Saga of Tanya the Evil

Saga of Tanya the Evil (幼女戦記)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

Youjo Senki - S01E12
Un commento di jambuijo
Hasil resync subtitle dari InitialZA

Tag

bluray
Pubblicato il: 2026-06-18
Download: 17
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 156 righe.

Aku Mayor Tanya von Degurechaff, dari Batalion Penyihir 203.

Ingin berbicara dengan Jend. Zettour.

Oh, Mayor.

Mohon maaf, saat ini jenderal sedang pergi.

Kalau begitu dengan Jend. Rudersdorf saja.

Mohon maaf.

Semua petinggi kostrad sedang tak ada.

Apa ada rapat penting?

Kemungkinan mereka sedang di ruang bir.

Ruang bir?

Semuanya sedang nikmati kemenangan.

Kami saja ingin bergabung,

tapi pangkat kami...

Apa terjadi sesuatu?

Maksudku Mayor Degurechaff.

Tidak, tak ada.

Dia hanya ingin bertemu dengan Jend. Zettour.

Aku memberitahunya sedang di ruang bir.

Mayor Degurechaff.

Episode 12 Cara Manfaatkan Kemenangan

Kalau tak salah, tak pakai susu dan gula.

Benar, tak perlu.

Sepertinya bukan waktu yang tepat, ya.

Minum-minum Dallmayr.

Harusnya keluarga kekaisaran yang melakukannya.

Aku dengar kau ingin bertemu dengan Jend. Zettour.

Kontribusimu atas kemenangan sudah tak terhitung.

Kalau ada yang ingin kaukatakan, aku ingin mendengarnya langsung darimu.

Mendengarnya langsung, ya?

Apa ada?

Memang benar pasukan saya sudah dapat kemenangan indah.

Seluruh dunia mungkin tak bisa palingkan perhatiannya pada kami.

Keagungan dan kemenangan kekaisaran, untuk saat ini mungkin bisa dibilang nyata.

Untuk saat ini?

Kemenangan.

Sungguh suatu hal yang menggoda.

Sudah pasti setiap orang ingin merasakannya.

Tapi, kenapa markas kostrad tak manfaatkan kemenangan ini?

Mayor pergi ke markas kostrad?

Dari tindakannya, mungkin dia sedang marah-marah.

Ya, tak perlu khawatir.

Tapi, dia beda dari biasanya-

Tenang saja.

Aku sama sekali tak terpikir mayor akan langgar peraturan.

Paling sekarang dia sedang minum- minum di ruang perjamuan-

Eh, mana mungkin, sih.

Apa ada yang bawa losion?

Kulitku jadi hitam.

Oh, kalau tak salah Ajudan Taiyanen punya.

Tak manfaatkan kemenangan?

Maaf saja, saya pikir markas kostrad tahu caranya menang, tapi tak tahu bagaimana memanfaatkannya.

Apa maksudmu?

Orang-orang kostrad saat ini pasti sedang dimabuk kemenangan.

Tentu saja, para prajurit yang lakukan tugasnya di garis depan,

juga punya hak untuk merayakannya.

Tapi, kalau ajudan yang memandu para bawahan saja ikut merayakannya,

itu adalah kesalahan dan lalaikan tugas.

Bisa juga disebut sebagai kegagalan dalam bertindak kriminal.

Mayor, sudah cukup.

Kata-katamu terlalu berlebihan.

Bukannya Letkol sendiri yang ingin mendengarnya secara langsung?

Meskipun dewa perang menyukaimu, tapi ini sudah sangat arogan.

Maaf saja, sungguh tak bisa percaya kalau dewa menyukai saya.

Kau ini seorang ajudan berbakat yang tegas dan punya pandangan luas.

Ternyata pada intinya seseorang itu tak bisa berubah, ya?

Aku dengar medan barat keluhkanmu karena tak patuhi aturan.

Saya hanya bertindak sesuai kewenangan yang diberikan.

Aku tahu kau bukanlah prajurit yang akan patuhi perintah.

Meski begitu, markas kostrad berikanmu otoritas bukan untuk sulut sesuatu dengan warga setempat.

Kau bebas banggakan diri, tapi kami tak bisa biarkanmu bertindak sendirian.

Republik sudah kehilangan ibu kotanya.

Perlawanan hanyalah sia-sia, dan akan berakibat fatal.

Memangnya apa alasan untuk lanjutkan perang di situasi seperti ini?

Negara modern gunakan militer untuk paksakan kehendaknya.

Mengorbankan warganya untuk lanjutkan peperangan hanyalah sebuah kegilaan.

Memang, benar sekali.

