No Retreat, No Surrender (Karate Tiger)

No Retreat, No Surrender (Karate Tiger)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

No Retreat, No Surrender 1986 All BluRay 720p 1080p
Un commento di Ry@Di
Terjemahan manual, semoga berkenan.. :)

Tag

BluRay
720p
720
1080
Pubblicato il: 2015-01-31
Download: 58
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Subtitel Indonesia oleh : Ry@Di, Samarinda, 22 Juli 2014.

Berhadapan dengan partner-mu!

Menyerang dan bertahan!

Mundur.

Mundur.

Apa yang kau lakukan, Jason?

Kami lagi "sparing", sensei.

Kita tidak belajar "Jeet Kune Do" Bruce Lee, tapi karate! Lakukan yang ku suruh.

Iya, sensei.

Lanjutkan!

Beri hormat!

Pelajaran selesai.

Sudah kau pertimbangkan proposal kami, Tuan Stillwell?

Dan aku minta maaf telah membuat kalian datang jauh-jauh dari New York tanpa hasil.

- Aku tak ingin membuang waktu kalian lebih banyak lagi. - Apa yang kau maksud?

- Aku menolak tawaranmu. - Jika itu masalah uang... Bisa diatur.

Bukan masalah itu! Aku tidak akan bergabung...

...dengan organisasimu.

- Atasanku pasti kecewa. - Aku berhak untuk memutuskan.

Mengapa kau begitu na'if, Tuan Stillwell? Kau memaksaku untuk mengambil tindakan.

- Ini tidak akan menyelesaikan masalah! - Ini bisa menjadi contoh untuk yang lain.

- Aku tak akan bertarung! - Terserah kau.

Karate seharusnya tidak digunakan untuk menyerang, tapi jika kau memaksa...

Ayah!

Bajingan!

Kami akan kembali dengan surat kontrak, Tuan Stillwell. Cobalah untuk beristirahat.

Jason!

- Kau tidak apa-apa? - Ku rasa kakiku patah.

- Mereka harus membayar semua ini! - Tidak, Jason!

Semua sudah selesai. Berkelahi dengan mereka bukan solusi.

Jadi apa solusinya?

Pembunuh itu...

seorang Rusia Kraschinsky.

Mereka telah menguasai sebagian besar dojo untuk bergabung dengan organisasi kejahatan mereka.

Aku tahu mereka akan kembali. Apa yang harus ku lakukan?

Aku tak bisa membahayakan keluargaku.

Hanya satu hal yang bisa ku lakukan. Kami harus pindah.

Kita sudah sampai, tuan dan nyonya sekalian. Tujuan kita!

Biar ku bantu, Tuanku.

Hentikan omong kosongmu dan mulailah berkemas.

Jason, kemari dan bantu aku.

- Ambil yang besar itu. - Oke.

Hebat!

Lihat ini!

- Gerakan yang bagus! Namaku RJ. - Jason.

- Singkatan apa RJ itu? - Rafer Jefferson Madison III.

- Pantas kau menyingkatnya menjadi RJ. - Baru pindah ya?

Tidak, kami kemari hanya untuk berakhir pekan.

Baguslah. Aku khawatir harga rumah itu bisa jatuh.

- Bisa ku bantu? - Terima kasih, bantuan selalu diterima.

- Asal tak minta bayaran. - Nanti ku suruh akuntanku mengirimkan tagihannya.

Lain kali ingatkan aku, agar tidak terlalu cepat untuk menawarkan bantuan.

Seorang penggemar Bruce Lee. Itu yang dibutuhkan kota ini!

Mengapa aku?

Lihat ini, Jason.

Terbang seperti kupu-kupu, menyengat seperti lebah!

Tidak, bukan seperti itu. Menunduk! Lagi!

Itu tidak begitu sulit.

Lagi!

- Akan kutunjukkan sesuatu yang lain. - Apa itu?

Ini orang-orangan kayu, dipakai untuk latihan teknik memukul dan menangkis.

Ah, cuma segitu saja?

Aku juga bisa, lihat ini.

Tarianku tak ada tandingannya dan lagu rap-ku mengalahkan semuanya.

Ketika aku ke kota, lihatlah, semua orang menengok padaku.

Ingin tahu bagaimana aku melakukannya, jadi akan kutunjukkan bagaimana aku melakukannya.

Tunggu! Kau tidak apa-apa?

- Tidak buruk! - Hei, tak ada yang bisa menghentikan "mesin tari" ini.

Ini sebuah rumah tua.

- Sudah berapa lama kau berlatih? - Karate? Tiga tahun.

