The Monkey King (Qi Tian Da Sheng / 齐天大圣)

The Monkey King (Qi Tian Da Sheng / 齐天大圣)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

The Monkey King 2022 720p WEB-DL H264
Un commento di UFSIMV
RUNTIME 01:20:48

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
Pubblicato il: 2022-05-08
Download: 25
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Kalian semua tahu ceritanya.

Beberapa ratus tahun yang lalu,

Kera Sakti, Sun Wukong menerobos Gerbang Langit Selatan,

dan membuat keributan di Istana Langit.

Pada akhirnya, dia dihukum ke alam fana

dari Gerbang Langit Selatan oleh jurus telapak tangan Buddha.

Aku terus mencarinya.

Semoga dia bisa membawaku ke Istana Langit.

Anak Kecil.

Kera Sakti sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Bagaimana jika kau membiarkan kami memakanmu saja?

Jika kalian memakanku,

Kera Sakti tidak akan melepaskan kalian.

Tolong aku! Tolong aku!

Anak Kecil.

Mana ada Kera Sakti?

Benar, benar.

Sudah lama tidak makan daging.

Apakah ada persik?

Aku tanya kalian,

Apakah ada persik?

Ke... ke... ke...

Kera Sakti!

Siluman dari mana?

Long... Long... Long...

Desa Longshan.

Desa Longshan?

Bukankah aku sudah menetapkan aturan

jangan makan orang lagi?

Ayo, masuk, masuk.

Ampun, Kera Sakti...

Ambil buah, ambil buah.

Aku kira kau adalah

Kera Sakti.

Lima ratus tahun yang lalu, kau membuat keributan di Istana Langit,

dan membuat Dunia Siluman menderita.

Kami hanya bisa makan ini.

Buah busuk.

Kita makan apa,

kau juga makan yang sama.

Makan.

Makan.

Makanlah!

Apa kau mau makan?

Ini pemberian saudara-saudara yang sudah mati untukmu.

Makanlah.

Makanlah!

Kera Sakti!

Akhirnya aku menemukanmu, Kera Sakti.

Bagus juga.

Biarkan kera itu melihat...

Aturan yang dia tetapkan...

Sudah lama hilang.

Ayo, ayo.

Siluman!

Yang Mulia!

Yang Mulia, lihatlah aku.

Apa bagusnya

tempat jelek itu?

Yang Mulia.

Apa kau tahu itu tempat apa?

Bukankah itu Istana Naga yang dulu?

Kalau begitu, apakah masih jelek?

Lapor Yang Mulia, Gunung Wuzhi telah runtuh.

Dia sudah keluar.

Setelah menunggunya selama ratusan tahun,

akhirnya keluar juga.

Putra Mahkota, apa dia perlu dibunuh?

Jika membunuhnya sekarang,

akan mudah seperti membunuh seekor semut.

Sangat membosankan.

Merebut harta Klan Naga,

menghancurkan Istana Naga,

membuat peringkat Klan Nagaku lebih rendah dari dewa lainnya,

dan juga dipermalukan.

Aku juga ingin dia merasakan perasaan ini.

Masih belum sadar?

Sudah bangun?

Kera Sakti!

Ayo pergi.

Tunggu aku.

Apa yang kau lakukan?

Akhirnya bisa bertemu dengan orang asli.

Salah, kera asli.

Salah, siluman?

Siluman kera, manusia kera?

Jangan-jangan siluman manusia?

Diam! Diam di situ, jangan mengikutiku lagi.

Apakah kau tahu aku terus mencarimu?

Untuk apa kau mencariku?

Aku ingin kau membawaku ke Istana Langit.

Di dunia ini,

hanya kau. Kera Sakti yang bisa membawaku ke Istana Langit.

Apa boleh?

Belum tiba waktunya.

Apanya yang belum tiba waktunya?

Bukankah kau bisa terbang?

Kenapa harus berjalan?

Di mana sihirmu?

