Le prime 198 righe.
Pemilik rumah di seluruh negeri menghadapi masalah dengan penyerobot.
Penyerobot siap membuat rumah Anda menjadi rumah mereka.
Terjadi di depan mata kita, dan tak ada yang tahu.
Jacksonville, Florida
Aku tidak tahu seperti apa penipuan dengan penyerobot,
muslihat yang mereka lakukan pada orang-orang di seluruh negeri.
Ada beberapa saat aku sangat takut dengan keselamatanku.
- Ini rumahku. - Aku tak peduli.
…menghadapi wanita itu dan itu terekam di video ponsel.
Itu sangat menakutkan.
- Sial! - Kau punya pistol?
Aku tinggal di Florida 25 tahun.
Patti Peeples Pemilik Rumah
Saat aku pensiun,
rekan bisnisku, Dawn, dan aku memutuskan untuk berinvestasi
di lingkungan bersejarah ini.
Springfield, Jacksonville, Florida.
SPRINGFIELD BERDIRI SEJAK 1896
Aku sangat ingin berperan dalam pertumbuhan
lingkungan dan kotaku, yang sangat kucintai.
Kami punya beberapa tahun pengalaman hebat,
dan pada saat itu, aku memutuskan untuk menjual rumah itu.
PROPERTI PRIBADI DILARANG MASUK
Rumah itu dalam kondisi sempurna.
Kami baru mengecat ulang interiornya, memasang karpet baru,
semua peralatannya berfungsi dengan baik,
dan rumah itu sangat siap huni, siap untuk dimiliki.
Kami langsung mendapat tawaran,
tapi sejujurnya aku tidak tahu apa yang ada di depan kami.
Aku tertidur lelap,
dan aku ditelepon sekitar pukul 07.00
dari tukang yang dijadwalkan untuk pergi ke sana.
Aku bangun dari tidurku yang tak lelap. Katanya, "Patti, aku tak bisa masuk rumah.
Ada induk pitbull dan banyak anak anjing
di teras depan yang terkunci."
Apa yang terjadi?
Siapa di dalam sana? Itu bisa sangat berbahaya.
Aku melompat ke mobilku dengan piama
dan langsung menelepon 911.
Ini 911. Apa keadaan daruratmu?
Rekaman Kamera Tubuh Polisi
Aku pertama dikirim ke insiden itu
pada pukul 07.00 untuk masalah penyusup di sebuah kediaman.
Dorian Smith Deputi, Kepolisian Jacksonville
Aku tahu aku ke sana untuk menyelidiki apakah ada niat kriminal.
- Selamat pagi. Apa kabar kalian? - Cukup baik.
Kami mendapat kejutan pagi ini,
aku datang dan menemukan seseorang tinggal di rumah yang dia jual.
Ya, aku pemilik rumah ini. Namaku Patti Peeples.
Aku memastikan bahwa Nn. Peeples adalah pemilik properti itu.
Kesan pertamaku terhadap Patti,
dia jelas bingung dengan situasinya.
Dia tak tahu apa yang terjadi.
Kami datang dan orang-orang ini masuk kemarin.
- Biarkan aku bicara dengannya. - Ya, tentu.
- Selamat pagi, Tn. Smith. - Apa kabar, Nona?
- Selamat pagi. - Hai.
- Ada apa? - Jadi, pada dasarnya, usiaku 22 tahun.
Ibuku meninggal dua tahun lalu.
Aku mengidentifikasi penyewa sebagai Nn. Jai'naye Jacobs,
serta rekan kerjanya saat itu.
Dia memberitahuku bahwa dia menemukan kediaman ini di Zillow
dan bertemu dengan perwakilan properti,
lalu dia menandatangani sewa dan memberikan deposit.
Aku bertemu dengannya di sini
untuk kunci dan dengan uang tunai.
Dia beri kuitansi tertulis,
dia beri kuitansi setelah kuberi uang tunai,
serta dia memberiku kontraknya.
Dan dia memberiku kuncinya.
Itu tanggal 28 Februari. Aku baru ke sini kemarin,
seusai kerja sekitar 16.30 atau 17.00.
Jadi, kalian pindah?
Ya, kami masuk kemarin.
Itu sangat membingungkan bagiku,
dan dia tampak sama bingungnya denganku.
Bagaimana kau menyewa rumah ini? Aku pemilik rumah ini.
Entahlah. Hanya ini yang aku…
dan kutelepon dia dua atau tiga kali.
Masuk kotak suara. Tersambung,
tapi masuk kotak suara.
Kau punya salinan kontraknya juga?
Lalu, aku tak berpikir harus skeptis soal ini.
Dia menunjukkan kuitansi tulisan tangan bahwa dia bayar sewa bulan pertama,
deposit, serta biaya deposit hewan peliharaan.
Emosi pertama setelah kebingungan adalah empati.
Orang-orang ini akan hidup di jalanan,
jadi kami harus memikirkan ini.
Kurasa kita perlu membicarakan,
sayangnya bagimu, langkah selanjutnya.
Karena kami punya tawaran untuk rumah itu.
Itu jumlah uang yang besar yang harus kudapat kembali, $3.100.
Jika tak dapat uangku kembali hari ini, aku tidak akan pergi hari ini, sayangnya.
Karena aku tak ada uang dan tempat tinggal.
Dia mulai defensif.
Kenapa aku harus bayar $3.100 kepadanya
untuk meninggalkan rumah yang tidak berhak dia masuki?