Kau pasti sudah sangat hebat. Temanku sudah berlatih selama dua tahun-

dan masih belum dapat sabuk hitam.

- Aku juga belum dapat sabuk hitam. - Apa kau juga lambat sekali?

Suatu hari nanti aku akan menjadi seperti dia. Dia dimakamkan di Seattle. Kau tahu tempatnya?

- Iya. Ku tunjukkan tempatnya besok. - Hebat!

Teruskan, cerahkan hariku!

Apa yang kau lakukan? Jangan main-main saja. Kau seharusnya mencuci jendela-jendela itu!

Berapa kali harus ku bilang, kau tidak pernah mendengar.

Jika terjadi sekali lagi... Sekali lagi saja!

- Iya, ayah. - Lakukan yang ku suruh, sekarang!

Dia memperlakukanku seperti anak tiri saja. "Pergi kerja! Pergi kerja!"

Sudah ku bilang kau tidak bisa lari dariku selamanya! Kau dan si penggemar Bruce Lee bodoh itu!

Tunggu saja sampai aku bisa menangkapmu!

Ayo, anak gendut, kalau kau berani.

- Lompatlah, anak gendut. - Iya, kau pasti bisa. Ayolah!

Ayo, bangun! Bangunlah!

Lain kali kita bertemu lagi, aku akan menghajarmu, sampai ibumu sendiri tak akan mengenalimu!

- Kau bilang jam 10, R.J? Kemana saja kau? - Pacar baruku tak mengijinkanku pergi.

Iya, sama seperti jika aku percaya pada sinterklas.

- Kenapa dengan bajumu? - Sudah ku bilang, dia mengejarku sampai kemari.

- Kau tak percaya ya? - Diam dan masuklah ke mobil.

- Kau suruh aku yang menyetir? - Kau tahu jalannya kan?

Namaku Jason Stillwell. Aku baru pindah kemari dari Los Angeles.

Aku sangat suka ilmu bela diri, dan kelak suatu hari aku pasti bisa seperti dirimu.

Aku berlatih semua jurus-jurusmu dan membaca semua tentang dirimu.

Karena itulah aku tahu ini adalah bunga favoritmu.

Berilah aku keberanian dan kekuatan untuk bertahan pada apa yang aku yakini.

Terima kasih, sensei Lee.

Oke, makanlah sampai kalian kekenyangan! Aku yang traktir.

Terima kasih makan siangnya, Scott.

Tak masalah. Berteman denganku kalian tak akan kelaparan.

Ada masalah, Scott?

- Si jahanam R.J itu! - Mengapa kau sangat membencinya?

Aku punya alasan tersendiri. Kemarilah.

Pastikan dia tak bisa lolos. Cuma itu yang ku minta.

Nah, Pee-Wee.

Kali ini kau tak bisa lari lagi.

- Iya kan? - Iya, kelihatannya seperti itu.

Tangkap dia!

Kau takut ya?

Sudah seharusnya begitu. Kali ini kau tak akan lolos.

- Jason! - Hey, RJ

- Siapa si gendut ini? - Pulang sana dan bermainlah dengan boneka kayumu!

- Menyingkirlah gendut. - Jangan ikut campur atau kau juga ingin dihajar!

Ini urusanku dengan dia!

- Hajar mereka! - Jangan mundur, jangan mneyerah.

- Hentikan itu! - Kau beruntung kali ini, Brucie!

Lain kali aku akan membunuhmu!

- Sudah ku bilang jangan berkelahi! - Aku cuma membantu teman.

- Berkelahi itu cuma untuk preman. - Aku cuma membantu teman, tidakkah kau bisa mengerti itu?

- Berkelahi itu salah, cuma membuatmu makin banyak masalah. - Tapi berkelahi bisa menyelesaikan masalahku.

- Masalah yang belum pernah kau rasakan sebelumnya. - Ayah, kau tak pernah mendengarkanku!

- Aku sudah pernah mendengar ini semua, Jason. - Kau tak tahu apa yang telah kau katakan!

- Jaga kata-katamu, anak muda! - Karena aku tak setuju denganmu bukan berarti aku salah.

- Ini rumahku, jadi aku yang memutuskan. - Aku ini anakmu atau cuma sekedar "kloning"?

Aku tak tahu apa yang sudah kubesarkan!

- Apa? - Masuk ke kamarmu! Harusnya kau malu karena telah berkelakuan seperti preman jalanan!

- Aku bukan anak kecil! - Oh, orang dewasa yang berkelahi di jalanan? Pergi ke kamarmu!

Lihat ini, Jason.

