Le prime 173 righe.
LANTAI 35 BAWAH TANAH
Jean!
Dia mati.
Hari ini pun aku masih prima!
Kecepatan ini... Kamu sang Meteor Merah, Scarlet, ya?
"METEOR MERAH" Wush!
Wahai angin yang berembus,
jadilah tornado dan cabik-cabiklah musuh!
Rapalan ini...
Konon tidak ada yang selamat setelah melihat api itu!
Sang Malaikat Maut Biru!
Blue Death!
Biarkan angin mengamuk,
Tornado Blade!
MALAIKAT MAUT BIRU
Maja! Naja!
Sial! Dia sengaja mengincar garda belakang, ya!
Beraninya!
Apa itu?
Ahem!
Berengsek!
Kamu lengah!
Celahmu terlihat jelas!
Kamu kurang waspada, dasar bodoh.
TENGKORAK EMAS, RAKSASA KABUT UNGU
Kalau sudah begini...
Kamu pikir bisa kabur dari kami?
Barang langka yang sudah kukumpulkan susah payah...
Lapor. Pertempuran selesai.
Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime
SURAT UNDANGAN
Lawan keroco melulu jadi berasa kurang.
Betul banget!
Kita ini yang terkuat dan tidak terkalahkan!
Mereka bukan lawan yang pantas untuk kita!
Hei, jangan jemawa dulu.
Ini bagian dari pekerjaan juga.
I-Iya, aku juga mengerti.
Tapi, ayo kita lanjut berburu lagi!
Ayo!
Ora, ora, ora!
Setelah insiden Tim Amukan Hijau,
- Teknik Rahasia, Tebasan Satu Panel! - kami mulai berburu penantang.
Sekalian buat latihan juga.
Karena ada kemungkinan mereka akan balas dendam.
Pengelolaan dungeon berjalan lancar,
suasana kota pun dipenuhi semangat!
Masayuki benar-benar berjasa sebagai ikon promosi.
Berkat keberuntungan alaminya,
dia sudah melengkapi set perlengkapan langka.
Saat ini dia bahkan mengincar lantai 50.
Hasil siaran dari aksi Masayuki
dan para penantang lainnya
benar-benar membakar semangat mereka.
Baik mereka yang mencari kekuatan maupun ketenaran,
sekarang banyak penantang tangguh yang bermunculan.
Kamilah sosok yang akan menghadang mereka.
Lihat!
Muncul juga!
Dungeon Dominator!
Gim yang menantang pasti lebih seru, kan?
Kami bukan mau main-main, kok!
Rasanya ada yang kurang.
Apa tidak ada lawan yang lebih gereget?
Jangan terburu-buru.
Kalau dungeon kita makin terkenal, banyak penantang kuat yang akan berdatangan.
Aku mau lanjut latihan supaya makin kuat!
Tuan Rimuru, ternyata Anda sudah kembali.
Anda kedatangan tamu, dan kebetulan saya sedang mencari Anda.
Oh, ada tamu?
Anda bersama Nona Milim juga.
Kebetulan sekali.
Kebetulan?
Saya datang berkunjung, Tuan Rimuru.
Frey!
Eng, ada perlu apa hari ini?
Sebenarnya tidak terlalu penting.
Ah, Milim. Ternyata kamu di sini.
Omong-omong, soal tugas yang kuberikan padamu...
Apa sudah selesai?
Dia menelantarkan tugasnya dan malah main ke sini.
Bu-Bukan begitu! Ada alasan rumit untuk hal ini!
Oh.
Penjaga yang kutugaskan mengawasimu ditemukan terkapar tergulung karpet.
Kamu punya alasan masuk akal untuk menjelaskan ini, kan?
I-Itu, karena Rimuru dan kawan-kawannya...
Aduh, kalau lagi punya tugas, bilang, dong.
Maaf mengajakmu tanpa tahu soal itu.
Padahal bilang saja dari awal.
Kalian jahat banget!
Frey! Bukan begitu! Dengarkan aku!
Tentu saja akan kudengarkan.
