Le prime 200 righe.
Tanggal 15 bulan ke 7.
Ada sebuah keyakinan membakar kertas dan dupa demi sesembahan untuk roh halus.
Orang-orang menghindar.
Takut bertemu dengan roh halus.
Yang bisa menyebabkan petaka.
Festival Hantu tanggal 15.
Memohon pada Sang Phoenix,
Dewa Api yang mengusir hal jahat.
Saudara sekalian.
Sudah pukul tujuh malam.
- Cepat pulang ke rumah. - Sudah.
Ayo pergi.
Sudah pukul tujuh.
Cepat pulang ke rumah.
Dewa Phoenix
akan melindungi kau sekeluarga.
Terima kasih.
Saudara sekalian.
Sudah pukul tujuh.
Cepat pulang ke rumah.
Kios sudah tutup.
Kau kembali besok saja.
Lukis
aku.
Baik, tunggu sebentar.
Sudah selesai.
Tuan.
Coba kau lihat.
Tuan.
Ada apa denganmu?
Kecilkan suaramu.
Aku bertemu roh halus.
Bertemu roh halus?
Mengagetkanku saja.
Tidak masalah.
Aku sudah mengusirnya.
Kau terlalu curiga.
Cuacanya begitu panas,
apakah kau pusing?
Kuambilkan semangka untukmu.
Makan yang segar.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Jangan menangis.
Ada apa hari ini?
Anak ini tidak berhenti menangis.
Selezat itu?
Biarkan aku mencicipinya juga.
Istriku.
Istriku.
Istriku.
Suara tangisku menarik perhatian petapa yang berkelana.
Aku kemudian lolos dari bahaya.
Siluman dari mana?
Siluman Merak lancang.
Membiarkan roh jahat mencelakai dunia manusia.
Tidak bisa diterima.
Hari ini,
aku akan memusnahkanmu.
Kalian para manusia biasa,
berani melawanku?
Tidak tahu diuntung.
Jimat keselamatan.
Mengikat roh jahat.
Memusnahkan hantu.
Mantra diaktifkan.
Mengurung.
Orang yang mengganggu rencanaku, pantas mati.
Buat formasi!
Mempersilakan
api di puncak Gunung Kunlun,
Dewi Phoenix datang kemari.
Membawa kebaikan, memusnahkan hal jahat.
Ini adalah keadaan mendesak.
Phoenix datang.
Simbol kebaikan ada di sini.
Semua kejahatan musnah.
Phoenix.
Siluman Merak.
Kau mengacaukan dunia.
Tidak diterima semua mahkluk.
Aku akan menghisap kekuatan Phonenix-mu.
Menjadi Dewa.
Setelah ini,
bagi yang tidak tunduk padaku,
di dunia manusia dan siluman harus mati.
Hanya seekor merak saja.
Memangnya kenapa jika kau adalah Phoenix?
Ingin membunuhku?
Tidak semudah itu.
Gawat.
Siluman Merak sudah masuk ke area siluman.
Dunia siluman dan iblis
pasti akan berbaur.
Sekarang,
hanya bisa menyegel pintu masuk ini dengan tubuhku.
Semoga tidak ada siluman lagi di dunia.
Melihat orang tuaku mati,
Kepala Petapa membawa dan membesarkanku.
Hingga aku menjadi dewasa.
Liaozhai Painting Wall
26 Tahun Kemudian
Sejak aku bisa mengingat hal,
aku sering memimpikan seorang wanita.
Bahkan tanganku bisa mengeluarkan api.
Sering membakar rusak barang-barang.
Tidak benar.
Lukisan apa ini?
Wanita yang aku lukis tersenyum
dan menawan.
Xiaolian.
Lihat hasil lukisan siapa paling baik?
- Bisa tidak? - Bisa tidak?
Coba lihat.
Ini lukisanku.
Wanita cantik bukan dari penampilan.
Pesona yang tampak dari luar,
tidak punya aura dewi.
Aku hampir lupa.
Dia adalah pelukis nomor satu di Jiangnan.
Kita sungguh mempermalukan diri saja.
Pelukis nomor satu di Jiangnan,
tapi tidak bisa melukis manusia.
- Ayo. - Ayo.
Bukan tidak bisa melukis.
Melainkan tidak ada yang bisa dilukis.
Aku hanya melukis orang yang kusukai.
Ini...
Wanita dalam mimpi itu lagi.
Penyakit lamamu ini kambuh lagi.
Tidak mau melukis wanita cantik.
Aku curiga kau suka melukis pria.
Hanya tergerak satu kali dalam hidup.
Setiap goresan melukis manusia.
Lukisan wanita cantik,
hanya dilukis
untuk seorang saja selama hidup.
Sudahlah.
Setelah selesai dilukis,
mungkin lebih buruk
dari lukisan di dinding itu.
Lukisan dinding apa?
Kuil Lanruo di kaki gunung.
Lukisan wanita di dinding
terlihat sangat nyata.
Aku mengajak yang lain ikut ke sana,
kau mau ikut tidak?
Tidak perlu dipikirkan.
Aku akan kemari malam ini.
Hari ini adalah tanggal 15 bulan 7.
Kau takut?
Aku tidak takut.
Dunia Fantasi Lukisan Dinding
Majikan.
Hari ini,
pria dunia manusia akan tiba.
Setelah manusia dan dewi berbaikan,
energi Yin dan Yang akan membentuk segel jiwa.
Bisa dikonsumsi oleh Anda.
Bagus.
Dong Fang.
Apakah kau tahu,
kenapa aku paling menyukaimu?
Karena,
kau tidak pernah mengecewakanku.
Ini semua berkat
latihan dari Anda.
Phoenix itu,
mengira bisa menyegelku di sini selamanya.
Dia tidak tahu,
manusia yang dilindunginya,
adalah kunci bagiku untuk keluar dari lukisan dinding.
Malam ini,
Setelah rencanaku terlaksana,
berhasil mendapat kekuatan Phoenix,
maka aku bisa
menghancurkan lukisan dinding ini.
Tapi...
Anda sedang mencemaskan sesuatu?
Di saat aku menghirup roh dan jiwa,
juga merupakan saat terlemahku.
Kau adalah orang kepercayaanku.
Harus melindungiku
dari belakang.
Aku laksanakan.
Mengagetkanku saja.
Konon, 26 tahun lalu,
ini adalah lukisan burung dan Phoenix.
Tapi, suatu hari,
burung yang ada di lukisan
malah menjadi wanita cantik.
Erotis.
Semuanya adalah sihir.
Seperti mimpi dan ilusi.
Seperi embun dan petir.
Seharusnya dilihat seperti ini.
Menurutku,
No comments yet. Be the first to leave one.