Sebuah pertarungan yang hebat.

Iya, itu tadi hebat sekali.

Aku sudah berlatih untuk kejuaraan nasional ini sejak lama

Kau memang pantas untuk itu, Ian. Semoga ke depan kau menjadi lebih baik lagi.

- Ian Reilly - Terima kasih.

Dia punya dojo di daerah sini. Kau ingin kesana?

- Iya, kita pergi kesana. - Besok?

Lihatlah piala-piala itu.

Ayolah, mari kita masuk.

- Hai, bisa ku bantu? - Aku ingin mendaftar di sini.

Tolong isi formulirnya, aku akan bicara dengan sensei.

Dia saja, aku tidak.

Butuh bantuan untuk mengeja namamu?

Kau sudah siap? Jason Stillwell? Bagaimana dengan latihanmu di Los Angeles?

- Sherman Oaks Karate. - Kau bawa perlengkapanmu?

Kelas akan mulai sebentar lagi, bergabunglah, lihat dan kau bisa mengambil keputusan nanti.

- Itu dia. - Iya, dia sensei kami, juara nasional yang baru.

Iya itulah dia. Aku Dean Ramsay, asisten pembimbing.

Di sini ruang ganti. Kelas di mulai 10 menit lagi.

- Sebelumnya kau bisa melakukan pemanasan dulu. - Terima kasih.

- Tidak jelek bukan? - Dojo yang bagus. Aku merasa cocok di sini.

RJ selalu tahu tempat yang bagus.

- Kau punya waktu, Dean? - Tentu, Scott.

- Siapa itu? - Murid baru.

- Apa dia bilang dia berasal dari L.A? - Iya. Kenapa?

Aku pernah bertemu dengannya. Dia melakukan ini padaku...

...ini dan ini.

- Kenapa kau berkelahi dengannya? - Iya, dia...

...telah menghina karate di Seattle.

dan dia bercerita tentang betapa hebatnya karate di L.A.

- Dan dia mulai memaksaku. - Dan dia yang memulai perkelahian?

Iya. Bukan aku yang memulai tapi aku tak punya pilihan.

Dia cukup pintar, tapi dia memakai teknik-teknik yang kotor.

Frank!

Bagaimana kalau kita mengadakan sedikit "sparring"?

Kita punya seorang yang berbakat dari L.A. di sini, dan dia akan melawan yang terbaik dari kita. Yaitu kamu.

Tapi dia hebat. Jika kau lengah, dia akan memakanmu mentah-mentah.

Memakan aku? Jangan kuatir. Aku bukanlah makan siangnya.

Buat lingkaran di lantai!

Duduk!

Mereka sudah menunggumu, Jason.

Kita kedatangan tamu hari ini. Dia baru tiba dari L.A.

Dia ingin tahu bagaimana karate Seattle itu jadi aku ingin dia mencicipinya.

Tak ada alasan! Kau sudah dalam lingkaran jadi kita lihat apa yang kau bisa. Frank!

Ambil posisi, ambil posisi.

Beri mereka ruang.

Beri hormat padaku. Beri hormat masing-masing.

Siap!

Bangun! Ayolah!

Jadi, inikah karate Los Angeles?

- Bertarung! - Tapi, Dean... - Apa yang kau takutkan? Bertarung!

Hentikan, Jason!

Sampai jumpa, bro.

Karate L.A... Sangat mengesankan.

- Kalian bersenang-senang? - Iya, sangat.

- Selamat Ulang Tahun! - Terima kasih! Semoga kalian senang.

Pesta ini mengagumkan.

Ku beritahu kalian, malam ini adalah malamnya.

Setelah pesta ini, Kelly akan jatuh ke pelukanku.

Coba lihat kau! Kau benar-benar keren! Sini ku perbaiki rambutmu...

- Jangan rusak rambutku! - Dia pasti benar-benar spesial.

Awas ada bom!

Sialan, siapa yang kencing di kolam?

- Meriah ya, Kelly? - Iya. Ini pesta yang meriah.

- Pasti. Ini sangat fantastis. - Jangan lebaylah, Dean.

Kelly! Jangan begitu. Ini lebih dari sekedar hubungan kita.

Satu-satunya yang lebih besar dari hubungan kita, adalah ego-mu. Aku tidak tertarik. Carilah wanita lain!

- Hanya kau satu-satunya yang ku inginkan. - Hentikan!

Kelly! Selamat Ulang Tahun!

- Hey, adik kecil. Aku kangen padamu. - Aku juga kangen padamu.

Ini untukmu. Dan piala ini.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left