Aku dengarkan dengan saksama setelah kita sampai di rumah.
Untung kita tidak ikut terlibat.
Kerja sama kita kompak banget tadi.
Yang terbaik sejauh ini, kan?
Iya.
Omong-omong, Tuan Rimuru.
Selama ini, apa yang Anda lakukan?
Eh?
Tidak, aku cuma meneliti, kok.
Aku lagi meneliti sendiri tentang gaya bertarung para penantang.
Sendiri?
Berarti...
Anda main di dungeon sampai lupa waktu, ya?
Pe-Peka banget!
Ah!
Aku mau meneliti sihir di kamarku, ah.
Aku juga ikut menemani, deh.
- Boleh! Ayo kita meneliti bersama! - Maaf, Milim.
Sikap pura-pura kayak begitu ternyata menjengkelkan!
Lapor.
Tidak perlu menjelaskan alibi.
Kalau dihadapi langsung, masalah akan selesai.
Eh? Maksudnya bagaimana?
Tuan Rimuru!
Ternyata Anda ada di sini!
Mjollmile!
Ada surat dari dewan.
Kemungkinan besar ini undangan untuk menghadiri rapat
penentuan status keanggotaan dewan kita.
Begitu rupanya.
Aku memang sudah merasa perlu datang.
Apa maksudnya?
Aku menduga Tim Amukan Hijau adalah utusan dewan untuk menyelidiki kita.
Jadi kita juga mau menyelidiki mereka.
Meski Kak Raphael sudah melakukannya waktu kami lagi bermain-main.
Mohon maaf.
Saya kira Anda ikut bermain bersama Nona Milim.
Tidak apa-apa.
Wajar kalau terlihat seperti itu.
Aku berhasil mengeles di waktu yang tepat.
Tapi, kalau tidak ada Kak Raphael,
sebenarnya aku mengabaikan tugas lain karena kebanyakan bermain.
Semua memang harus ada batasnya.
Eh? Bukannya Anda baru mau mulai menyelidiki?
Ah!
Lalu, apa yang Anda selidiki setelah perginya Tim Amukan Hijau?
Tuan Rimuru?
Kak Raphael, masalahnya belum selesai, nih!
Bisa diselesaikan dengan dimarahi dan menyesali diri.
Ya-Yang benar saja.
Keberadaan uang sangatlah penting
bagi perkembangan peradaban.
Dari zaman biji-bijian dianggap sebagai alat tukar,
beralih ke logam mulia emas dan perak,
hingga akhirnya menuju ekonomi kertas
yang menggunakan kontrak.
Di wilayah ekonomi negara-negara barat pun,
melalui dewan, aku mendorong transisi ke ekonomi kertas
dengan mata uang tersendiri tiap negara.
Hal terpenting adalah menciptakan lingkungan
ketika nilai tukar berfluktuasi sesuai kekuatan nasional,
dan memastikan kami yang membuat aturannya.
Tanpa itu, kemenangan mutlak tidak akan pernah terjamin.
Dewan dan Lima Tetua yang menentukan nilai dari tiap negara.
Kemudian yang mengendalikan mereka
adalah aku.
Akulah yang akan selalu memegang kendali.
Dewan Negara-Negara Barat,
Council of the West,
adalah organisasi yang beranggotakan negara di sekitar Hutan Agung Jura.
MARKAS BESAR DEWAN NEGARA-NEGARA BARAT
Tanpa memandang besar kecilnya suatu negara,
dewan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Agendanya mencakup berbagai hal, mulai dari
penanganan monster hingga kekeringan, wabah, dan bencana alam.
Agenda yang tengah dibahas
mengenai layak atau tidaknya negara monster Tempest bergabung ke dalam dewan.
Tempest... Bukankah kita bisa memercayai mereka?
Kalau kita membuat Raja Iblis itu marah, bukankah Naga Badai akan menyerang?
Tenang saja. Dia hanya berlindung di balik punggung naga.
Raja Iblis sendiri tidaklah sekuat itu.
No comments yet. Be the first to leave one.