Diam! Diam, Anak Kecil!

Aku bukan anak kecil, namaku Yi.

Kenapa kau terus mengikutiku?

kau belum berjanji akan membawaku ke Istana Langit.

Mereka yang melawan dewa... penggal!

Mereka yang melawan dewa... penggal!

Mereka yang melawan dewa... penggal!

Mereka yang melepaskan rantai besi sendiri... penggal!

Mereka yang mencuri makanan persembahan... penggal!

Ini adalah akhir dari mereka yang tidak patuh.

Apakah kalian marah? Ataukah tidak terima?

Jika ingin menyalahkan, salahkan saja siluman kera itu.

Dia membuat keributan di Istana Langit dan melanggar aturan langit.

Jika tidak, kalian

juga tidak akan diatur olehku.

Niu?

Cukup, cukup, aku ambil sendiri.

Paman Niu.

kau jauh lebih kurus dari yang aku bayangkan.

Kera Sakti, sudah bangun?

Sudah bangun? Duduklah, makanlah sedikit.

Kenapa kau memukulku?

Menurutku,

kau tidak melawan pukulan seperti dulu lagi.

Buddha Rulai Tua itu

menyegel kekuatan sihirku.

Bagaimana kau bisa keluar?

Aku keluar bersama Kera Sakti.

Aku ingin dia membawaku ke Istana Langit.

Siapa yang setuju membawamu ke sana?

Aku ingat di dalam cerita,

bukankah kalian memiliki tujuh Raja Iblis?

Itu semua sudah berlalu.

Makan.

Di mana Kakak Kedua?

Dia...

seharusnya lebih baik dari kita.

Tidak bahas lagi.

Oh ya,

setelah kau keluar,

apa rencanamu?

Serang kembali!

Adik Wukong.

Aku sudah akan menjadi ayah.

Mulai sekarang,

aku

ingin melewati hari-hari kecilku dengan tenang.

Kak Niu.

Terakhir kali,

aku hanya kurang sedikit lagi.

Kali ini, aku pasti akan berhasil.

Ternyata sama dengan yang aku pikirkan.

Masih Sun Wukong pada waktu itu.

Makanlah, makan yang banyak.

Makan yang banyak.

Anak Kecil.

Ayo.

Mau ke mana sebegitu buru-burunya?

Kakak Ipar?

Bukankah ini adalah

Kera Sakti yang bersikeras membuat kekacauan di Istana Langit?

Berkat kau,

Istana Langit marah kepada Dunia Siluman,

membuat hidup kami menjadi susah.

Hari ini, bukankah kita

harus perhitungkan masalah tersebut?

Ikat dia.

Maju!

Dasar kera busuk.

Saat aku sukses, kalian mengikutiku.

Saat aku dalam kesulitan,

berapa banyak dari kalian yang memedulikanku?

Apakah kau pernah memikirkan kami ketika kau berhasil?

Kera Sakti, hati-hati!

Ini adalah takdir.

Menyerahlah.

Aku tidak pernah menerima takdir.

Aku mengalahkan langit.

Aku adalah langit.

kau masih tidak mengerti?

Anak Kecil, minggir!

Jangan menindas Kera Sakti!

Dia bukan Kera Sakti.

Dia Kera Sakti.

Dia selalu menjadi Kera Sakti di hatiku.

Dijebak oleh kera sialan itu.

Istriku, bagaimana keadaanmu? Tidak apa-apa, 'kan?

Pergi masak.

Baik.

Sudah, cepat bangun, cepat bangun.

Tidak mau, tidak mau, tidak mau.

kau benar-benar...

Sakit.

Kakak, kau berat sekali.

Tidak boleh menindas Kera Sakti.

Boleh juga.

Kera Sakti!

Kenapa mereka bilang kau bukan Kera Sakti?

Ada orang yang berjalan bersamamu,

lalu kehilangan keyakinan,

dan juga kehilangan hati.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left