Le prime 200 righe.
BOYHOOD / MASA REMAJA
TAHUN 1979
Soon-chul bukan lawan yang mudah.
Dia tidak mudah.
Dia sangat kuat.
Dia punya pukulan yang bagus...
dan juga sangat cepat.
Aku juga tidak bisa mengalahkannya.
Bagaimana kita bisa sering bertengkar
dan masih ada yang lebih hebat?
Kau terlihat sangat sedih saat menangis
Hatiku sangat sakit setiap kali kau menangis.
Aku ingin mencegahmu menangis.
Tapi aku juga ingin menangis
Soon-chul bilang
dia akan menikahimu...
ketika dia dewasa.
Aku ingin menutup mulutnya...
Agar dia tidak mengatakannya lagi.
Itu sebabnya kami bertengkar
Kenapa Soon-chul bilang...
ingin menikahimu
lalu memukulmu seperti ini?
Dia benar-benar
Jahat
Byeong-tae.
Aku...
pindah besok.
Aku sangat ingin
mengusir Soon-chul darimu sebelum aku pindah.
Aku gagal
Maaf
Hei, pecundang bodoh
Kenapa kau hidup seperti ini?
Aku sudah melakukan yang terbaik.
Apa lagi yang kau harapkan?
Jangan bermimpi sialan
Kau harus melawan
Aku sudah melunasi hutangku dan membiarkannya jadi ketua OSIS
Sadarkan dirimu
Dengar.
Jika hanya itu yang bisa kau lakukan dalam situasi ini
Baiklah.
Sekalian mati saja
Pengecut sialan
Kenapa semua orang menindasku?
Jadi bagaimana?
Melakukan yang tidak bisa orang lakukan?
Kenapa kalian melakukan ini padaku?
Bagaimana aku melakukannya?
SMA PERTANIAN BUYEO
EPISODE 8. PERTEMPURAN BERDARAH UNTUK BALAS DENDAM
Sial.
Aku hampir menjatuhkan kotoranku di luar.
Kau melaporkannya?
Aku melakukannya dan ternyata keluarga Byeong-tae sangat miskin.
Mereka hanya bisa bertahan hidup dari apa yang ibunya dapatkan
Sementara itu, ayahnya menjalankan kelas dansa ilegal.
Aku memberikan keadilan, kau tahu?
Keadilan apanya?
Kau dipaksa untuk melakukannya supaya Harimau putih tidak menghajarmu
Byeong-tae!
Ayahmu mau dibawa ke kantor polisi!
- Apa? - Dia ditangkap.
Karena kelas dansa ilegalnya.
Aku dengar saat mereka di toilet
Harimau Putih sialan itu membuat Seung-ho dan Dae-jin melaporkannya ke polisi!
Bagaimana ini?
Itu dia. Pergi ke arah sana.
- Itu benar. - Bukan itu.
- Teruskan. - Tidak.
- Itu mengenainya - Tidak, tidak kena.
Aku mengambil 300 won.
Tentu saja tidak.
Ayolah, bung.
Bukankah itu Bum-tae?
Bukankah kau seharusnya di rumah sakit?
Apa kalian yang melaporkan ayahku?
Benar
Kenapa?
Sialan kau.
Apa-apaan ini?
Kau sudah gila.
Berhenti, sialan
Dasar bajingan.
Bukan kami yang bertanggung jawab.
Bicaralah pada Harimau Putih, keparat.
Bajingan sialan.
Kenapa kau tidak kabur?
Mana ada kesempatan.
Babi-babi itu menangkapku dalam sekejap.
Kenapa kau tidak lari?
Kenapa tidak lari?
Berikan
Kenapa berhenti?
Teruslah menangis.
Tak ada gunanya menahannya.
Ya ampun, anakku yang malang.
Tak pernah sekali pun dalam hidupmu
Kau pernah memarahi siapa pun.
Selalu melakukan apa yang diperintahkan tanpa mengatakan apa-apa.
Aku yakin kau pernah menangis
dan merasa hidup ini tak adil.
tapi kamu tetap bertahan hidup.
