Le prime 200 righe.
- Yeah. - Aku tahu kau orang baik.
Jadi berapa lama kau akan tinggal di Roma?
Aku kembali ke Moscow besok.
Kebetulan sekali! Aku juga.
- Kau terbang ke Moscow? - Kembali ke Spanyol.
- Ini hotelku. - Kamarku di atas sana di sebelah kiri.
- Jadi, sudah dekat. - Untukmu, ya.
- Untuk kamu juga. - Tidak.
Ayolah, ku mohon, mampir dulu sekedar minum-minum.
Kita sudah banyak minum di bar.
Mm, ya, tapi kita hanya bicara soal Russia dan Spanyol, bukan soal kita.
Aku lebih nyaman tak bicara soal kita.
Setuju.
- Apanya? - Kita tak bicara.
Kita bisa bersama tanpa bicara, tahu? dan itu lebih baik.
Lihat, itu kamarku. Ada dua benderanya.
Pasti ada alasannya, kan?
Ya, satu untuk Eropa dan satu untuk Roma.
Yang kumaksud yg di tengah
- Bendera yg di tengah hilang. - Ah-hah, benar sekali.
Itu karena kamu. Kau harus ke situ dan menggantung sesuatu.
- Dan apa yg harus kugantung disana? - Entahlah.
Gaunmu, mungkin. Punyamu cukup panjang.
Hm. ayolah.
Aku tak pernah masuk kamar wanita.
Ini hanya kamar hotel di kota Roma.
Jika terus kau menarik, kau yg menang dan kita akan berakhir di kamar hotelmu.
Kau yg pilih.
- Minum ? - Anggur.
Anggur.
Sorry, siapa namamu?
Sudah dua kali tadi kukatakan.
Mungkin kalau tiga kali aku baru mengerti.
Natasha.
Natasha. apa itu nama yg tadi kau katakan?
Tapi kau tak mengucapkannya dengan benar. Nata-sha.
Sha.
- Sha. - Sha.
Mm. dan kau Alba, dalam bahasa Spanyol artinya terbit.
Itu moment terbesarku. kau akan tahu.
Malam ini adalah malam pertama musim panas.
Ah, ya, benar, di Eropa.
Di Russia, musim panas sudah mulai, pada awal bulan Juni.
Benarkah? Memang ada musim panas di Russia?
Tentu saja. Jadi, ini musim panas Russia.
Mm-hm.
Dan ini malam terakhirku di Roma.
Aku juga.
Kamu tak sendirian, Russia mungil.
Apa kau yakin ini malam terpendek di sepanjang tahun,
di sini dan di Russia, Jadi kita harus menikmatinya sepuasnya.
Aku bukan...
- Aku bukan... - Apa?
Ayolah, kau perempuan, dan...dan aku perempuan
dan kita minum sendirian di dalam Bar
dan kita saling pandang dan saling tertarik satu sama lain.
Bukankah memang begitu kejadiannya?
Itu pertama kalinya dalam hidupku Aku menatap seperti itu pada seorang wanita.
Ah-hah.
Sebelumnya tak ada wanita yg menatapku seperti itu.
Ini bukan pertama kalinya kau menatap perempuan seperti itu.
Tapi setiap wanita itu berbeda.
Apa kau mau melihatku telanjang?
Mm-hm. Aku senang sekali.
Di sini?
Terserah dirimu. Apa kau lebih nyaman didalam?
- Ya. - Baik, kita ke kamar kalau begitu.
Ku rasa akan lebih baik lagi jika kau menelanjangiku
Shh.
Nggak apa-apa.
Shh. tenang saja.
tenang.
Kita tetap seperti ini, dekat tapi tak bercumbu, sementara kau istirahat.
Ya?
Lebih baik lagi jika kau tidur.
Dengan cara itu kita tak perlu berkata selamat tinggal.
Kau benar.
Akan kukatakan sedikit.
Selamat tinggal, Alba.
Aku tak mau membayangkan apa yg sudah terjadi.
Rahasia itu biar tertinggal disana lelap bersamamu.
Terima kasih, Alba.
Selamat tinggal.
Siapa yg mengubah nada deringku?
Apa yg terjadi sih?
- Siapa ya? - Natasha
Natasha, benar.
Ku rasa handphoneku tertinggal di kamarmu.
- Apa kau mendengar deringnya? - Ya, hingga membangunkan aku.
Maaf.
Pasti terjatuh dari tasku.
Aku sangat lelah dan aku ingin kembali ke kamar hotelku.
masuk dan ambil saja. ada dibawah kasur.
Sebaiknya aku tak ke situ lagi.
Kenapa? Apa yg terjadi?
Tak ada. Tak ada, sebenarnya. Tak ada yg perlu di sesali.
- Kenapa kau menggigit robek celana dalamku? - Aku tak menggigit apa-apa
Lihat saja bekas yg kau tinggalkan.
Selamat malam.
Selamat malam.
Betapa baiknya kau, Natasha! Aku tak mengharapkan ini.
Hey, masuklah Dan tinggalkan saja di teras.
Maaf, madam. Ini pesanan kamar ini.
Tapi jika anda mau, saya bisa datang lagi mengantar pesanannya.
- Lapar nggak? - Tidak, tidak.
