Le prime 169 righe.
Kerajaan Semanggi.
Di negeri yang utamakan sihir ini
ada seorang anak yang tak bisa gunakan sihir.
Namanya adalah Asta.
Demi jadi Kaisar Sihir, separah apa pun luka yang diderita, dia tak pernah menyerah!
Tapi di Kerajaan Semanggi juga ada orang- orang yang hanya punya sedikit energi sihir,
dan bahkan tak mampu gunakan sihir sama sekali.
Orang-orang malang yang hanya sedikit itu, hidup di balik bayang-bayang.
Mereka berjuang untuk hidup.
Halaman 144 Mereka yang Harapkan Lenyapnya Iblis
Tak bisa, ya?
Apa katamu? Aku tak dengar.
Kau benar-benar tak masalah denganku?
Tentu saja, Dazu, aku...
Aku ingin kau jadi istriku.
Kau hebat sekali, Dazu.
Ibu.
Kau tak pernah gunakan sihir,
tapi kau masih bisa lakukan pekerjaan orang-orang pada umumnya.
Komandan Yami.
Ya, aku tak tahu berapa banyak orang yang mati
setelah Mata Matahari Tengah Malam menyerang.
Eh, Nona yang di sana.
Aku ingin bertanya sesuatu.
Apa?
Apa kau pernah lihat anak ini?
Apa kau juga lihat cewek cantik yang ada tanduk di kepalanya?
Tanduk, apa itu?
Kalau begitu...
Apa kau tahu sekumpulan orang yang membenci iblis?
Tak mungkin ada orang yang tak membenci iblis.
Kalian bertanya tentang kasus yang baru-baru ini terjadi, 'kan?
Benar.
Kalian Kesatria Sihir, 'kan?
Ya.
Suamiku dan mertuaku sudah mati.
Kenapa kalian tak datang untuk menolong?
Saat itu kami juga berusaha, seluruh kerajaan sedang kacau.
Maaf, ya.
Karena tak bisa lindungi keluargamu.
Permisi.
Rambut perak dan tanda itu, mereka keluarga Silva, ya?
Kenapa para keluarga kerajaan datang ke sini?
Oi, hentikan! Nanti mereka dengar.
Ada yang ingin kutanyakan.
Apa kau pernah lihat anak ini?
Eh, tidak, sih.
Dia anak yang imut.
Kami juga mencari gadis yang punya tanduk di kepalanya.
Tolong beri tahu kalau kau melihatnya.
Apa maksudnya dengan tanduk?
Tak tahu, ya? Sudahlah kalau begitu.
Ya.
Ada yang ingin kutanyakan.
Ha?
Apa kau pernah lihat anak ini?
Tidak, tak pernah lihat. Permisi.
Tolong lihatlah!
Maaf, aku sibuk.
Aku ingin betulkan rumahku yang sudah rusak.
Aku juga punya banyak pekerjaan.
Tunggu!
Biarkan.
Kak Nozel.
Orang-orang di kota ini
tak memercayai kita.
Banyak dari mereka yang membenci Kesatria Sihir,
dan mereka juga tak senang dengan pemerintahan kerajaan ini.
Aku tak bisa salahkan mereka.
Saat kota ini terjadi kekacauan, kita tak bisa berbuat apa-apa.
Benar, sih.
Kita tak bisa dapatkan informasi dengan cara memaksa.
Tapi kita harus cepat, kalau tidak, Nero dan Marie akan...
Kita memang harus cepat, tapi kita tak boleh panik.
Kalau kau seorang Kesatria Sihir, kau harus tenang di situasi seperti ini.
Baik.
Bertanya pada mereka bukan satu-satunya cara mendapat informasi, ayo kita coba cara lain.
Baik!
Marie!
Oi, apa yang kaulakukan?
Kau bukan Marie.
Apa yang kau lakukan pada putriku?
Maaf, ya!
Tapi aku juga putus asa!
Aku harus membantunya karena kami adalah Duo GG!