Kau selalu menjadi anak yang baik.
Byeong-tae.
Bagiku
meski hidupku yang kumuh ini tidak berarti.
Kamu tidak tahu betapa bersyukurnya
Punya anak yang baik, lembut, dan manis sepertimu.
Tapi masalahnya...
Aku merasa seperti ibu yang sangat buruk.
Kau anak yang baik dan lembut...
dan banyak menderita
Byeong-tae
Maafkan aku.
Byeong-tae, maafkan ibu
Hentikan, Bu.
- Byeong-tae... - Hentikan, jangan lakukan itu.
Aku sangat menyesal
Kenapa ibu tiba-tiba begini?
Maafkan aku karena menjadi ibu yang buruk.
Ayolah.
Akulah yang buat kesalahan jadi kenapa ibu menangis?
- Ibu. - Maafkan aku.
- Lihat aku. - Anakku yang berharga.
Apa ayahmu baik-baik saja?
Bagaimana caranya?
- Lakukan apa? - Jadi petarung sepertimu
Apa yang kau bicarakan?
Aku memohon padamu.
Beritahu aku bagaimana bisa bertarung sepertimu!
Aku memintamu untuk mengajariku!
Apaan itu?
Refleks dan daya tahanmu lumayan dari semua pukulan yang kau terima
Kau sudah menguasai dasar-dasarnya.
Lulus.
Sial
Bukankah ini terlalu berlebihan untuk pemula?
Bagaimana kau akan belajar bertarung jika seperti itu saja tidak bisa
Lebih baik menyerah saja dan jangan menyusahkanku
Kau akan mati karena darahmu mengalir di kepalamu
jika terbalik terlalu lama.
Astaga.
Berteriaklah jika merasa ingin mati.
Aku akan menurunkanmu.
Tapi apa benar aku bisa mengalahkan Harimau Putih
hanya dengan melakukan ini?
Jika hanya itu yang diperlukan untuk mengalahkannya
Aku akan pergi menendang bokongnya untukmu.
Itu hanya langkah kecil
Menyerah saja jika tak sanggup
Agar aku tidak buang-buang waktu.
Ini bukan salah orang tuaku.
Ini salahku karena hidup seperti orang bodoh.
Orang tuaku yang malang
tidak melakukan kesalahan.
Punggungku sangat nyeri
Aku benar-benar ingin mandi.
Berapa banyak yang kau lakukan?
Tiga puluh?
Tidak, tiga.
Tujuanku melakukan 30
tapi ini baru hari pertamaku.
Biar kulihat.
Apa kau tak pernah berolahraga?
Tubuhmu terlihat aneh.
Tidak banyak yang bisa dilakukan.
Mengoyangkan tubuhku dengan musik cepat adalah olahragaku.
Baiklah, goyangkan saja pantatmu selama sisa hidupmu.
Tapi
Matamu adalah masalahnya
Mereka terlalu baik.
- Benarkah? - Ya.
Berapa lama cuti sakitmu lagi?
Ibuku bilang aku akan kembali setelah 20 hari.
Benarkah?
Kalau begitu
Itu bagus.
Kamu sekuat banteng.
Yah, tentu saja
Aku akan kembali dalam 20 hari.
Lakukan apa yang dikatakan Pak Gong dan bekerja keraslah.
- Dua puluh hari? - Ya.
Tidak ada yang lebih baik dari ini untuk membuatmu bugar.
Tunggu apalagi, kamu di sini untuk bermain?
Mulai bekerja
Hei
Dengar
Jika tidak bisa bertahan hidup pergilah dan lupakan dendammu
Aku pergi.
Tunggu, tunggu.
Kenapa hanya berdiri di sana?
Ayo, angkat satu.
Kau pikir aku bisa?
Aku rasa tidak.
Berhentilah mengeluh dan bawa satu!
Tapi aku terlalu lemah.
Aku mungkin akan mati tertimpa kayu
Bocah lemah ini
No comments yet. Be the first to leave one.