Le prime 200 righe.
Dexter sebelumnya...
- Sudah bertemu ibuku, Prudence? - Usiaku 84 tahun.
Aku tak mau melihat hidupku berakhir
dalam ruangan kecil dikelilingi dokter.
Orang-orang ini baik, tetapi bukan kelompokku.
"Kau dengan hormat diundang ke pesta untuk individu yang sepemikiran."
- Pesta untuk pembunuh berantai. - Selamat datang di acara orang aneh.
- Untuk teman-teman baru. - Teman-teman baru.
Sebelum kutinggalkan kota ini, dia jadi milikku.
Selamat, Lowell, kau teratas dalam daftarku.
- Ryan. - Kau tahu tempat untuk perbaiki ini?
Aku tahu.
Kau kenal pria ini?
- Apa aku tersangka? - Belum bebas jadi tersangka.
Dia bilang pembersihan kemungkinan TKP-nya sempurna.
Seolah pelakunya seorang ahli atau belajar dari seorang ahli.
Berikan kepada Ayah. Biarkan Ayah yang simpan.
Wanita Pembalas Dendam.
Kujawab semua pertanyaanmu jika kau bisa mengimbangiku.
- Kau hanya bunuh predator seksual. - Awalnya begitu.
Tapi hanya di antara kita, aku menikmati membunuh.
- 911, ada darurat apa? - Pria berteriak di rumah sebelah.
Kurasa ada wanita mau membunuhnya. Mengaku Wanita Pembalas Dendam.
Begitu larutan alkali bakar korneamu, kau takkan melihat yang kulakukan.
Arloji milik korban di hotel.
Aku mengacau.
Teman kita akan memastikan waktumu di sini
senyaman dan sesingkat mungkin.
Terima kasih sudah buat polisi tak mengincarku lagi.
Banyak alasan untuk membunuh, tapi kau alasan Ayah untuk hidup.
Berhenti.
'PARA KUCING DAN TIKUS'
Ada yang menyejukkan dari menyapu. Suaranya,
kepuasan kecil yang kita dapatkan, menyingkirkan kotoran dan debu.
Hei, Bos. Aku urus tong sampah setelah ini.
Hari ini tak perlu.
- Semua baik-baik saja? - Tidak.
Ibuku. Dia meninggal.
Terjadi seperti yang dia inginkan. Saat dia tidur.
Dia tak kesakitan.
Maut menjemput kita semua.
Kami akan mengadakan ibadah penghiburan malam ini.
- Suatu kehormatan jika kau hadir. - Ya, tentu.
Aku akan sesuaikan rencanaku.
- Sifku baru selesai. Ayah di jalan? - Maaf, Kawan, lain kali saja.
Ada yang meninggal dalam keluarga kosbas Ayah.
Ayah tak apa?
- Apa jaket bertudung pantas? - Tidak.
Warnanya hitam.
- Kau penyelamat Ayah. - Banyak barang ketinggalan di hotel.
Setelan itu seharusnya muat.
- Pakaianmu rapi. - Aneh jika Ayah rapi dan aku tidak.
Ya, Ayah hargai itu, tapi sungguh, kau perlu ikut.
Ayah, pemakaman sangat berat.
Sangat berat saat kita sendirian.
Kau bicara tentang...
Hannah.
Aku merasa sangat sendirian setelah dia meninggal.
Maaf kau harus melewatinya sendirian.
Kakekmu mengajari trik pada Ayah.
Coba lagi.
Baiklah.
Kelinci melompati batang kayu.
Ibumu akan sangat bangga.
Keduanya.
Kelinci merangkak di bawah batang kayu.
Kelinci lari memutari batang kayu.
Dua kali karena dia berusaha mengecoh rubah.
Lalu, kelinci...
masuk ke sarangnya.
Selamat tanpa cedera.
Selamat tanpa cedera.
Selamat tanpa cedera.
Aku sangat senang Ayah kembali.
Kehilangan Ayah kedua kalinya...
sangat berat.
Ayah tak akan pergi ke mana-mana lagi. Ayah janji.
Kau harus tahu, wanita yang meninggal ini... Prudence.
Hubungan keluarganya sangat erat. Mereka sangat terpukul.
Aku tahu akan melihat apa di pemakaman.
Bersiaplah. Kuatkan dirimu melihat banyak kesedihan.
Dexter!
Sangat sedih...
Joy, ini putraku, Harrison.
- Harrison, ini Joy. - Senang bertemu denganmu.
Terima kasih sudah datang, Dexter.
Bagaimana luka tembakmu?
Aku tahu semua tentang kecelakaan berburu ayahmu.
Joy membantu mengurangi sakitnya. Dia ahli akupunktur.
- Ayah coba pengobatan alternatif? - Awalnya skeptis, ternyata berhasil.
Semua ayah begitu. Benar?
Tapi serius, ayahku akan senang kalian berdua datang.
Itu Chike.
Dia selamat dari serangan Penumpang Gelap. Yang satunya.
- Hei. Telingamu sudah pulih. - Ternyata wanita suka bekas luka.
- Bisa tolong bukakan pintunya, Dex? - Tentu. Ini Sam, tunangan Joy.
Kau yang terbaik.
Sudah berapa lama Ayah kenal mereka?
Beberapa minggu.
Aku sudah tiga bulan di New York. Aku hanya kenal tiga orang.
Dexter!
- Aku senang sekali kau datang. - Aku turut berdukacita.
Ibuku jalani hidup yang menyenangkan dan ini perayaan untuk hidupnya itu!
