Le prime 199 righe.
Duh, dingin banget!
Kenapa ini? Kok kacanya pecah semua?
Apa boleh buat, habisnya tadi aku diserang sama Lancer.
Berarti, sebelum Saber muncul, kau melawannya sendirian?
Yang ada, aku dihajar babak belur.
Oh.
Kukira kau bakal melebih-lebihkan cerita.
Ternyata, kau ini sama sekali tak berbeda luar dan dalam, ya.
seluruh hatiku serasa dibakar habis
kokoro wo zenbu yakitsukutsu youna
ZainuddinAri
mempersembahkan
kala keputusasaan ada di sampingku
zetsubou no tonari de
kau yang selalu ada 'tuk lebur semua lara
itsudatte kimi ha subete tokasu youni
menemaniku dengan senyummu
waraekaketekureteta
suara yang begitu sayu
kakukesareta koe
membuat kata-kata tak tersampaikan
todokenai kotoba
dan hanya bisa menunggu kesempatan berikutnya
mata tsumazuki sou ni naru tabi ni
ku 'kan selalu bergantung padamu
nandomo shigamitsuita
bentangan masa depan nan putih bersih
shiroku shiroku masshiro na mirai ga
adalah satu-satunya harapan kita
tatta hitotsu bokutachi no kibou
saat ini ku berada dalam awan kegelapan
ima no boku ni ha yami kumo na
yang tak pernah rasakan adanya ketenangan
kono kimochi shikanai kedo
namun hari nan indah tidaklah hanya satu
seikai nante hitotsu janai
karenanya, ku terus cari masa depanku sendiri
boku dake no asu wo sagashiteru zutto
Kalau begitu, kita mulai bahas dari awal.
Ukiran Tirai Pembuka
Tapi, kau sudah tahu posisimu sekarang, 'kan?
Sudah.
Singkatnya, kau telah dipilih untuk jadi seorang Master.
Tentunya, di tubuhmu terukir sebuah tanda suci, 'kan?
Tanda suci?
Maksudnya adalah Mantra Perintah, Shirou.
O-Oh, yang ini, ya?
Benar.
Itulah bukti bahwa kau seorang Master.
Dan mantra itu pula yang mengikat Servant-mu.
Makanya, selama kau memilikinya, Servant-mu takkan bisa bantah perintahmu.
Selama aku memilikinya? Apa maksudmu?
Mantra Perintah adalah perintah mutlak.
Mantra itu mampu beri perintah tanpa syarat,
yang memaksa Servant-mu untuk mematuhinya, apa pun yang terjadi.
Contohnya, tadi kau perintahkan Saber untuk berhenti menyerang, 'kan?
Tapi, mantra mutlak itu hanya bisa digunakan sebanyak tiga kali.
Makanya, hindari penggunaan yang tak perlu.
Karena tanpa Mantra Perintah itu, kau pasti akan dibunuh.
Jadi mulai sekarang, berhati-hatilah.
Dibunuh?
Benar.
Dasarnya, para Master akan saling kalahkan satu sama lain dalam Perang Cawan Suci.
Dan setelah kau berhasil kalahkan keenam Master lainnya,
maka kau akan dapatkan Cawan Suci pengabul permohonan.
Tu-Tunggu sebentar!
Memangnya Cawan Suci itu apa?
Gampangnya, saat ini kau sedang terlibat ke dalam suatu ritual sihir.
Karena Perang Cawan Suci adalah pertarungan antara ketujuh Master
sampai titik darah penghabisan.
Kau ini bicara apa, sih?
Aku hanya katakan yang sebenarnya saja, kok.
Lagian, harusnya saat ini kau sudah mengerti, 'kan?
Apalagi, kau sudah hampir dibunuh bukan hanya sekali, tapi dua kali.
Kau sudah bisa menerimanya?
Aku juga salah satu Master terpilih.
Dan tugas Servant adalah membantumu memenangkan Perang Cawan Suci,
jadi sampai berhasil mendapatkannya, anggap saja mereka itu pelayanmu.