- Kau dengar. Siapa namamu? - Max.
Max, kami sekarang belum lapar mungkin beberapa jam lagi.
Anda tinggal telepon. Saya siap sedia malam ini
Maksud saya sepanjang hari ini saya yg bertugas.
Ada di situ.
Dimana hotelmu?
- Ini Tevere... Mm-hm.
...dan kau bisa ke hotelku
Lewat sini.
Ini peta jaman kekaisaran Roma.
Ya. Peta ini bisa membuatmu menghilang.
Dimana seharusnya kita menghilang ? Pilih.
Kita ke, um...taman.
Tempio della Fortuna, Tempio della Ninfa.
Nama hotelku "Ninfa".
- Dan kamu? - Pompeo.
Lihat, itu disebelah sini.
Kamu menyeberang lewat taman,
dan...di sinilah kita, di atas atap gedung theatre.
Bukan, kita di...kita didalam Teatro di Pompeo.
Wow!
- Sejarah memandang pada kita - Mm-hm.
Kita di selubungi.
- Bisakah kau merasakannya'? - Kenapa aku tak bisa?
- Ku rasa kau menyukai sejarah. - Ya.
Itu bagus.
-Alba -Hm?
Soal ini biar tetap disini, OK? Di kamar ini.
Di kota Roma.
- Di antara empat dindingnya. - Mm-hm.
Tapi karena kita sudah berdua disini Ayo kita menikmatinya, ok?
Yang ingin kutanyakan adalah ini tak akan mempengaruhi hidupku.
- Lalu bagaimana kau akan melakukannya? - Dengan kesepakatan, kita berdua.
Kau juga punya kehidupan diluar soal ini
Itu yg ingin tetap kau jaga, kan?
Hm.
tetap jauh darimu.
Tapi besok Roma akan mengirim kita ke arah yg berlawanan di ujung eropa.
- Bagaimana jika aku bukan orang Russia? - Ayolah, kau harus jadi orang Russia.
Aku menyukainya.
Kalau begitu, inilah aku.
Betapa menyenangkannya tak mengenal satu sama lain.
Tapi benarkah ?
Jangan bilang padaku kau menggunakan nama aslimu.
Jadi namamu bukan Natasha? Aku sudah tahu itu.
Alba adalah nama yg ingin kuberikan pada puteriku.
Apa yg terjadi padanya?
Alba tak pernah melihat fajar.
Maafkan aku
Itu menjadi saat terakhir dari hidupku yg terburuk
Ketika Alba meninggal dalam diriku.
Ibuku mengajak aku ke Marbella di musim panas saat aku 16 tahun.
Dia hampir bangkrut
Dan sisa uang yg dia punya dia habiskan untuk mengadu peruntungan,
dan dia beruntung.
Seorang Sheik Arab, Hamir Osemin,
Dia...dia menabrak kami suatu hari saat kami sedang belanja
Dan kami menghabiskan sepanjang musim panas di kapal pesiarnya
Saat musim dingin dia mengundang kami ke Saudi Arabia.
Dia memiliki Istana.
Walaupun ku ceritakan padamu, kau tetap tak bisa membayangkan kemewahannya
Dia membelikan ibuku macam-macam.
Lalu ia pergi dari sana
membawa gelang, cincin, kalung peruntungan kecil yg berharga.
Dia pergi?
- Bagaimana denganmu? - Aku tetap tinggal.
Hamir memaksa ibuku untuk meninggalkan aku di sana
Sebagai pertukaran tunjangan setiap bulan selama empat tahun.
Itu perjanjiannya. Akulah yg membuat dirinya tertarik.
Lalu kau menerimanya?
Kau tak bisa membayangkan betapa mudahnya itu buatku,
Terpikat dalam gaya hidup seperti itu.
Aku memiliki semua yg kuinginkan!
Hamir membelikanku kuda keturunan murni hanya aku yg di perbolehkan menaikinya.
Aku mulai menyukainya layaknya anak kecil.
Semua orang disekitarku sangat baik.
Bahkan, isteri-isteri Hamir lainnya memperlakukanku layaknya puteri.
Dan dia menghamilimu?
Itu pada akhirnya.
Hamir mulai gusar padaku karena aku tak juga hamil.
Itu pada saat aku ingin pergi. Namun aku tak bisa.
Aku menikah dengannya jadi aku adalah barang miliknya, seperti kudaku.
Dia menjual kudanya untuk menghukumku.
Hamir mendapatkan keinginannya sebab kemudian aku bisa hamil.
Dia bahagia sekali.
Dia mulai memperlakukan aku seperti puteri lagi, bahkan kali ini seperti ratu.
Kemudian aku sadar segera setelah anakku lahir...
Maka aku akan dikurung bersama semua Haremnya.
Suatu hari dokter berkata padaku kemungkinan anakku perempuan,
Seorang perawat Mesir yg kuceritakan tentang kisahku
membantuku lari menggunakan kapal Yunani.
Aku tiba di Athena saat pagi makanya kau memutuskan menamainya Alba.
Bagaimana kau kehilangan dia?
Aku kemudian mengetahui Hamir melapor pada pihak berwenang.
Ada garansi yg bisa membuatku di tahan di Saudi Arabia.
No comments yet. Be the first to leave one.