Ini hari untuk menghormatinya dan bersukacita mengenangnya.
Berterima kasih kepada semua orang dalam hidupnya yang dia cintai.
- Kau pasti Harrison. - Ya. Senang bertemu denganmu.
Maaf. Semoga kau tak keberatan aku ikut datang.
Kau bercanda?
Ibuku akan sangat bahagia jika tahu kalian berkumpul lagi.
Kau boleh tetap bersama ayahmu, tapi semua anak di dapur.
Putriku, Joy, akan mengantarmu berkeliling.
Ya. Tentu.
Jika kau mau memberi hormat, dia di sana.
Aku sering berada di dekat mayat tetapi lama tak begini ini sejak...
Rita.
Kau mual di dekat jasad?
Terkadang.
Red, buka!
- Ya? - Red juga menghilang.
Mengerti.
Jangan menahan diri. Aku mau pendapat jujurmu.
Sam mencoba menyempurnakan resep untuk kesehatan usus ideal.
Ini... rasanya tajam.
Percayalah, mikrobiota ususmu akan berterima kasih nanti.
Meluncurkan bisnis sendiri. Mengesankan.
Sebenarnya, ini yang keempat. Sam wirausahawan pemula.
- Program MBA-nya musim gugur ini. - Joy pendukung terbesarku.
Bagaimana denganmu, Harrison? Kau kuliah?
Tidak. Aku baru lulus GED. Saat ini aku bekerja di Hotel Empire.
- Keren! - Tidak, aku hanya pelayan.
- Masih memikirkan mau melakukan apa. - Banyak waktu untuk memutuskan.
Menjadi orang dewasa adalah yang terburuk.
Ya. Pastinya.
Waktunya untuk kucing.
Seperti kalian tahu, ibu mertuaku menyayangi kucing.
Tapi Blessing punya alergi,
jadi dia menyalurkan rasa sayangnya dengan mengoleksi.
Jadi, kami minta semua orang hari ini
untuk memilih kucing untuk dibawa pulang
sebagai pengingat siapa Prudence bagi kalian.
Juga, jumlahnya sangat banyak hingga ini hampir seperti penimbunan.
Aku mau memulai ini dengan mengundang sahabat terlamanya.
Mariama, silakan pilih satu kucing.
Di usia kami, kami lupa segalanya.
Sering kali aku lupa apa yang kulupakan.
Tapi Prudence tak pernah lupakan ulang tahun.
Tak peduli apa yang sedang terjadi dalam hidupku atau hidupnya,
dia selalu yang pertama menelepon. Dia akan bilang,
"Aku sangat beruntung kau lahir."
Prudence datang dalam hidupku setelah istriku tiada karena kanker.
Dia bilang, "Marvin, orang harus mengambil kesempatan kedua.
Tak peduli bagaimana itu datang atau apa mereka pantas. Ambil saja."
Dexter, pilih satu kucing.
Jika ini anjing, ia akan menyalak padaku.
Aku akan merindukan...
Aku tak rindu apa pun.
...makanannya.
Aku tak lama mengenal Prudence, tapi dia bilang...
Yang dia inginkan hanyalah dikelilingi orang yang dia sayangi,
yang mengenal jati dirinya.
Terima kasih untuk penghormatan indah tadi.
Terima kasih untuk kucingnya.
Ibu...
Dia memberiku kehidupan.
Dia menyelamatkan hidupku dan...
- Halo? - Aku di luar gedungmu.
Mereka sudah tahu tempat tinggalku? Siapa aku yang sebenarnya?
Prater pasti meneleponku dari apartemen Red.
Aku tak di rumah.
Tak apa. Aku bisa menunggu.
Kapan kau akan kembali?
Tak akan pernah.
Aku belum kembali ke sana sejak Charley membobol masuk.
Aku memprioritaskan anonimitasku.
Kau tahu rumahku, pekerjaanku. Jadi, kutinggalkan keduanya.
Kau bisa lihat kenapa aku tak meninggalkan alamat penerusan.
Aku sudah menduganya dari Penumpang Gelap yang licin.
Aku mau tawari kau tumpangan, tapi kau pasti bisa temukan jalanmu.
Tempatku, secepatnya.
Hai.
Terima kasih.
- Hei. - Harrison, hei. Maaf mengganggumu.
Aku dijadwalkan sif ganda malam ini, tapi ibuku sakit flu dan...
- Aku mau tahu apa mungkin... - Tentu, aku bisa jaga Dante.
- Kau yakin? - Ya, dengan senang hati.
Terima kasih. Kau penyelamatku.
Saat itu pulang kerja. Aku duduk sendirian di bar.
Dia, Mia, datang mendekat dan menawarkan mentraktirku bourbon.
DETEKTIF OLIVIA
- Dia mendekatimu? - Aku terkejut sepertimu.
- Aku biasanya tak didekati wanita. - Jadi, kenapa kau tak curiga?
Semua terjadi sangat cepat. Aku tak sempat ragu.
Kami menghabiskan minuman, lalu dia mengundangku ke tempatnya.
- Tentu saya kuterima. - Apa yang terjadi saat kau masuk?
Dia menciumku, menyuruhku buka baju, menawariku anggur.
Aku menolak dan dia...
Entah apa yang terjadi. Dia memukulku hingga pingsan.
Kau mendekati Nn. LaPierre saat dia menyerangmu?
- Kau coba memulai bercinta? - Aku hanya coba memulai percakapan.
Setelah kau sadar lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.