Mana bisa aku menganggapnya sebagai pelayanku.
Ya, wajar saja, sih.
Biasanya, pelayan penyihir itu dibedakan dalam kategori.
Dan wujud mereka yang menyerupai manusia, itu karena dulunya adalah pahlawan legendaris.
Pahlawan legendaris? Saber juga?
Benar.
Mau pahlawan legendaris atau surealis, aksi mereka yang dilibatkan kembali ke masa ini,
adalah Roh Pahlawan yang disebut Servant.
Tugas pemanggilannya dilakukan oleh Master.
Dan pahlawan mana yang akan dilibatkan, semua ditentukan oleh Cawan Suci.
Pada dasarnya, Servant mendampingi Master-nya dalam wujud roh.
Tapi saat diperlukan dalam pertarungan, mereka bisa gunakan perwujudan fisik.
Bisa gunakan wujud roh maupun fisik. Jadi, sama seperti si pria merah itu, ya?
Dia adalah Archer.
Saat ini, dia sedang awasi keadaan di luar.
Sampai sini, kau sudah mengerti?
Teorinya sih, sudah.
Untuk lebih jelasnya, kau harus tanyakan pada pengadil Perang Cawan Suci.
Inti dari apa yang kusampaikan sekarang adalah
kau tak punya pilihan selain ikut bertarung.
Servant adalah pelayan yang akan bekerja sama denganmu, jadi manfaatkan sebaik mungkin.
Nah,
dari apa yang kusimpulkan dari Emiya,
keberadaanmu saat ini masih belum sempurna ya, Saber?
Tepat seperti kesimpulanmu, aku masih belum bisa gunakan seluruh kemampuanku.
Shirou sendiri adalah Master yang belum sepenuhnya terlatih,
jadi restorasi Mana pun sulit dilakukan.
Tak kusangka.
He, apa yang sedang kalian bicarakan, Tohsaka?
Servant itu mampu pertahankan keberadaannya dengan mengonsumsi Mana milik Master-nya.
Tapi katanya, dia tak rasakan adanya suplai Mana darimu,
dan ke depannya, bisa sangat berbahaya.
Oh, kau juga mau minum, Emiya?
Tak perlu.
Tapi aku sama sekali tak menyangka, kau mau blakblakan menceritakannya.
Kau sendiri sudah sadari ada sesuatu yang janggal, jadi percuma saja terus kusembunyikan.
Selain itu, cara terbaik untuk sadarkan Shirou atas apa yang sebenarnya terjadi,
adalah dengan menjelaskan kebenarannya padamu, musuh Shirou.
Berarti, belajar dari kesalahan, ya.
Ah! Aku jadi semakin menginginkannya!
Andai saja aku yang jadi Master-nya Saber, pasti pertarungan ini bakal mudah kumenangkan!
Jadi maksudmu, aku ini tak pantas jadi Master-nya?
Ya jelas dong, dasar karat paku!
Ha?
Nah, sudah saatnya kita pergi.
Pergi ke mana?
Sudah kubilang tadi, kita akan temui orang yang tahu betul tentang Perang Cawan Suci.
Emiya, kau ingin tahu alasanmu diikutsertakan dalam perang ini, 'kan?
Itu sih, pasti.
Tapi sekarang sudah tengah malam, lo.
Oh, jadi kau tak mau ikut?
Ya sudah, terserah kau saja, sih.
Kalau Saber?
Kenapa malah bertanya pada Saber?
Jangan terlalu memaksakannya begitu, dong.
Oh, ternyata kau ini sadar posisimu sebagai seorang Master, ya?
Apa kau tak senang kalau aku bicara pada Saber?
Bu-Bukan begitu!
Sialan, sudah kuduga kalau sifatnya ini benar-benar bakal merepotkanku.
Lagian, Saber adalah pahlawan legendaris di masa lalu, 'kan?
