, ya?

Iya.

Kalau boleh minta bocoran, tentang apa albumnya?

Sini aku kasih tahu,

tentang percintaan,

tapi ada sedihnya sedikit.

- Kok ada sedihnya, Mbak? - Iya.

Ya sudah, aku mau ketemu Mas Adam dulu.

Putar,

goyang bahu.

Dam... Matikan dulu,

matikan dulu.

Yang gerak bahunya,

bukan lengannya.

- Oke. - Ini jangan kaku coba.

- Rileks. - Aduh, enak-enak.

Ih, malah enak-enak.

Eh, Inul.

Kok kamu nggak bilang, kalau kamu datang.

Iya Mas, kebetulan saja aku kangen sama rumah ini.

Tapi sepertinya,

momennya

nggak pas deh.

Mbak Inul!

- Ya ampun, aku kangen banget. - Sama, aku juga.

Oh iya Mas, aku tadi bawa makanan.

Inul & Adam subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Inul & Adam

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left