Tunggu sebentar.
Kukira ada sesuatu yang terjadi yang mungkin tidak benar atau jujur.
Seseorang, pada saat itu, adalah korban.
Aku memeriksa sumber daya di daring melalui kantor sheriff Jacksonville.
Aku mulai memeriksa berkas yang dimiliki penyewa, Nn. Jacobs.
Itu membuatku curiga.
Baiklah, dengar. Aku ingin berterus terang dan jujur kepadamu.
Kau ditipu, ini yang kuyakini. Sekarang…
- Dia bagian dari itu? - Aku yakin dia bagian dari itu.
Aku masih agak naif dalam situasi ini.
Dia mungkin membuat kontraknya
datang ke rumah dan melakukan ini,
karena ada situasi serupa yang melibatkan dia,
dan kejadiannya hampir sama persis.
Beberapa saat lalu.
Semua potongan teka-tekinya menyatu.
Berapa tahun lalu, baru-baru ini?
Kurang dari setahun.
Pada saat itulah seluruh kisah penyerobot dimulai.
Aku tak akan pergi.
Dua wanita muda ini baru saja diusir dari sebuah rumah.
Rekaman Kamera Polisi
Ada situasi serupa
yang melibatkan dia,
dan kejadiannya hampir sama persis.
Ini penipuan yang sedang berjalan, dan aku berada di tengah-tengahnya.
Secara teknis, aku tak bisa buktikan,
- jadi dia masih bisa menjadi korban. - Benar.
Secara teknis, itu akan jadi masalah perdata.
Pilihannya adalah dia pergi sendiri,
yang kuupayakan untuk membujuknya…
- Ya. - …atau kau harus mengusirnya.
Baik.
Petugas Smith bilang dia akan melihat
apakah dia bisa sedikit menekan Jai'naye
dan melihat apakah Jai'naye memilih untuk pergi.
Simpanlah, itu nomor laporanmu.
Insiden ini akan didokumentasikan.
Jadi, salah satu pilihannya,
kurasa kau dan wanita muda itu harus pergi dan mungkin pindah,
karena kau akan diselidiki atas penipuan, ya?
Tidak apa-apa. Ayahku bilang begitu.
Jika ada kemungkinan penyebab, kau akan ditahan.
Aku menyadari perilaku dan sikapnya mulai berubah.
Jadi, kau mau menahanku atas penipuan,
padahal aku tahu itu bukan penipuan. Aku beri uang,
jadi, ini makin jauh.
Kataku kau diselidiki atas penipuan.
Tidak, katamu aku harus kosongkan tempat ini,
- jika tidak… - Harus.
Biasanya saat orang jadi korban, mereka tak defensif.
Aku tidak akan bicara lagi,
silakan lakukan tugasmu.
Semua informasi, nomor telepon, cari Petugas Smith.
Nomor lencanaku di sana yang tertulis nomor petugas.
Aku cukup familier dengan penerobosan.
Kami punya masalah itu di Jacksonville, Florida.
Aku menangani insiden itu sebaik mungkin,
memanfaatkan hukum yang aku bisa.
Aku tak akan pergi. Aku akan biarkan dia selidiki dan lakukan tugasnya.
Saat tahu aku bukan penipu, ambil langkah berikutnya,
karena aku tak percaya kau bilang itu.
- Baik, Bu. Kau siap? - Percakapan ini…
Saat itu, Petugas Smith mengatakan kata-kata
yang tak ingin didengar pemilik rumah yang sah.
- Sekarang, ini permainan waktu. - Ya.
Tapi proses pengusiran butuh 30 hari setelah dia dipanggil.
- Astaga, aku punya… - Setelah dipanggil.
Sial. Bahkan jika…
Bahkan dalam situasi ini, 30 hari?
Secara teknis, dia mungkin jujur.
Rumah itu sudah ditawar.
Apa aku berhak masuk ke rumah itu sekarang
untuk melihat keadaannya?
Tidak. Secara teknis,
dia punya hak privasi,
karena secara teknis, dia menyewa rumah itu.
- Aku paham. - Itu mengecewakan.
Aku merasa tak bisa apa-apa.
Tidak ada hal lain lagi selain tetap tenang.
- Baiklah, terima kasih. - Baiklah.
- Sampai jumpa. - Semoga berhasil.
Menjadi sangat jelas ini akan menjadi pertarungan hukum
dan aku tak punya hak sampai pengadilan perdata mengizinkanku.
Masalahnya, kami, sebagai pemilik rumah,
akan menyediakan mereka tempat tinggal gratis
sementara ini diproses di sistem pengadilan perdata.
Pikirku, "Ini sungguh tidak mungkin terjadi
di Amerika Serikat."
Aku menelepon rekan bisnisku, Dawn,
untuk memberitahunya bahwa penjualan rumah mungkin gagal.
Aku berkata, "Menyebalkan. Yang benar saja.
Beraninya kau melakukan ini dan bilang itu rumahmu?"
Mereka mengganggu dua wanita yang salah. Kami siap bertarung.
Kami akan membuat ini tidak nyaman.
Kita harus usir mereka.
Aku melewati rumah itu mungkin empat sampai lima kali sehari.
Aku merekam banyak pertemuan ini di ponselku seandainya keadaan jadi kacau.
- Jangan dekati aku. - Tidak… Jangan…
Semua kepura-puraan video itu,
aku tak peduli. Stop pura-pura demi video itu.
No comments yet. Be the first to leave one.