Jadi kalau dipaksa ikut, dia juga tak tahu apa-apa tentang masa sekarang, 'kan?
Kau salah, Shirou.
Servant selalu bisa beradaptasi ke berbagai masa.
Jadi, aku tahu betul tentang masa sekarang.
Eh? Kau benar-benar tahu?
Tentu saja.
Lagi pula, sekarang bukan pertama kalinya aku dipanggil ke masa ini.
Yang benar? Kok bisa ada kebetulan seperti itu, sih?
Lalu, kita akan pergi ke mana?
Ke gereja di Kota Shinto.
Kenapa Saber tak ikut dengan kita?
Waktu Saber bilang kalau dia pernah dipanggil ke masa ini,
aku jadi curiga kalau semua itu ada hubungannya dengan pastur di sini.
Tohsaka, sebenarnya seperti apa pastur yang kausebutkan tadi?
Dulunya, dia adalah murid dari ayahku.
Tapi setelah ayahku wafat, dialah yang jadi waliku.
Bisa dibilang, dia itu adalah senior dan juga ayah keduaku.
Jadi maksudnya, si pastur ini adalah seorang penyihir?
Benar.
Yang berarti, dia adalah seorang pastur gadungan.
Aku sempat terkejut terima panggilan darimu,
ternyata kau ke sini bawa tamu yang unik, ya.
Jadi dia adalah Master ketujuh,
Rin?
Namaku Kirei Kotomine.
Siapa namamu, Master Ketujuh?
Shirou Emiya.
Emiya?
Shirou Emiya, kau adalah Master dari Servant Kelas Saber, 'kan?
Aku memang menjalin kontrak dengannya.
Tapi aku sama sekali tak mengerti, baik itu tentang Master maupun Perang Cawan Suci.
Kalau seorang Master dipilih dari golongan penyihir,
justru lebih baik kalau memilih Master selain aku.
Begitu, ya? Benar-benar anak muda yang polos.
Makanya, tolong jelaskan sedetail mungkin padanya.
Oh, baiklah.
Lagi pula, ini adalah pertama kalinya kau minta bantuan padaku.
Shirou Emiya, status sebagai Master tak bisa dipindahtangankan pada siapa pun,
dan bukan status yang dengan mudah ditinggalkan semaumu.
Menjadi seorang Master, berarti harus jalani berbagai ritual tertentu.
Sampai berhasil dapatkan Cawan Suci, maka kau tak bisa lepas dari siksaan itu.
Shirou Emiya, kau terlibat ke dalam pertarungan agung
yang disebut dengan Perang Cawan Suci.
Perang konyol yang mengharuskan ketujuh Master untuk saling membunuh, 'kan?
Ini semua, adalah ritual untuk tentukan siapa yang pantas untuk gunakan Cawan Suci.
Cawan Suci?
Maksudmu, semua demi dapatkan Cawan Suci tak jelas itu?
Cawan Suci yang muncul di kota ini adalah nyata.
Sebagai salah satu buktinya,
ada suatu keajaiban yang terjadi, di mana bermunculan roh yang disebut dengan Servant.
Kalau Cawan Suci mampu wujudkan sesuatu di luar nalar seperti ini,
maka pemiliknya akan dapatkan kekuatan yang tiada batas.
Dan dengan seluruh kenyataan yang ada, tentunya perangkat mahakuasa itu tak perlu lagi diragukan.
Lalu, kenapa memaksakan orang untuk melewati Perang Suci itu?
Kalau memang sedahsyat itu, tinggal kita bagi rata saja, 'kan?
Wajar saja kalau kausimpulkan begitu, tapi hanya satu orang saja yang boleh memilikinya.
Dan kesemuanya bukanlah kita yang menentukannya,
melainkan Cawan Suci itu sendiri.
Cawan Suci yang menentukannya?
Semua ini terjadi atas kehendak Cawan Suci itu sendiri.
Dan yang terpilih, adalah seorang Master yang mampu lewati seluruh ritual tersebut.
No comments yet. Be the first to leave one.