Kalau begitu, kenapa kau bilang perang masih berlanjut?

Kalau saya diizinkan untuk berpendapat,

Jend. Zettour dan Jend. Rudersdorf sangat pragmatis dalam urusan politik dan militer.

Mereka tentara yang hebat.

Begitu pula dengan Anda sendiri.

Benteng logis dan pengetahuan, itulah kekuatan markas kostrad kita.

Dan karena alasan logis, semua orang percaya hasilnya adalah perang.

Tapi, alasan yang rasional itu tidaklah lengkap.

Tak lengkap?

Orang-orang markas kostrad terlalu rasional.

Dengan kata lain, mereka benar-benar salah kaprah.

Keberadaan manusia tak hanya bergerak dengan rasionalisme.

Bisa dikatakan makhluk bodoh...

Apa kau mau mengatakan kalau kita, umat manusia hanyalah binatang yang tanpa alasan?

Kalau diizinkan bicara, maaf saja, hal itu sangatlah benar.

Atas dasar apa kau berkata seperti itu?

Sejarah.

Lebih tepatnya, sejarah saya sendiri.

Dengan kata lain, pengalaman pribadi.

Beri tahu aku.

Saya sudah pernah lihat.

Mata orang-orang yang diselimuti kebencian,

bawahan berbakat yang marah dan kehilangan akalnya,

dan balas dendam dalam lingkaran setan,

yang digerakkan oleh kebencian.

Lalu, saya menyadari...

Tidak, dibilang menyadari, mungkin lebih tepat mengingatnya.

Kalau saya punya kepribadian yang gila rasionalisme.

Semodern apa pun peradabannya,

sebesar apa pun hubungan sosialnya,

manusia hanyalah makhluk bodoh

yang terkadang lakukan sesuatu secara berlebihan.

Manusia yang diselimuti kebencian, rasa kehilangan, dan merasa dirugikan,

akan terus berjuang tanpa pikirkan alasannya.

Karena itu yang bisa saya lakukan hanyalah bicara.

Seharusnya kita tak dimabuk kemenangan yang bersifat sementara.

Semua api kebencian harus dipadamkan.

Mo-Mohon maaf!

Informasi masih belum dipastikan,

tapi para tentara Republik di selatan mulai bergerak.

10 Agustus, Tahun Unifikasi 1925

Sebagai warga Republik yang cinta kebebasan,

Pelabuhan Militer Chiers, di Semenanjung Selatan

dan sebagai warga Republik yang bangga, saya bersumpah!

Saya takkan turunkan senjata hingga hari kemenangan tiba!

Rekan-rekan seperjuangan, pinjamkanlah kekuatan kalian!

Takdir dunia berada di pundak kita!

Dan akhirnya, sekarang saya...

Atas nama negeri, sebagai anggota Kebebasan Republik!

Saya akan lawan kekaisaran hingga akhir!

Sementara Itu, di Ibu Kota Berun

Bukannya Republik sudah runtuh?

Sial.

Apa yang para tentara lakukan?

Johann tak pernah hubungi aku lagi.

Apa perangnya masih berlanjut, ya?

Kabar perang pukul tiga dari Tentara Kekaisaran.

Cepat serang benua selatan, dong!

Sisa-sisa tentara Republik, yang dipimpin oleh Jend. Du Lugo,

Apa tak masalah dibocorkan seperti ini?

menyebut diri mereka sebagai Kebebasan Republik.

"Sisa-Sisa Prajurit Republik di Semenanjung Selatan"

Mereka mendeklarasikan akan serang kekaisaran hingga akhir.

Markas Batalion Penyihir Aerial 203, Tentara Kekaisaran

Sebenarnya mau sampai kapan ini terus berlanjut?

Katanya perang akan berakhir setelah natal berikutnya.

Setidaknya begitulah yang kudengar.

Ujung-ujungnya, kita tak dapat jatah liburan.

Lagi-lagi balik ke garis depan, yang isinya lumpur sama makanan dingin.

"Pertempuran sulit,

bayaran kecil."

Menghabiskan hari dalam pertempuran.

Kalau berhasil pulang dengan hidup, maka akan dapat kehormatan dan kemuliaan.

Kalimat yang di poster rekrutan, ya?

Ya.

Semuanya benar kecuali yang terakhir.

Kelihatannya kau sedang marah.

Apa karena sudah lama tak minum-minum?

Aku diberi tahu kalau Kebebasan Republik terus perluas pasukannya.

Para prajurit yang masih hidup dari Sekutu Raya dan Aliansi Entente pun ikut bergabung.

More Indonesian subtitles for Saga of Tanya the Evil

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left