Le prime 200 righe.
Halo, namaku Violet...
dan aku lahir di dunia yang mungkin tak kau mengerti.
Mengudara. Mempertahankan kecepatan di udara.
Ulangi ketinggian. Aliran angin di depan dan samping.
Angkanya menurun dengan cepat mulai dari sini.
Sesuai aba-abaku. Tiga, dua, satu, bersiap.
Kunci berpengatur waktu dijalankan.
Katup, primer dan sekunder...
Tekanan sintetis tercapai.
Lima...
- Berhenti! - Ini jebakan.
Diam di tempat kalian! Jangan bergerak!
Mereka dilumpuhkan. Semua aman, Pak.
Jangan sentuh apa pun, tentunya.
Jangan tinggalkan gedung. Skuadron...
jalankan prosedur Area 14.
- Hemophage. - Tak heran.
Teknologi ruang datar.
Penekanan dimensi. Amat langka.
Itu aneh. Apa rencana mereka untuk keluar?
Bagaimana mereka akan memindahkan darahnya keluar dari sini?
- Kecuali tidak ada rencana untuk keluar. - Lalu apa tujuannya?
Bagaimana jika mereka tak berniat mengambil darahnya, tetapi menginfeksinya?
Astaga. Cross.
Bajingan menyedihkan.
Benar, aku dilahirkan di dunia yang mungkin sulit kau mengerti.
Masalah dimulai saat sebuah laboratorium senjata Amerika
menemukan sebuah virus tak dikenal yang telah ada selama berabad-abad.
Mereka coba memodifikasinya untuk ciptakan prajurit yang lebih cepat dan kuat.
Namun, sebaliknya, mereka ciptakan bentuk penyakit yang lebih menular.
Varian yang disebut HGV, Virus Hemoglophagic.
Itulah saat penyakit itu menyebar.
Semuanya berubah.
Jika masa sebelumnya dikenal dengan terorisme...
masa ini dikenal dengan ketakutan akan penyakit.
Badan kesehatan mengambil alih untuk melindungi masyarakat.
Awalnya, mewajibkan korban memakai tanda pengenal di lengan.
Kemudian mengumpulkan mereka di kamp dan fasilitas khusus.
Hingga akhirnya tak ada yang mendengar kabar mereka lagi.
Masalahku dimulai pada hari aku menyadari sedang mengandung.
Hari yang sama aku kehilangan suamiku,
masa depanku, kehidupanku.
Aku tertular penyakit itu dan kehilangan bayiku.
Dengan beberapa yang tersisa di luar, aku membentuk kelompok perlawanan,
bersembunyi dari pemerintah...
dan mulai melawan.
Lalu dimulailah Perang Darah.
Sekarang, pemimpin badan kesehatan militan
yang menjalankan dunia penuh ketakutan ini...
adalah Wakil Kardinal, Ferdinand Daxus.
- Wakil Kardinal. - Sebagaimana Anda ketahui,
kampanye kami melawan kaum Hemophage
amat efektif.
Kami berhasil memusnahkan hampir semuanya.
Tapi, Pak, beberapa yang tersisa terbukti sangat keras hati.
Serangan teroris mencapai tingkatan tertingginya.
Bukan karena mereka keras hati. Itu karena mereka putus asa.
Karena mereka tahu kita sudah nyaris memusnahkan mereka semua.
Selama sepuluh tahun terakhir,
dalam kemitraan bersama Laboratorium untuk Pertahanan Akhir Zaman...
aku mengawasi pengembangan sebuah senjata
yang dapat melacak dan membunuh setiap Hemophage di bumi
dalam hitungan hari.
- Apakah ada perkiraan waktu tibanya, Pak? - Sekarang.
Saat ini seorang kurir sedang mengambilnya untuk dibawa ke Archministry.
XPD-154. Izin, kurir rahasia.
Mereka menungguku.
Identifikasi DNA dijalankan.
Lepaskan penutup kepalamu.
Lepaskan penutup matamu.
Verifikasi awal mendukung.
Silakan.
Duduklah.
- Bolehkah aku bertanya apa berikutnya? - Yang biasa.
Uji retina untuk mengetahui adanya lensa kontak atau pewarna.
Pengindraan metabolis untuk memastikan metabolismemu
dalam kategori manusia.
Nadi, pernapasan.
Hanya untuk memastikan kau manusia.
Jika kau Hemophage,
kami sudah mendeteksi perbaikan jaringan pada tingkat mikroseluler.
Jadi, apa yang akan terjadi jika ada yang gagal melalui tes-tes itu?
Bukan hal yang baik.
Silakan lepaskan semua pakaian dan lanjutkan ke pemindaian.
Pakaian dan benda pribadimu sudah disterilkan, XPD-154.
- Bolehkah aku bertanya? - Silakan.
- Apa kau tahu ini apa? - Haruskah aku tahu?
Tidak, ini amat rahasia.
Namun, aku diizinkan untuk menanyakanmu
karena kesadaranmu akan pentingnya situasi ini,
mungkin menambah motivasimu untuk berhasil.
Aku tak pernah gagal menyelesaikan tugas.
Hemophage adalah spesies sekarat yang berada di ujung ketiadaan.
Kami mengembangkan sebuah senjata
yang akan mendorong mereka melewati batas itu, menuju kepunahan.
Jika senjata ini begitu penting,
kenapa tidak mengirimnya dengan konvoi berlapis baja?
Konvoi yang kau maksud sedang berangkat saat ini.
