Le prime 113 righe.
Apa itu Kuil Airnya?
derita setiap hari dan napas yang tersengal-sengal
beokchan hoheupgwa hime gyeoun haruharuga
meyakinkanku bahwa ku masih hidup
ohiryeo nal sara issda malhago isseo
walaupun setiap orang memaksaku 'tuk menyerah
geureohge da pogihara dageuchyeossjiman
namun ku masih punya impian
naegen ajik kkumi isseo
sedikit demi sedikit berlari semakin kencang
jogeum deo sokdoreul nopyeobonda
dekat dan semakin dekat dengan cahaya dunia
jeomjeom deo dareun biccui segyero
berlari sampai napasku sesak
sumchage dallinda
dengan setiap langkah
georeum georeum mada
ku bermimpi akan hari esok
naeirui kkumeul kkunda
genggamlah tanganku
nae soneul japneunda
lihatlah diriku dari sini
unmyeonge majseol geunal
pada saat kuhadapi takdir
cheoeumcheoreom igoseseo
seperti yang kaulakukan dulu
nareul jikyeobwa jwo
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Kuil Air
Besar sekali.
Inilah tempat Ran dan para monster berada.
Pasti tempat ini dikerumuni para monster, 'kan?
Kita ke sini bukan untuk bersenang-senang!
Kenapa bersemangat sekali, sih?
Aku bersemangat untuk kalahkan para monster lalu selamatkan Pendeta Air!
Ayo, cepatlah!
Ah, mulai lagi, deh!
Sip! Itu baru namanya adikku!
Bukan bermaksud menyemangatinya,
bagaimana kalau dia terlibat masalah lagi?
Ternyata Rena benar. Kau benar- benar khawatirkan adikku ya, Aisha?
Kata siapa?
Ya, tolong jaga adik mungilku, ya?
Uh, kakak adik sama saja, tak mau dengarkan perkataanku!
Ah, itu Pendeta Airnya!
Ran!
Chung, diakah yang sudah ubah ayahmu jadi monster?
Ya.
Ran! Kembalikan ayahku seperti dulu!
Apa kalian Kelompok Pencari El? Menarik sekali.
Aku tak sangka kalian datang ke sini bersama anak Helputt.
Bagaimanapun juga, Helputt sudah benar-benar ditelan kegelapan.
Lalu, anak tersayangnya datang ke sini dengan bawa pengorbanan yang sia-sia.
Kau tak bisa ganggu rencanaku lagi!
Ayo, bersiaplah!
Kau dan Chung menghadapi Ran,
kami akan tangani sisanya.
Baiklah!
Akan kuhabisi kalian semua!
Chung, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Ayo kita serang bersama!
Baiklah.
Kau benar-benar terlalu percaya diri, ya?
Rasakan ini!
Mundurlah, Chung! Akan kuhabisi dia!
Aku baik-baik saja.
Kau bukanlah tandinganku.
Kalau bukan karena kalian semua,
aku tak mungkin bisa bertarung dengan Ran.
Karena itulah...
Apa?
Sebagai penerus keluarga Seiker,
aku akan kalahkan semua monster penyebab kehancuran di seluruh dunia!
Serangannya semakin kuat.
Kekuatan macam apa ini?
Rasakan ini!
Tak mungkin! Aku dikalahkan oleh manusia ini?
Kembalikan ayahku!
Jangan!
Tunggu, Ran! Mau ke mana?
Padahal aku sudah bisa sampai ke sini.
Chung.
Kenapa?
Siapa dirimu?
Kenapa kau bantu Ran?
Maafkan aku.
Namaku Ara Haan.
Monster yang kau sebut Ran itu,
sebenarnya adalah kakakku.
Aren Haan.
Apa maksudmu?
Monster itu kakakmu?
Kak Aren
berubah jadi seperti itu akibat para monster.
Maksudmu, Ran awalnya tak seperti itu?
Maafkan aku karena sudah halangi kalian.
Aku hanya...
Aku hanya ingin kakakku kembali!
Anakku.
Jadilah kuat!
Aku mengerti perasaanmu
yang kehilangan keluarga akibat diambil para monster.
Meskipun mereka sudah berubah jadi monster,
kau tak boleh sedikit pun berhenti berharap
No comments yet. Be the first to leave one.