Aku akan memberimu ini, tolong maafkan kami, ya?
Menjauhlah dari putriku, dasar pria aneh!
Cobalah untuk memastikan dulu agar tak salah orang.
Ini bukan waktunya untuk lama-lama.
Kalau aku rasa itu Marie, aku harus langsung bertindak!
Sial, Marie!
Di mana kau? Malaikat Marie-ku, jawablah aku!
Jangan berteriak seperti itu, dong!
Kau memanggilku?
Apa?
Bukankah kau memanggil namaku?
Bahkan kau memanggilku malaikat.
Saat muda pun, tak ada orang yang memanggilku seperti itu.
Apa yang kaubicarakan, Nenek Tua?
Anu, nama nenek itu...
Namaku itu Maggie.
Yang kucari itu "Marie"!
Eh, ternyata beda, ya.
Hampir sama, sih.
Sudah terjadi sesuatu, ya.
Ya.
Kita bicara di bawah.
Bu Dazu, selamat kembali.
Kerja bagus.
Terima kasih banyak.
Sampai kapan kita akan bersembunyi di sini?
Kita harus segera eksekusi mereka berdua.
Sekarang ini, ada masalah yang lebih besar.
Para Kesatria Sihir datang ke sini.
Apa?
Mereka melacak kita, ya?
Tidak, itu tak mungkin.
Sihir Tn. Kabwe bisa membuat kita tak terlihat dengan sempurna.
Mungkin mereka sembunyikan sesuatu.
Sihir Transparan: Deteksi Sihir.
Ada!
Ini...
Gelang sihir yang seharusnya dipakai iblis itu!
Kenapa ada di sini?
Kurang ajar, memakai benda sialan seperti ini!
Tunggu sebentar.
Aku punya ide.
Oh, apa kalian mendapat informasi?
Penduduk kota ini tak memberi tahu informasi yang berguna.
Kami coba mencari tahu markas mereka tapi tak ada hasil.
Aku melacak mana, tapi tak ada jejak sama sekali.
Dan juga...
Sinyalnya tak stabil, ya.
Selain itu, kita tak tahu kapan mereka akan sadari alat sihir komunikasinya.
Sebelum mereka tahu, kita harus temukan mereka berdua.
Lalu, kalian bagaimana?
Kami bicara dengan nenek-nenek.
Dia bukan orang jahat.
Apa tujuan kalian ke sini sebenarnya?
Aku sudah serius!
Aku hanya inginkan cara tercepat untuk temukan Marie!
Ada apa, Rambut Poni?
Mereka bergerak.
Ke mana?
Apa mereka sedang lengah?
Entahlah, tapi rasanya aneh.
Aku yakin mereka sudah sadari kalau kita datang ke kota.
Ada kemungkinan ini hanya pengalihan.
Oke, aku dan Gordon akan sedikit selidiki kota itu lagi.
Kalian bawalah kendaraanku.
Bagus, kembali ke sini akan lebih mudah.
Komandan Nozel juga menganggapku sebagai kroco?
Naiklah, kita kejar mereka.
Berjalan sesuai rencana, ya.
Untuk sementara kita bisa bersantai dulu.
Tapi sialan para Kesatria Sihir itu.
Saat penyerangan Mata Matahari Tengah Malam,
banyak Kesatria Sihir yang tubuhnya diambil alih,
membuat mereka hancurkan negeri ini.
Benar-benar tak bisa dimaafkan!
Seperti katamu.
Para Kesatria Sihir hanya lindungi diri mereka sendiri.
Mereka tak menganggap kita sama sekali!
Mari kita tunjukkan pada mereka arti sebenarnya dari keadilan!
Tentu saja.
Kita perjuangkan hak para penduduk,
dan dapatkan kembali kedamaian serta keamanan di kerajaan ini.
Kalau begitu, demi wujudkan keadilan yang kita inginkan,
kita harus eksekusi dua pelayan iblis ini.
No comments yet. Be the first to leave one.