Kaum Hemophage akan berupaya semampunya untuk menghentikan dan melumpuhkannya.
Tentu saja itu hanya umpan.
XPD-154, kau akan menerima sebuah wadah berisi senjata.
Aku tak harus memberitahumu.
Kau tak boleh membukanya dalam situasi apa pun.
Kau benar.
Kau tak harus memberitahuku.
Identifikasi.
XPD-154. Izin, kurir rahasia.
Diterima, XPD-154. Kami telah menunggumu.
Semuanya terkendali, XPD-154?
Sepenuhnya, Dokter.
Kau cukup yakin semuanya baik?
Yakin.
Masukkan DNA-mu untuk konfirmasi tanda terima.
Aku hanya bisa konfirmasi tanda terima atas wadahnya, bukan isinya.
Itu bisa diterima.
Benar-benar dilarang untuk membuka wadah. Kau paham?
Dengan sempurna.
Isinya diatur untuk menghancurkan diri jika tidak tiba...
dalam waktu tepat sembilan jam dari saat ini.
Apa kondisimu, XPD-154? Apakah kau bisa melakukannya?
XPD-154. Izin, kurir rahasia.
- Berlutut! - Berlutut!
- Turun! - Apa yang terjadi?
Kau sudah masuk dan diproses melalui gerbang ini 15 menit yang lalu.
Itu bukan diriku, dasar bodoh.
Periksa identitasku. Kau memiliki seorang penyusup.
Kuulang, XPD-154, apakah kau bisa melakukannya?
Aku tak tahu apa maksudmu. Aku bisa mengerjakannya.
Pelanggaran keamanan!
Siaga kuning!
Hentikan. Brankas pertahanan dalam.
Penyusup tak bersenjata!
Penyusupan fasilitas. Semua pasukan keamanan bersiaga.
Semua pasukan keamanan bersiaga. Penyusupan fasilitas.
Semua pasukan keamanan bersiaga.
Bagaimana seorang Hemophage bisa melewati pemeriksaan?
Kami tak tahu, Pak. Mungkin menggunakan meta-supresan
untuk membatasi karakteristik darahnya.
Semua pasukan keamanan bersiaga.
Penyusupan fasilitas. Semua pasukan keamanan bersiaga.
Semua pasukan keamanan bersiaga.
- Bagaimana dia melakukannya? - Dia pasti punya...
sejenis penyetara gravitasi.
Apa pun itu, itu menjadi milik kita sekarang.
Dia tak akan bisa keluar dari kompleks ini hidup-hidup.
Pak, kami telah mengidentifikasinya. Korban wabah.
Dia dikurung dalam fasilitas ini untuk percobaan
hingga dia melarikan diri
setelah kehamilannya dihentikan paksa 12 tahun yang lalu.
Violet Song jat Shariff. Katakan aku salah.
- Kau salah. - Kenapa kau lakukan ini?
Karena aku membenci manusia dengan segenap jiwaku...
dan aku akan melenyapkan mereka semua...
hampir secepat mereka mencoba membunuhku.
- Dulu kau manusia. - Tapi tidak lagi, bukan?
Aku sakit dan sekarang aku menjadi sesuatu yang lebih rendah dari manusia.
Sesuatu yang layak untuk dilenyapkan.
Itu teorinya, bukan?
Kau tak akan bisa keluar dengan wadah itu.
Lihat saja aku.
- Dia ada di atap! - Tembak!
- Ini aku. - Apa kau mendapatkannya?
Ya.
Tapi mereka sungguh tak ingin aku membawanya.
Tak apa. Tujuannya adalah penghancuran senjata itu.
Hancurkan jika kau tak bisa mengantarnya.
Dimengerti. Akan pastikan isinya dan hancurkan.
Tidak, V. Serangan ke bank darah gagal.
Kau tak bisa.
Dalam situasi apa pun, kau tak boleh melihat isinya.
Jika kau terancam, kau harus segera menghancurkannya.
- Mengerti? - Mengerti.
Sial.
- V, apa yang terjadi? - Aku aman.
Sudah kubilang untuk menghancurkan senjata itu.
Kubilang aku aman.
Kau dapatkan wadahnya?
- Ya. - Bawa ke sini.
- Di mana posisimu? - The Needle. Di Chinois Gau.
Sepuluh menit.
Hebat, V. Hebat.
Tidak ada yang bisa lakukan ini kecuali dirimu.
Itu bukan senjata.
Apa yang kau bicarakan?
Itu bukan senjata, tapi seorang anak. Seorang anak manusia.
Kau membuka wadahnya.
Apa pengaruhnya? Aku pertaruhkan hidupku dengan sia-sia.
Kupikir aku harus tahu untuk apa aku rela mengorbankan nyawaku.
- Kau lihat? Tak ada apa pun. - Tak ada apa pun.
Itu bukan senjata. Dia seorang anak.
Ini keduanya. Senjata dan seorang anak.
Darahnya berisi antigen yang dikembangkan
yang akan membunuh kita semua yang terkena.
Jika mereka mengatomisasi jaringannya dan melepasnya ke atmosfer,
itu akan menjadi seperti insektisida untuk orang-orang seperti kau dan aku.
Itu akan menemukan, dan membunuh kita.
Kita semua.
Nerva, tunggu. Jika ada akselerator HGV dalam darah anak ini,
begitu juga dengan analog-pembalik untuk memperlambatnya.
Apa maksudmu, V?
No comments yet. Be the first to leave one.